Irak Khawatir Radioaktif Berbahaya Jatuh ke Tangan ISIS

Ruben Setiawan Suara.Com
Kamis, 18 Februari 2016 | 08:01 WIB
Irak Khawatir Radioaktif Berbahaya Jatuh ke Tangan ISIS
Ilustrasi label material radioaktif. (Reuters)

Suara.com - Otoritas Irak tengah mencari material radioaktif amat berbahaya yang dicuri tahun lalu. Pemerintah khawatir apabila radioaktif tersebut disalahgunakan untuk membuat senjata apabila jatuh ke tangan ISIS.

Irak sudah melaporkan perihal pencurian material radiaoktif tersebut kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada bulan November tahun lalu. Namun, Irak belum meminta bantuan untuk mencari dan mendapatkan kembali material yang dicuri tersebut, demikian disampaikan IAEA, Rabu (17/2/2016).

Material radiaoktif yang disimpan dalam sebuah kopor berukuran sebesar laptop itu hilang dari sebuah fasilitas penyimpanan di Kota Basra, Irak. Fasilitas penyimpanan tersebut dikelola oleh Weatherford, perusahaan penyedia jasa ladang minyak asal Amerika Serikat.

Kendati membenarkan adanya pencurian tersebut, kementerian lingkungan Irak, melalui juru bicaranya menolak membicarakan masalah tersebut.

Sementara itu, dalam sebuah pernyataannya, Weatherford mengatakan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas pencurian yang terjadi.

"Kami tidak memiliki, mengoperasikan atau mengendalikan sumber atau bunker tempat di mana material tersebut disimpan," kata Weatherford.

Material radioaktif tersebut, sebut Reuters, bekerja dengan sinar gamma untuk menguji cacat para material yang digunakan pada perpipaan minyak dan gas. Proses tersebut disebut radiografi gamma industri. Material tersebut, berdasarkan dokumen yang didapat pemerintah, adalah milik perusahaan SGS asal Istanbul, Turki.

Perwakilan SGS di Irak menolak berkomentar. Kantor pusat SGS di Turki pun belum memberikan keterangan.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengaku sudah mengetahui perihal hilangnya material radioaktif tersebut. Namun, mereka belum mendapatkan bukti bahwa material tersebut sudah jatuh ke tangan ISIS atau kelompok teror lainnya.

Kepada Reuters, seorang pejabat kementerian lingkungan Irak yang berkantor di Basra, mengatakan bahwa tempat penyimpanan tersebut terdiri kapsul-kapsul radiaoktif jenis Ir-192, yang masing-masing berisi 10 gram. Ir-192 adalah isotop radioaktif iridium yang digunakan untuk terapi kanker.

IAEA mengklasifikasikan material tersebut sebagai sumber radioaktif Kategori 2. Artinya, jika tidak disimpan dengan baik, material tersebut bisa menyebabkan cedera permanen kepada orang yang berada di dekatnya selama beberapa menit atau beberapa jam. Material tersebut bisa mematikan bagi orang terpapar selama berjam-jam atau beberapa hari. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI