Suara.com - Pemerintah Rusia buka suara menyusul munculnya laporan media soal kebocoran dokumen firma hukum Mossack Fonseca yang menyeret nama orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut Rusia, laporan tersebut merupakan upaya merusak nama baik Putin jelang pemilihan umum negara tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Vladimir Putin, Dmitry Peskov di Istana Kremlin, Senin (4/4/2016). Seperti diberitakan sebelumnya, dalam dokumen yang dimuat di media Jerman, Suddeutsche Zeitung tersebut, dua orang dekat Putin disebut-sebut memiliki perusahaan offshore, yakni berbadan hukum yang berada di negara-negara pemberi pajak rendah ("Tax Haven"/ Surga Pajak).
"Target utama dari informasi yang salah ini adalah presiden kami, khususnya dalam konteks pemilihan umum parlemen yang akan digelar dalam waktu dekat dan dalam konteks sudut pandang jangka panjang, pemilihan presiden dua tahun mendatang," kata Dmitry Peskov seperti dikutip Reuters.
"Rasa takut akan Putin ini telah mencapai pada titik di mana ada tabu untuk mengatakan sesuatu yang baik tentang Rusia, atau tentang banyaknya aksi oleh Rusia maupun pencapaian rusia. Namun sebaliknya segala sesuatunya harus buruk, banyak sekali hal buruk, dan ketika tidak ada lagi yang bisa dikatakan, maka mereka memanipulasinya. Ini terbukti terjadi pada kami," lanjut Peskov.
Peskov menegaskan, pembongkaran dokumen firma Mossack Fonseca tersebut tidak mengungkap sesuatu yang baru tentang Putin.
Seperti dikabarkan sebelumnya dua rekan dekat Presiden Rusia Vladimir Putin juga masuk dalam dokumen itu. Sergey Roldugin, ayah baptis putri Putin, Maria, memiliki tiga perusahaan offshore. Sementara teman masa kecil Putin, Arkady dan Boris Rotenberg memiliki tujuh perusahaan offshore yang terdaftar di British Virgin Islands.
Dokumen tersebut populer dengan sebutan "The Panama Papers", merujuk negara tempat berdirinya firma Mossack Fonseca. Dokumen berisi jutaan file itu pertama kali dimuat oleh surat kabar Jerman Suddeutsche Zeitung berdasarkan penelitian Konsorsium Jurnalis Iinvestigasi Internasional (ICIJ) yang beranggotakan 107 media dari 70 negara.
Mossack Fonseca adalah firma hukum terbesar keempat dunia yang bisa membantu orang-orang berkantong tebal untuk menyembunyikan hartanya di luar negeri. Mossack Foneca bisa mengalirkan dana pengguna jasanya ke perusahaan-perusahaan offshore, yakni perusahaan-perusahaan berbadan hukum yang berada di wilayah yurisdiksi di wilayah Tax Haven “Surga Pajak”.
Negara Surga Pajak sendiri merupakan negara yang memberlakukan pajak amat kecil, bahkan tak jarang tidak memberlakukan pajak sama sekali. Beberapa negara yang termasuk Surga Pajak adalah Swiss, British Virgin Islands, dan Siprus.