Bagi Jokowi Biang Gaduh Bukan DPR, Tapi Justru Pejabat Eselon I

Siswanto | Erick Tanjung | Suara.com

Minggu, 17 April 2016 | 17:21 WIB
Bagi Jokowi Biang Gaduh Bukan DPR, Tapi Justru Pejabat Eselon I
Direktur Eksekutif lembaga Prakarsa‎ Ah Maftuchan [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa Ah Maftuchan mengatakan bulan ini merupakan waktu yang tepat untuk merombak susunan Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Bulan ini momen yang tepat untuk perombakan kabinet. Tak hanya itu, dirjen-dirjen dan deputi itu juga perlu dilakukan perombakan dan perubahan mendasar. Sebab banyak sekali dirjen di kementerian yang masih pelaksana tugas (plt), bahkan mereka tidak mengerti apa itu Nawa Cita," kata Maftuchan dalam diskusi bertajuk Gaduh Partai Jelang Reshuffle: Mau Kemana di Warung Kopi Deli, Jalan Sunda 7, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/4/2016).

Menurut dia saat ini birokrasi di kementerian dan lembaga negara masih memakai cara-cara lama dalam menjalankan fungsi. Bahkan, menurut dia, rata-rata lambat dalam menyelesaikan pekerjaan.

"Jadi sehebat apapun menteri, tapi birokrasinya tidak punya performa yang baik, tidak akan ada perubahan besar. Sementara Pemerintahan Jokowi sekarang butuh akselerasi dalam merealisasikan program kerja yang telah dijanjikan. Jadi tidak hanya perombakan kabinet, tapi juga perlu perombakan level dirjen.‎ Harus kita ingat bahwa dirjen itu kewenangan Presiden, level direktur baru kewenangan menteri," kata Maftuchan.‎

‎Lembaga setingkat kementerian, katanya, juga perlu terobosan baru. Contohnya lembaga Badan Nasional Narkotika, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan Badan Ekonomi Kreatif.

"Kita ambil contoh seperti BNN, sebuah lembaga yang setingkat kementerian ini kalau tidak bagus akan mempengaruhi kinerja Presiden. Begitu pula dengan BNPT, Badan Ekonomi Kreatif dan lainnya," kata Maftuchan.

Maftuchan bercerita dia dan peneliti-peneliti lainnya pernah diundang Presiden Jokowi pada Desember 2015. Presiden mengajak peneliti berdiskusi mengenai kinerja pemerintahan.

Ketika itu, kata dia, Jokowi mengungkapkan yang membuat pusing sebenarnya bukan kegaduhan politik di DPR, tetapi malah pejabat di level eselon I.

"Ketika itu Pak Jokowi bilang yang bikin dia pusing bukan gaduh politik atau kritikan anggota DPR pada pemerintah‎. Namun yang paling berat menurut beliau adalah mengurus birokrasi yang penyakitnya akut. Yaitu pejabat level dirjen, deputi di kementerian," kata dia.

"Saya menganalogikan birokrasi itu ibarat orang yang mengidap obesitas. Saking gemuknya dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri," Maftuchan menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bulan Mei Dinilai Paling Tepat Bila Jokowi Reshuffle Kabinet

Bulan Mei Dinilai Paling Tepat Bila Jokowi Reshuffle Kabinet

News | Minggu, 17 April 2016 | 14:41 WIB

Bila Jokowi Jadi Reshuffle, Kristiadi: Supaya Nggak Gaduh

Bila Jokowi Jadi Reshuffle, Kristiadi: Supaya Nggak Gaduh

News | Rabu, 13 April 2016 | 22:03 WIB

Menteri Nasir Mengaku Siap Dicopot dari Kabinet

Menteri Nasir Mengaku Siap Dicopot dari Kabinet

News | Selasa, 12 April 2016 | 18:47 WIB

Menristekdikti Belum Pernah Dengar Isu Reshuffle di Rapat Kabinet

Menristekdikti Belum Pernah Dengar Isu Reshuffle di Rapat Kabinet

News | Selasa, 12 April 2016 | 18:44 WIB

PKB Minta Partai Koalisi Pemerintah Jangan Mau Dipecah Belah

PKB Minta Partai Koalisi Pemerintah Jangan Mau Dipecah Belah

News | Selasa, 12 April 2016 | 18:14 WIB

Terkini

Soal Prabowo ke Prancis Saat Iduladha, Gerindra Sebut Ini Agenda Negara

Soal Prabowo ke Prancis Saat Iduladha, Gerindra Sebut Ini Agenda Negara

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:08 WIB

Rano Karno Serahkan Sapi Kurban ke RT Canggih di Gandaria

Rano Karno Serahkan Sapi Kurban ke RT Canggih di Gandaria

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:42 WIB

Pramono Wukuf di Arafah, Rano Karno Salat Id di Saf Depan Bersama Warga di Balai Kota

Pramono Wukuf di Arafah, Rano Karno Salat Id di Saf Depan Bersama Warga di Balai Kota

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:28 WIB

Wapres Gibran dan Jan Ethes Salat Iduladha Bersama di Masjid Istiqlal

Wapres Gibran dan Jan Ethes Salat Iduladha Bersama di Masjid Istiqlal

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:17 WIB

Hari H Iduladha, Masjid Istiqlal Sudah Terima 64 Sapi dan 13 Kambing

Hari H Iduladha, Masjid Istiqlal Sudah Terima 64 Sapi dan 13 Kambing

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 07:36 WIB

Nasaruddin Umar Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wapres

Nasaruddin Umar Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wapres

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 07:31 WIB

Kemenpar Bakal Tertibkan Penginapan Ilegal di OTA, 1.600 Akomodasi Terancam Dihapus

Kemenpar Bakal Tertibkan Penginapan Ilegal di OTA, 1.600 Akomodasi Terancam Dihapus

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 07:30 WIB

Jemaah Mulai Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Iduladha 1447 H, Pengamanan Diperketat

Jemaah Mulai Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Iduladha 1447 H, Pengamanan Diperketat

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 06:31 WIB

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB