Data Kacau, Janda Lima Anak Protes Tak Dapat Raskin

Pebriansyah Ariefana

Senin, 28 Maret 2016 | 11:14 WIB
Data Kacau, Janda Lima Anak Protes Tak Dapat Raskin
Presiden Joko Widodo mengecek tumpukan karung berisi beras yang diangkut truk ketika meresmikan penyaluran serentak beras miskin (raskin) dan operasi pasar beras tahun 2015 di Gudang Beras Bulog di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (25/2). (Antara)

Suara.com - Sebagian warga ekonomi menengah ke bawah di Kabupaten Bengkalis menyayangkan pembagian Beras Miskin atau Raskin di daerah pesisir Provinsi Riau itu masih menggunakan data lama. Sehingga kurang tepat sasaran.

Salah satunya Maryam. Janda lima anak ini sudah beberapa tahun belakangan tidak dapat rakin.

"Seharusnya didata ulang lagi warga yang berhak menerima raskin ini, karena berkemungkinan besar di daerah masing-masing ada peningkatan warga yang berhak menerima raskin," kata Maryam.

"Hampir setengah tahun menjanda, dengan lima anak, hingga saat ini belum ada menerima raskin, kalau pembagian raskin nantinya masih menggunakan data lama maka kami yang juga layak dan berhak menerima raskin parti tidak akan terdata," katanya.

Menurutnya, Pemerintah Desa maupun Pemkab Bengkalis seharusnya terlebih dahulu mendata warga miskin di daerah masing-masing sebelum Raskin dibagikan. Sebab dia merasa perekonomian warga semakin terpuruk saat ini.

"Terlebih lagi saat ini harga karet anjlok, sementara harga kebutuhan pokok semakin mahal, disini beras belida saja hampir Rp14 Ribu perkilonya, sementara harga karet Rp 4 Ribu perkilonya dan ini sungguh menekan masyarakat miskin seperti kami, jadi jika kami mendapatkan raskin, itu pasti membantu kami," katanya.

Setelah suami Maryam meninggal dunia, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia hanya berharap dari penghasilan anak sulungnya yang merupakan karyawan swasta. Ia juga terpaksa berhemat-hemat untuk kebutuhan setiap harinya. Mendiang suaminya bekerja sebagai tukang becak.

Berdasarkan data dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis yang di terima Bulog Bengkalis jumlah penerima Rumah Tangga Sasaran (RTS-Pm) Raskin tahun 2016 sebanyak 19.987 RTS Pm, yang terbanyak di kecamatan Mandau yakni 4.667 dengan kuantum perbulannya mencapai 299.805 kg sedangkan pertahunnya mencapai 3.597.660 kg. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditribusi Raskin Masih Rendah, Ini Penjelasan Mensos

Ditribusi Raskin Masih Rendah, Ini Penjelasan Mensos

News | Senin, 13 Juli 2015 | 10:07 WIB

Pemda Harus Bantu Distribusi Raskin Agar Harganya Tak Mahal

Pemda Harus Bantu Distribusi Raskin Agar Harganya Tak Mahal

Bisnis | Senin, 01 Juni 2015 | 17:16 WIB

Beras Raskin yang Diterima Warga Jelek, Ini Penjelasan Bulog

Beras Raskin yang Diterima Warga Jelek, Ini Penjelasan Bulog

Bisnis | Senin, 01 Juni 2015 | 16:06 WIB

1 dari 9 Orang di Dunia Tak Punya Uang untuk Beli Makan

1 dari 9 Orang di Dunia Tak Punya Uang untuk Beli Makan

Bisnis | Senin, 19 Januari 2015 | 08:14 WIB

UNDP: 2,2 Miliar Orang di Dunia Miskin

UNDP: 2,2 Miliar Orang di Dunia Miskin

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2014 | 15:00 WIB

Warga Miskin di Jakarta Meningkat 10 Ribu Orang

Warga Miskin di Jakarta Meningkat 10 Ribu Orang

News | Senin, 21 April 2014 | 17:35 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×