Ini Kecanggihan Bell 412 EP, Heli TNI AD yang Jatuh di Poso

Ruben Setiawan Suara.Com
Senin, 21 Maret 2016 | 07:04 WIB
Ini Kecanggihan Bell 412 EP, Heli TNI AD yang Jatuh di Poso
Helikopter Bell 412. (Shutterstock)

Suara.com - Helikopter milik TNI AD yang jatuh di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3/2016) petang adalah helikopter jenis Bell 412 EP dengan nomor penerbangan HA 5171. Lalu, seperti apakah kelebihan helikopter yang dibeli TNI dari perusahaan Bell Helicopter tersebut?

Seperti dikutip dari laman Bellhelicopter.com, helikopter Bell 412 EP (enhanced performance) adalah jenis helikopter yang diklaim mampu beroperasi dalam berbagai iklim, bahkan hingga yang terkestrem. 412 EP memiliki kabin yang mampu menampung 14 penumpang dengan daya angkut barang hingga 2,3 ton.

Dapur pacu Bell 412 EP diperkuat dengan mesin Pratt & Whitney PT6T - 3D Twin Pac. Bell 412 EP mampu digeber hingga kecepatan 226 km/ jam. Dari segi teknologi, helikopter ini pun diklaim punya segalanya, termasuk sistem kendali penerbangan otomatis digital ganda, sistem pemantau getaran, dan sel tenaga anti bocor.

Bell 412 EP diproduksi oleh Bell Helicopter, sebuah perusahaan yang bermarkas di Fort Worth, Texas. Bell Helicopter adalah anak perusahaan Textron yang juga memiliki pabrik produksi rotorcraft di Mirabel, Quebec, Kanada.

Heli ini juga digunakan oleh banyak militer dari berbagai negara. Beberapa diantaranya adalah Italia, Belanda, Norwegia, Filipina, Arab Saudi, Amerika Serikat, Inggris, Thailand, dan Korea Selatan.

Seperti disampaikan oleh Kapuspen TNI Mayjen Tatang Sulaiman dalam konferensi pers Minggu (20/3/2016) malam, pesawat Bell 412 EP tersebut dibeli TNI dari Kanada pada tahun 2012. Jadi, heli tersebut tergolong baru.

Sejumlah 12 orang korban yang meninggal tersebut, tujuh orang di antaranya penumpang, sementara lima orang lainnya kru pesawat. Tujuh orang penumpang itu, yakni Danrem Kolonel Inf Syaiful Anwar, Kolonel Inf Ontang (BIN), Kolonel Inf Herry (Bais), Letkol Cpm Teddy (Dandenpom Palu), Mayor Faqih (Kapenrem), Kpt Yanto (Dokter Korem) dan Prada Kiki.

Enam orang kru yang menjadi korban, yakni Kapten Cpn Agung, Letnan Cpn Wiradi (belum ditemukan), Letnan dua Cpn Tito, Sertu Bagus, Serda Karmin Mekanik dan Pratu Bangkit (Avionic).

Adapun penyebab jatuhnya helikopter tersebut, kata Tatang, ialah karena cuaca. Rencananya para personel bakal melakukan pendaratan di stadion Poso usai berangkat sekira pukul 17.20 WITA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI