Tengah Hari Bolong, Uang Jutaan Rupiah Bertebaran di Bekasi

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 29 Juni 2016 | 12:59 WIB
Tengah Hari Bolong, Uang Jutaan Rupiah Bertebaran di Bekasi
Suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Ada uang bertebaran di udara di sekitar Jalan Raya Sultan Agung, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/6/2016) siang. Peristiwa itu mengejutkan pengendara yang melintas

"Kejadiannya sekitar pukul 11.00 WIB tepat di depan SPBU Jalan Sultan Agung dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas," kata salah satu pengendara Jaenudin Ishaq (31) di Bekasi.

Uang yang bertebaran itu jenis uang kertas pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Uang melayang-layang di udara terhempas angin.

Uang tersebut berhamburan di badan jalan dan trotoar dan diperebutkan oleh para pengendara dan pejalan kaki yang kebetulan melintas.

"Perkiraan saya uangnya total mencapai jutaan rupiah dengan cetakan baru. Perkiraan saya total uangnya ada sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta," katanya.

Jaenuddin mengaku tidak mengetahui dari mana datangnya uang itu. Sebab situasi jalan pada saat kejadian sangat ramai dan semerawut dengan orang-orang yang saling berebutan uang.

"Pas saya lihat, banyak pengendara yang turun ke jalan memungut uang dan melompat-lompat meraih uang yang beterbangan," katanya.

Jaenudin mengaku tidak sempat memperoleh uang tersebut karena lembaran uang itu langsung habis diambil pengendara hanya dalam waktu singkat.

"Kira-kira 5-10 menit, uangnya langsung habis. Saya nyesel juga tidak ikut memungut uang," katanya.

Sementara itu, pengendara lainnya Agus (35) mengaku mengantonhi uang kaget itu hingga Rp500 ribu.

"Saya langsung turun dari motor saat ada di tengah jalan. Ini kejadian langka. Lumayan buat beli baju Lebaran," katanya.

Tidak saja Agus, pengendara lain bahkan petugas keamanan di dekat lokasi kejadian tak mau kalah ikut mengambil uang itu. Salah satu saksi mata, Budi Susanto (32). Kata dia, uang tersebut berasal dari salah satu mobil yang sempat melintas di lokasi itu.

"Uangnya saya lihat keluar dari kaca samping mobil itu. Saya tidak tahu apakah uang itu sengaja disebar untuk dibagikan, atau memang tidak sengaja terjatuh," katanya.

Dikatakan Budi, mobil tersebut memiliki ciri warna hitam jenis mobil Multi Purpose Vehicle (MPV).

"Mirip-mirip mobil Toyota Innova. Saya sempat niat mau mengejar, tapi keburu hilang," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI: Rupiah Terdepresiasi 1,95 Persen pada Mei 2016

BI: Rupiah Terdepresiasi 1,95 Persen pada Mei 2016

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 09:25 WIB

Pengamat: Ambruknya Kurs Rupiah Disebabkan Tiga Faktor

Pengamat: Ambruknya Kurs Rupiah Disebabkan Tiga Faktor

Bisnis | Kamis, 09 Juni 2016 | 14:11 WIB

Forextime: Harga Minyak Menguat, Rupiah Justru Semakin Melemah

Forextime: Harga Minyak Menguat, Rupiah Justru Semakin Melemah

Bisnis | Kamis, 09 Juni 2016 | 11:41 WIB

Forextime: Rupiah Alami Pemulihan Hebat pada Dolar AS

Forextime: Rupiah Alami Pemulihan Hebat pada Dolar AS

Bisnis | Rabu, 08 Juni 2016 | 12:25 WIB

BI Salahkan Ekonomi Global karena Rupiah Terus Melemah

BI Salahkan Ekonomi Global karena Rupiah Terus Melemah

Bisnis | Rabu, 25 Mei 2016 | 17:06 WIB

Terkini

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB