Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Forextime: Harga Minyak Menguat, Rupiah Justru Semakin Melemah

Adhitya Himawan

Kamis, 09 Juni 2016 | 11:41 WIB
Forextime: Harga Minyak Menguat, Rupiah Justru Semakin Melemah
Suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Chief Market Analyst Forextime Jameel Ahmad mengatakan walaupun harga minyak yang semakin menguat dan meningkatkan optimisme seluruh eksportir komoditas seharusnya meningkatkan selera investor terhadap instrumen yang lebih berisiko seperti pasar berkembang, Rupiah justru semakin melemah terhadap Dolar. Di hari Rabu (8/6/2016), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS ditutup di level 13,268.

"Walaupun penurunan Rupiah tidak terlalu signifikan, kontributor utama terhadap lemahnya momentum mata uang ini adalah turunnya selera risiko setelah World Bank menurukan perkiraannya tentang prospek ekonomi global. Pada ranah domestik, pemerintah Indonesia juga dilaporkan akan mengurangi target pertumbuhan ekonomi 2016 karena adanya sinyal perlambatan konsumsi domestik. Ini akan semakin memperburuk sentimen ekonomi nasional," kata Jameel dalam keterangan resmi, Kamis (9/6/2016).  

Atmosfer di pasar global secara umum tetap waspada. Rendahnya selera risiko mengurangi ketertarikan investor terhadap pasar saham. Sentimen ekonomi global secara umum dan selera risiko investor mungkin mengalami pukulan karena berita penurunan prospek global World Bank. Tentu saja ada sejumlah ketidakpastian lain yang menyebabkan memburuknya ketertarikan investor pada aset berisiko, contohnya ketidakpastian arah suku bunga AS dan referendum Uni Eropa mendatang.  

Di samping berita tentang masalah ekonomi global, berita yang lebih menggembirakan datang dari Jepang. Pertumbuhan ekonomi Jepang meningkat pada basis disetahunkan selama triwulan pertama 2016. Dampaknya, Yen menguat di pasar valas. Namun kita mengetahui bahwa mata uang Jepang ini memang menarik selama beberapa saat terakhir karena adanya aksi penghindaran risiko di pasar. Tekanan terhadap BoJ untuk mengintervensi pasar atau mengeluarkan stimulus moneter lanjutan akan semakin besar bulan depan. Saya rasa banyak yang menantikan apa yang akan terjadi seiring dengan pergerakan USDJPY menuju sekitar 106. 

Masih ada ruang untuk optimisme di ekonomi global. Eksportir besar minyak mentah akan bergembira mendengar kabar bahwa harga minyak WTI mencapai level tertinggi 10 bulan di atas level 50 Dolar Amerika Serikat (AS), tepatnya sekitar 50,85 Dolar AS. Ada sejumlah alasan yang mungkin menjelaskan mengapa investor ingin membuka posisi beli, antara lain potensi gangguan pasokan di Nigeria, ekspektasi peningkatan permintaan global, dan melemahnya Dolar AS. Seluruh faktor ini memberi platform untuk peningkatan harga minyak. Kita juga perlu mengetahui bahwa prospek pertengahan tahun kedua 2016 dari sejumlah institusi terkemuka mengatakan bahwa persediaan minyak mentah global akan mengalami penurunan tajam sehingga dalam jangka waktu menengah harga minyak mungkin semakin menguat.

Walaupun oversuplai minyak di dunia masih terus menciptakan bias negatif terhadap pasar minyak, penutupan mingguan di atas $51 pada akhir pekan perdagangan ini dapat membuka jalan menuju peningkatan harga minyak lebih lanjut. 

GBP terus mengalami sensitivitas tinggi dan pergolakan harga menjelang referendum Uni Eropa yang akan digelar dalam dua pekan mendatang. GBPUSD mengalami pergerakan naik turun tajam. Ayunan harga yang drastis acap kali terjadi. Pasangan mata uang ini diperdagangkan dalam rentang fantastis 300 pip selama dua hari terakhir saja. Berita yang beredar kemarin bahwa investor memindahkan investasi sebesar miliaran GBP dari aset Inggris ke instrumen lain adalah bukti bahwa investor mengalami ketidakpastian serius menjelang referendum bersejarah ini. Hal ini juga menentang opini bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa tidak akan berpengaruh besar terhadap ekonomi negara tersebut. 

Komentar dari Gubernur Fed Janet Yellen baru-baru ini yang mengatakan bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dapat membawa dampak ekonomi sangat besar juga mematahkan argumen bahwa Brexit tidak akan berpengaruh luas terhadap ekonomi global. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:35 WIB

DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan

DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:16 WIB

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Makin Terpuruk! Tembus Rp17.839 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah Makin Terpuruk! Tembus Rp17.839 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:02 WIB

Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang

Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:32 WIB

Rupiah Guncang, Bunga Melejit: Siap-Siap Dompet Masuk UGD

Rupiah Guncang, Bunga Melejit: Siap-Siap Dompet Masuk UGD

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 14:19 WIB

Orang Desa Tak Pakai Dolar tapi Buruh Pabrik Kendaraan Terdampak, Akankah Harga Mobil Naik?

Orang Desa Tak Pakai Dolar tapi Buruh Pabrik Kendaraan Terdampak, Akankah Harga Mobil Naik?

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 16:44 WIB

Ironi Pelemahan Rupiah: Mengapa Masyarakat Desa Menanggung Beban Terberat?

Ironi Pelemahan Rupiah: Mengapa Masyarakat Desa Menanggung Beban Terberat?

Your Say | Senin, 18 Mei 2026 | 15:06 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:05 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB