Kontingen Indonesia Kenakan Batik Parang saat Defile

Esti Utami | Suara.com

Sabtu, 16 Juli 2016 | 02:05 WIB
Kontingen Indonesia Kenakan Batik Parang saat Defile
Tim Olimpiade Indonesia saat dilepas di halaman Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara,‎ Jakarta, Rabu (21/6/2016). (suara.com/Erick Tanjung)

Suara.com - Kontingen Indonesia memamerkan seragam defile yang akan dipakai pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil pada 5 Agustus 2016 mendatang.

"Seragam ini merupakan perpaduan antara jas dan batik. Motif batik pada seragam ini mencerminkan Indonesia sebagai negara besar dan kaya akan budaya," kata Ketua Kontingen Indonesia di Olimpiade Rio 2016 Raja Sapta Oktohari kepada media di Jakarta, Jumat (16/7/2016) malam.

Seragam defile kontingen Merah-Putih itu merupakan hasil kreasi Prima Suci Ariani yang menampilan perpaduan motif garuda dengan motif parang dalam busana model jas.

"Tapi, seragam ini hanyalah bagian kecil dari pakaian lain adat di Indonesia yang akan kami tampilkan dalam defile Olimpiade nanti," ujar Okto.

Okto mengatakan atlet laki-laki juga akan memakai ikat kepala khas Bali atau udeng selain unsur pakaian dari daerah lain seperti Papua. Kontingen Indonesia, lanjut Okto, belum menetapkan anggota kontingen yang akan membawa bendera Merah-Putih maupun susunan tim defile.

"Kami akan berkoordinasi dengan cabang-cabang olahraga yang nanti akan bertanding di Rio, Brasil. Tapi, kami tidak ingin mengganggu jadwal bertanding mereka karena tujuan kami ke Olimpiade adalah menjemput medali emas untuk Indonesia," kata Okto.

Beberapa atlet yang diperkirakan dapat mengikuti defile Olimpiade, menurut Okto, adalah atlet-atlet cabang bulu tangkis dan angkat besi.

"Sebenarnya angkat besi juga ada pertandingan setelah pembukaan, selain dayung. Panahan tidak dapat ikut karena pada hari yang sama mereka ada pertandingan," katanya.

Okto lebih memprioritaskan para atlet untuk beradaptasi dengan kondisi di Brasil demi kesuksesan pertandingan Olimpiade 2016 dibanding mengikuti upacara pembukaan.

Sementara, Suci mengaku desain seragam defile kontingen Indonesia itu merupakan karya pertamanya yang akan dipakai mewakili  Merah-Putih dalam ajang internasional.

"Saya banyak berdiskusi dengan Okto untuk seragam itu. Misalnya, motif sayap burung garuda yang melambangkan semangat Indonesia. Sedangkan motif parang melambangkan kesinambungan prestasi
olahraga Tanah Air," ujar Suci.

Pemilik toko batik Cita Prima itu mengatakan telah diminta merancang seragam defile kontingen Indonesia pada pertengahan Mei 2016. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa

Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:19 WIB

Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global

Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:10 WIB

Perjalanan Batik Tulis Ethnic Gendhis, dari Ruang Tamu hingga Ekspor ke Inggris

Perjalanan Batik Tulis Ethnic Gendhis, dari Ruang Tamu hingga Ekspor ke Inggris

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 06:30 WIB

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:53 WIB

Novel Canting: Usaha Menjaga Batik Tulis di Tengah Gempuran Batik Printing

Novel Canting: Usaha Menjaga Batik Tulis di Tengah Gempuran Batik Printing

Your Say | Senin, 20 April 2026 | 16:00 WIB

Purbaya Borong Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Sebut Pasar Tradisional Tidak Mati Suri

Purbaya Borong Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Sebut Pasar Tradisional Tidak Mati Suri

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05 WIB

Menjahit Sukses Bersama BRI, Pekatan Batik Mendunia Lewat Sentuhan Modern

Menjahit Sukses Bersama BRI, Pekatan Batik Mendunia Lewat Sentuhan Modern

Bri | Minggu, 15 Maret 2026 | 12:39 WIB

Detail Tersembunyi di Jersey Baru Timnas Indonesia, Erick Thohir Ungkap Fakta Menarik!

Detail Tersembunyi di Jersey Baru Timnas Indonesia, Erick Thohir Ungkap Fakta Menarik!

Bola | Jum'at, 13 Maret 2026 | 20:40 WIB

5 Rekomendasi Gamis Jodha Akbar Beragam Motif: Bunga sampai Batik

5 Rekomendasi Gamis Jodha Akbar Beragam Motif: Bunga sampai Batik

Lifestyle | Sabtu, 28 Februari 2026 | 12:47 WIB

Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara

Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 17:46 WIB

Terkini

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB