Geruduk RS Elisabeth, Orangtua Korban Vaksin Palsu Kecele

Ruben Setiawan

Jum'at, 15 Juli 2016 | 20:23 WIB
Geruduk RS Elisabeth, Orangtua Korban Vaksin Palsu Kecele
Orangtua yang khawatir anaknya jadi korban vaksin palsu mendatangi RS ST. Elisabeth, Bekasi. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Puluhan orang tua yang khawatir anaknya menjadi korban vaksin palsu menuntut pihak Rumah Sakit ST. Elisabeth, Jalan Raya Narogong, Bekasi, untuk memberikan penjelasan dan bertanggungjawab terkait dugaan pemberian vaksin palsu oleh rumah sakit tersebut, Jumat (15/7/2016).

Menurut salah satu orangtua, Bryan (27), dirinya sudah dijanjikan pihak rumah sakit untuk diberi penjelasan terkait vaksin palsu. Bahkan, kata Bryan, janji tersebut sudah diberikan sejak Kamis malam.

Kata Bryan, pihak Rumah Sakit juga menjanjikan akan membuka posko pengaduan. Namun sejak Jumat pagi hingga petang, tidak kunjung ada penjelasan dari rumah sakit.

"Dari semalam saya dan teman-teman sudah dijanjiin, sampai sekarang kita tunggu dari pagi sampai sekarang nggak ada, kita butuh kejelasan. Posko aja nggak ada," ujar Bryan kepada Suara.com, di RS ST Elisabeth, Bekasi (15/7/2016).

Hal yang sama diungkapkan Edy yang putrinya sejak empat bulan lalu menjalani imunisasi di rumah sakit tersebut. Ia pun sejak siang telah menunggu kejelasan dari pihak rumah sakit.

"Kita cuma butuh kejelasan tapi mereka nggak ada omongan. Kita cuma ingin anak kita dijamin sehat," ungkapnya.

Menurut pengamatan Suara.com, puluhan orangtua tersebut yang berada di dalam rumah sakit mendesak pihak rumah sakit untuk bertanggung jawab terkait dugaan pemberian vaksin palsu.

Hingga kini para orang tua masih menunggu penjelasan dari RS ST Elizabeth.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan mengungkapkan daftar 14 rumah sakit dan delapan klinik yang menerima distribusi vaksin palsu. Rumah Sakit ST Elisabeth termasuk salah satu diantaranya.

Sementara itu Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ari Dono ‎menyatakan sudah ada 20 tersangka yang diamankan dari kasus vaksin palsu. Sebanyak 16 di antaranya dilakukan penahanan, sedangkan empat lainnya tidak ditahan.

Sebagian besar dari 20 tersangka ini ‎memiliki latar belakang di bidang farmasi dan kesehatan dan tersangka yang memiliki apotek sendiri.
dari 20 tersangka, enam orang ditetapkan sebagai produsen, lima orang tersangka sebagai distributor, 3 tersangka penjual, 2 tersangka pengepul botol vaksin, 1 tersangka pencetak label dan bungkus, 1 tersangka sebagai bidan, 2 tersangka sebagai dokter .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Rahasia Lipat Gandakan Omzet Lewat Ekosistem AI dan GrabModal

Rahasia Lipat Gandakan Omzet Lewat Ekosistem AI dan GrabModal

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:44 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Ketua BGN, Apakah Dapat Tunjangan Seumur Hidup?

Nanik S Deyang Mundur dari Ketua BGN, Apakah Dapat Tunjangan Seumur Hidup?

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:43 WIB

Berangkat Cerdas: Mengubah Lelah Menjadi Faedah di Bangku Transportasi Umum

Berangkat Cerdas: Mengubah Lelah Menjadi Faedah di Bangku Transportasi Umum

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:41 WIB

Ulasan Novel Perundungan Maut, Pembalasan Dendam Para Korban Perundungan

Ulasan Novel Perundungan Maut, Pembalasan Dendam Para Korban Perundungan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:35 WIB

Samsung Hadirkan Bespoke AI Refrigerator, Revolusi Manajemen Dapur di Musim Sekolah 2026

Samsung Hadirkan Bespoke AI Refrigerator, Revolusi Manajemen Dapur di Musim Sekolah 2026

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:33 WIB

Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut

Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:30 WIB

Usai Mundur, Nanik Spill Tipis-tipis Sosok Kepala BGN Baru: Siap Jewer kalau Menyimpang

Usai Mundur, Nanik Spill Tipis-tipis Sosok Kepala BGN Baru: Siap Jewer kalau Menyimpang

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:28 WIB

Weton Tulang Wangi Hari Apa? Ini Ciri-Ciri Kepribadiannya Menurut Primbon Jawa

Weton Tulang Wangi Hari Apa? Ini Ciri-Ciri Kepribadiannya Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:25 WIB

Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi

Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:22 WIB

Cukai Vape Sumbang Rp2,8 T, Bea Cukai Wanti-wanti Ledakan Produk Ilegal Ancam Penerimaan Negara

Cukai Vape Sumbang Rp2,8 T, Bea Cukai Wanti-wanti Ledakan Produk Ilegal Ancam Penerimaan Negara

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:20 WIB

×