Analis Intelijen: Pengamanan Maritim Perlu Diperketat

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 12 Mei 2016 | 10:28 WIB
Analis Intelijen: Pengamanan Maritim Perlu Diperketat
Pakar Intelijen dan Terorisme, Ridlwan Habib. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Analis Intelijen sekaligus peneliti S2 Kajian Stratejik Intelijen Universitas Indonesia, Ridlwan Habib mengapresiasi pembebasan 4 warga negara Indonesia yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. Dia mengacungkan jempul untuk kerjasama Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Filipina.

Sebelumnya, selang 10 hari setelah pembebasan 10 WNI, pemerintah Indonesia berhasil membawa pulang 4 ABK Kapal TB Henry dari Pulau Jolo, Filipina. Presiden Joko Widodo memastikan 4 WNI dalam keadaan sehat.

"Ini merupakan keberhasilan yang harus diapresiasi. Kerja manis intelijen RI dan Filipina yang saling berkoordinasi, " ujar Ridlwan Habib dalam pernyataannya, Kamis (12/5/2016).

Menurut dia, Filipina berperan besar dalam aksi pembebasan itu. Setelah 10 WNI bebas, pemerintah Jokowi mengundang Malaysia dan Filipina ke Yogyakarta. Dari pertemuan itu, didapatkan satu komitmen intelligence sharing antar institusi.

"Pihak Filipina berperan besar dalam menyelamatkan 4 wni kita. Mereka bisa pulang dengan selamat ke pangkuan NKRI,"katanya.

Ridlwan menjelaskan, dengan kembalinya 14 sandera merupakan prestasi komunitas intelijen dan diplomasi Kemlu yang taktis. Menlu Retno dan Dubes Filipina, kata dia, menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam menyelamatkan warganya. Pembebasan ini juga membuktikan bahwa Presiden Jokowi berkomitmen penuh dalam perlindungan WNI di luar negeri.

"Saat ini yang harus segera diantisipasi adalah jangan sampai ini terulang kembali. Keamanan maritim dan kerjasama intelijen harus terus ditingkatkan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mei Ini, Kelompok Abu Sayyaf Ancam Sembelih 4 WN Malaysia

Mei Ini, Kelompok Abu Sayyaf Ancam Sembelih 4 WN Malaysia

News | Rabu, 11 Mei 2016 | 17:07 WIB

Empat WNI Dibebaskan, Jokowi: Alhamdulillah

Empat WNI Dibebaskan, Jokowi: Alhamdulillah

News | Rabu, 11 Mei 2016 | 17:03 WIB

Luhut: Pemerintah Investigasi Posisi 4 WNI Disandera di Filipina

Luhut: Pemerintah Investigasi Posisi 4 WNI Disandera di Filipina

News | Selasa, 10 Mei 2016 | 00:48 WIB

Pilpres Filipina Tak Ganggu Upaya Bebaskan Empat WNI

Pilpres Filipina Tak Ganggu Upaya Bebaskan Empat WNI

News | Senin, 09 Mei 2016 | 17:18 WIB

Pemilu Filipina Diwarnai Ledakan Granat

Pemilu Filipina Diwarnai Ledakan Granat

News | Senin, 09 Mei 2016 | 11:55 WIB

Menlu Retno Pastikan 4 Sandera ABK Kapal Tunda Henry Sehat

Menlu Retno Pastikan 4 Sandera ABK Kapal Tunda Henry Sehat

News | Jum'at, 06 Mei 2016 | 01:34 WIB

Pesan Politik Pertemuan RI, Malaysia, dan Filipina di Yogya

Pesan Politik Pertemuan RI, Malaysia, dan Filipina di Yogya

News | Kamis, 05 Mei 2016 | 14:02 WIB

Deklarasi di Yogya, RI, Filipina, Malaysia Siap Patroli Bersama

Deklarasi di Yogya, RI, Filipina, Malaysia Siap Patroli Bersama

News | Kamis, 05 Mei 2016 | 13:54 WIB

Jokowi Bertemu Menlu dan Panglima Filipina - Malaysia di Yogya

Jokowi Bertemu Menlu dan Panglima Filipina - Malaysia di Yogya

News | Kamis, 05 Mei 2016 | 13:40 WIB

4 WNI Ditawan di Filipina, Jokowi: Yang Jelas TKP Kita Sudah Tahu

4 WNI Ditawan di Filipina, Jokowi: Yang Jelas TKP Kita Sudah Tahu

News | Kamis, 05 Mei 2016 | 13:25 WIB

Terkini

Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!

Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:38 WIB

Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan

Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:33 WIB

Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:20 WIB

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan

Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:09 WIB

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:57 WIB

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:46 WIB

Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun

Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:37 WIB