Pengamat: Ambruknya Kurs Rupiah Disebabkan Tiga Faktor

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 09 Juni 2016 | 14:11 WIB
Pengamat: Ambruknya Kurs Rupiah Disebabkan Tiga Faktor
Peneliti Pusat Kajian Ekonomi Politik Universitas Bung Karno Salamuddin Daeng. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Pengamat Pusat Kajian Ekonomi Politik Universitas Bung Karno (UBK) Salamuddin Daeng memprediksi salah satu pilar utama ekonomi Jokowi yakni nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) akan terjungkal. Ambruknya nilai tukar berdampak ke segala arah mulai dari anggaran pemerintah hingga daya beli rakyat.

Ada tiga faktor yang menjadi penyebabnya. Pertama, dampak terhadap  penerimaan dan pengeluaran negara. Rata rata nilai tukar pada era Rezim Jokowi berkisar antara Rp13.400 /Dolar AS sampai dengan Rp14.000/Dolar AS. "Pada era Rezim SBY berkisar antara Rp7.000/Dolar AS sampai dengan Rp10.000/Dolar AS," kata Salamudin dalam keterangan tertulis, Kamis (9/6/2016). 

Pada tingkat penerimaa negara  yang tidak meningkat dibandingkan era SBY bahkan cenderung menurun, maka penerimaan negara pada era Jokowi telah turun separuh dalam Dolar AS. Sementara pemerintah menggunakan sebagian besar belanja barang untuk membeli barang barang impor dengan dolar, membayar utang luar negeri dan menggaji para pekerja asing.

Jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar adalah kunci kejatuhan ekonomi Jokowi. Ia menuding pemerintahan ini memainkan siasat bodoh dengan membiarkan nilai tukar rendah agar penerimaan utang mereka membengkak besar ketika di konversi ke dalam rupiah. 

"Padahal itu memukul APBN sendiri yang digunakan membeli barang impor, pembayaran utang pokok dan bunga. ke depan nilai tukar akan terus merosot memasuki bulan puasa dimana impor akan meningkat dan periode bayar Utang Negara dan perusahaan swasta dimulai," jelas Salamudin.

‎Kedua, penurunan nilai tukar mengancam jantung perusahaan perusahaan swasta yang sebelumnya telah mengalami anemia/kurang darah karena menyusutnya penerimaan baik penerimaan riil maupun penerimaan pasar keuangan, namun sisi lain kewajiban menggunung. 

Sepanjang 2015 perusahaan perusahaan swasta di sektor komoditas sekarat, default, gagal bayar kewajiban dan utang. Perdagangan saham mereka dihentikan karena harganya tinggal beberapa perak. "Tahun 2016 adalah tahun yang memilukan bagi pemilik perusahaan properti, sekutunya pemerintahan Jokowi sekarang," tambah Jokowi.

Ketiga, merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS akan menyebabkan meningkatnya harga barang barang impor baik Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun pangan yang merupakan dua komoditas yang bergantung pada impor karena terpuruknya produksi minyak dan pangan nasional.

Menjelang puasa harga harga bahan pokok akan segera merangkak naik. Bulan puasa akan menjadi momentum membuka keran impor ugal ugalan. Namun pembiayaan impor akan semakin memicu merosotnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS. Spekulan berpandangan Inilah saat nya memborong dolar.

‎Tidak hanya spekulan mata uang yang menerima berkah pemerintahan Jokowi. Momentum ini akan menjadi kesempatan para Spekulan pangan untuk menumpuk pangan pangan impor di gudang gudang mereka.

"Sementara rakyat dipaksa menanggung beban kebusukan pemerintahan ini yang memainkan strategi nilai tukar rendah untuk mendongkrak penerimaan rupiah dalam rangka menutup lebih dari separuh kekurangan belanja APBN tahun 2016  dari utang luar negeri. Mari siap-siap rakyat menanggung kenaikan harga harga menjelang puasa," tutup Salamudin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Bakal Siaga Pelototi Rupiah saat Libur Lebaran 2026

BI Bakal Siaga Pelototi Rupiah saat Libur Lebaran 2026

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 09:18 WIB

BI Batasi Pembelian Tunai Dolar Mulai April, Rupiah Terus Melemah

BI Batasi Pembelian Tunai Dolar Mulai April, Rupiah Terus Melemah

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:57 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:42 WIB

Belum Bangkit, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.965/USD

Belum Bangkit, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.965/USD

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 09:55 WIB

Rupiah Kian Terjepit, Ancaman Level Rp17.000 Mulai Menghantui

Rupiah Kian Terjepit, Ancaman Level Rp17.000 Mulai Menghantui

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:38 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Dolar AS Mulai Naik ke Level Rp16.910

Rupiah Masih Tertekan, Dolar AS Mulai Naik ke Level Rp16.910

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:49 WIB

Rupiah Masih Lemas Lawan Dolar AS ke Level Rp16.893

Rupiah Masih Lemas Lawan Dolar AS ke Level Rp16.893

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 09:35 WIB

Rupiah Menguat Tips, Dolar AS Sentuh ke Level Rp16.861

Rupiah Menguat Tips, Dolar AS Sentuh ke Level Rp16.861

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 09:52 WIB

Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 21:06 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia

Nilai Tukar Rupiah Menguat Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:20 WIB

Terkini

Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!

Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:25 WIB

Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking

Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 09:00 WIB

IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!

Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:47 WIB

Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat

Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 07:05 WIB

Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK

Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:55 WIB

Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri

Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:52 WIB

Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H

Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:39 WIB

Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain

Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:05 WIB

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:34 WIB