LGBT Indonesia Kutuk Penembakan Massal di Klub Gay Orlando

Selasa, 14 Juni 2016 | 22:34 WIB
LGBT Indonesia Kutuk Penembakan Massal di Klub Gay Orlando
Aksi LGBT protes kekerasan seksual anak dan perempuan (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Belasan organisasi dan puluhan individu yang mengatasnamakan Gerakan Keberagaman Seksualitas Indonesia (GKSI) mengutuk teror penembakan massal di klub gay di Orlando, Florida, Amerika Serikat. Pengutukan juga disampaikan masyarakat sipil lainnya.

Dalam siaran persnya, GKSI menyatakan penembakan yang terjadi, Minggu (12/6/2016) lalu itu merupakan tragedi kemanusiaan. Klub Pulse tempat penembakan terjadi sudah lebih dari 15 tahun menjadi tempat komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) saling bertemu.

"Media lokal menyebutkan pelaku melakukan teror penembakkan didasari atas kebencian terhadap kelompok LGBT. Ini sebuah ironi, di mana Amerika Serikat, sebuah tempat yang sangat mendorong pemenuhan hak-hak LGBT di negaranya bahkan di dunia mengalami aksi teror seperti itu," begitu tulis siaran pers yang diunggah di situs organisasi LGBT Indonesia, Suara Kita, Selasa (14/6/2016) malam.

"Kami atas nama Gerakan Keberagaman Seksualitas Indonesia (GKSI) dan kelompok masyarakat sipil di Indonesia sebagai bagian dari warga dunia mengutuk keras aksi teror tersebut. Kepada korban dan keluarga korban, kami ucapkan belasungkawa dan turut berduka atas tragedi kemanusiaan ini. Karena atas dasar apapun, seseorang tidak boleh melakukan kekerasan. Kami pun menolak mengaitkan aksi ini dengan agama pelaku. Bagi Kami, aksi ini adalah murni aksi teror yang didasari oleh kebencian, tidak ada agama yang menganjarkan terorisme. Teror ini menjadi petanda bahwa LGBT di manapun berada hidup dalam ketidak-amanan, baik itu di negara berkembang maupun di negara yang tergolong maju," begitu pernyataan mereka.

GKSI meminta pemerintah Indonesia berperan aktif menyuarakan, mempromosikan, mengkampanyekan hak-hak LGBT baik di tingkat nasional maupun Internasional

Mengantisipasi secara sistematis segala kemungkinan aksi kekerasan serupa terjadi terhadap LGBT maupun kelompok marginal lainnya di Indonesia. Selain itu pemerintah harus membuat regulasi yang memastikan kelompok LGBT terlindungi dari aksi kekerasan dan diskriminasi pada ruang privat maupun publik.

Pemerintah juga harus mengajak publik khususnya tokoh agama untuk terus mengembangkan pendidikan perdamaian yang mempunyai nilai non-kekerasan dan non-diskriminasi pada siapapun khususnya kelompok LGBT.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI