Dua Tahun Berjalan, JKN hadapi Tantangan Ini

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 30 Mei 2016 | 15:13 WIB
Dua Tahun Berjalan, JKN hadapi Tantangan Ini
Jaminan Kesehatan Nasional. [jkn.kemkes.go.id]

Suara.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tak terasa sudah berjalan lebih dari dua tahun. Pemerintah dalam hal ini Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek pun mengevaluasi, masih terdapat beberapa kekurangan dalam pelaksanannya. Meski demikian ia mengatakan tetap ada sisi positif yang bisa diambil dari sistem asuransi kesehatan ini.

"Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini baru berumur 2 tahun 5 bulan, kalau bayi baru lahir ini merupakan 1000 hari pertama kehidupan yang tentu ada negatifnya, tapi juga banyak positifnya yakni memudahkan akses masyarakat ke fasilitas kesehatan," ujar Menkes Nila pada 'Evaluasi JKN' di kawasan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Peningkatan akses pelayanan kesehatan ini, disampaikan Menkes Nila memang berpihak pada masyarakat miskin. Ia mengatakan bahwa masyarakat miskin selama ini memiliki status kesehatan yang rendah karena faktor kemiskinan dan pendidikan yang rendah.

"Memang masyarakat miskin ini tingkat pendidikannya rendah sehingga mempengaruhi status kesehatannya. Namun dengan adanya sistem JKN, masyarakat miskin memiliki kemudahan untuk meningkatkan status kesehatannya melalui subsidi premium," ujar Menkes.

Meski demikian, ia tak memungkiri bahwa JKN masih belum sesuai dengan harapan masyarakat karena adanya tantangan dalam pelaksanaan JKN.

Tantangan pertama, menurut Menkes Nila,  keterbatasan iuran JKN. Seperti diketahui pemerintah masih memberlakukan subsidi kepada kelompok penerima bantuan iuran (PBI) sebanyak 104.922.839 juta jiwa atau sekitar 63.25 persen dari keseluruhan peserta Jaminan Kesehatan Nasional.

"Keterbatasan iuran membuat pendapatan dari JKN juga terbatas, dan ini masih menjadi tantangan bagi kami," imbuhnya.

Kedua, adanya perbedaan risiko kesehatan yang diderita Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan kelompok non PBI. Peserta JKN golongan PBI lebih sering mengidap penyakit kronis dan katastropik seperti jantung, stroke, diabetes, kanker, dan gagal ginjal dibandingkan pada kelompok non PBI.

"Ketiga, adanya transisi epidimiologi, dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Bahkan 23.3 persen anggaran JKN didominasi untuk pembiayaan penyakit katastropik. Seharusnya didorong untuk pencegahan atau preventif," imbuhnya.

Tantangan keempat, lanjut Menkes Nila, belum meratanya fasilitas kesehatan, sumber daya manusia dan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.  Menurut Menkes, penguatan pelayanan kesehatan merupakan bagian penting yakni dengan pemerataan akses, penguatan sistem rujukan, dan melibatkan pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah.

Terakhir adalah pembiayaan JKN yang hingga kini masih defisit. Hal ini dikarenakan pengeluaraan pembiayaan JKN masih lebih besar daripada pemasukan melalui iuran.

"Dengan evaluasi ini saya harapkan bisa dibicarakan bersama dari pihak RS, IDI, BPJS, DJSN, dan Kemenkes, sehingga kita sama-sama melihat dimana kekurangannya dan memberi asupan sehingga bisa lebih baik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

YLKI: Kenaikan Iuran BPJS Melanggar Nawacita!

YLKI: Kenaikan Iuran BPJS Melanggar Nawacita!

Bisnis | Minggu, 13 Maret 2016 | 22:17 WIB

Rencana Menkes Naikkan Iuran JKN Dikecam

Rencana Menkes Naikkan Iuran JKN Dikecam

Bisnis | Jum'at, 08 Januari 2016 | 06:08 WIB

RSUD Kota Bekasi Hentikan Layanan Pasien SKTM Asal Kabupaten

RSUD Kota Bekasi Hentikan Layanan Pasien SKTM Asal Kabupaten

News | Selasa, 01 April 2014 | 16:27 WIB

Terkini

Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela

Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:00 WIB

Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit

Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit

Jogja | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:00 WIB

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:56 WIB

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:45 WIB

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:43 WIB

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:39 WIB

×