Militer dan Pemerintahan Erdogan Masih Saling Klaim Berkuasa

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 16 Juli 2016 | 10:41 WIB
Militer dan Pemerintahan Erdogan Masih Saling Klaim Berkuasa
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Reuters/Umit Bektas).

Militer Tukri pada Jumat (Sabtu WIB 16/7/2016)) mengklaim telah mengambil alih kuasa, sementara perdana menteri menyatakan upaya percobaan kudeta akan digagalkan, seraya menjamin pemerintahan terpilih masih punya kewenangan yang sah.

Jika berhasil, kudeta terhadap Presiden Tayyip Erdogan, berkuasa di Turki sejak 2003, akan menjadi pemindahan kuasa terbesar negara Timur Tengah itu, hingga mengubah tatanan negara sekutu terpenting Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan, pemerintahan terpilih masih tetap berwenang atas jabatannya.

Saat ini belum ada komentar langsung dari Presiden Erdogan. Namun, seorang sumber dari kantor kepresidenan mengatakan, presiden dipastikan aman.

Akibat percobaan kudeta itu, bandara pun ditutup, akses internet ke laman media sosial juga diputus. Bahkan tentara ikut menyegel dua jembatan Bosphorus, Istanbul yang salah satunya masih menyalakan lampu berwarna merah, putih, biru sebagai aksi solidaritas terhadap korban penabrakan truk di Prancis pada Hari Bastille sehari sebelumnya.

Televisi pemerintah TRT mengumumkan aturan jam malam di seluruh negeri.

Penyiar membacakan pernyataan sesuai perintah militer, menuduh bahwa pemerintah telah mengancam demokrasi dan aturan hukum sekuler negara itu.

Negara itu akan dijalankan oleh "dewan damai" yang akan menjamin keamanan warga, katanya.

Menteri Luar (Menlu) Negeri AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov berkomentar usai pertemuan di Moskow, keduanya berharap pihak terkait dapat menghindari kemungkinan pertumpahan darah.

Turki, negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan kekuatan militer besar kedua di blok barat, merupakan sekutu terpenting AS berperang melawan pegaris keras IS.

Negara itu merupakan pendukung utama oposisi Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang warga di negara itu, serta menjadi negara tujuan yang menampung dua juta pengungsi Suriah.

Turki tengah menghadapi perang dengan kelompok pembelot Kurdi, juga sempat banyak diserang aksi penembakan dan bom tahun ini, termasuk insiden dua pekan lalu oleh pegaris keras IS di bandara utama Istanbul, menewaskan lebih dari 40 orang.

Seorang sumber pejabat senior Uni Eropa (UE) yang mengamati situasi itu berujar, "aksi itu tampak seperti kudeta yang dikoordinasi badan penting militer, bukan hanya sejumlah kolonel, mereka telah menguasai bandara, juga stasiun televisi, bahkan tentara juga mengambil alih beberapa lokasi strategis di Istanbul." "Melihat situasi di sana, cukup sulit membayangkan aksi itu akan berlangsung singkat. Operasi itu tak dilakukan oleh beberapa kolonel," terang sumber itu mengulangi.

Acara santap malam antara duta besar Turki untuk ibukota Eropa bersama seorang diplomat Eropa sempat terganggu oleh bunyi pesan darurat dari telepon genggam para tamu.

"Aksi itu tentu bukan kudeta kecil. Dubes Turki tampak terkejut dan menanggapinya dengan serius," kata seorang diplomat usai acara santap malam dibubarkan.

"Namun pagi ini terlihat, upaya itu akan berdampak besar bagi Turki. Hal itu tidak datang dari tempat lain." Dalam pernyataan via surat elektronik dan dilaporkan oleh sejumlah saluran televisi, militer menyatakan, pihaknya telah mengambil alih kekuasaan demi melindungi demokrasi dan hak asasi manusia.

Seluruh hubungan luar negeri Turki saat ini akan berjalan, dan penegakan hukum tetap jadi prioritas utama, katanya.

Kantor berita pemerintah Anadolu mengatakan, kepala staf militer merupakan salah satu "tawanan" yang ditahan di ibukota Turki, Ankara.

Salah satu media, CNN Turki turut melaporkan bahwa para tawanan tengah ditahan di markas militer.

Usai menjabat sebagai perdana menteri dari 2003, Erdogan terpilih sebagai presiden pada 2014.

Ia berencana mengubah undang-undang demi memberi kekuasaan lebih pada pejabat eksekutif.

Partai pendukungnya, AK, berakar pada ideologi islam, memiliki hubungan cukup tegang dengan militer dan partai nasionalis yang didirikan atas prinsip sekuler usai Perang Dunia I.

Militer sendiri memiliki catatan sejarah atas sejumlah aksi kudeta demi mempertahankan prinsip sekuler, tetapi pihaknya belum pernah langsung berkuasa sejak 1980.

Yildirim mengatakan, sebuah kelompok dalam militer telah berupaya menggulingkan pemerintahan yang sah, dan pasukan keamanan telah dikerahkan demi "melakukan hal yang dibutuhkan." "Sejumlah orang melakukan tindakan ilegal di luar rantai komando," ungkap Yildirim seperti disiarkan saluran televisi swasta.

"Pemerintahan terpilih tetap yang berkuasa. Pemerintah akan mundur jika rakyat yang meminta." Dalang di balik percobaan kudeta ini akan menerima ganjaran yang setimpal, tambahnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kudeta Turki, Sejumlah Orang Terjebak di Bandara Istanbul

Kudeta Turki, Sejumlah Orang Terjebak di Bandara Istanbul

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 09:18 WIB

Para Pemimpin Dunia Prihatin Kudeta Militer di Turki

Para Pemimpin Dunia Prihatin Kudeta Militer di Turki

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 08:30 WIB

Presiden Erdogan Optimis Kudeta Militer Bisa Digagalkan

Presiden Erdogan Optimis Kudeta Militer Bisa Digagalkan

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 08:27 WIB

Ledakan, Tembakan Tank Menyalak di Ankara dan Istanbul

Ledakan, Tembakan Tank Menyalak di Ankara dan Istanbul

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 05:20 WIB

Erdogan Desak Warga Turki Berdemonstrasi Menolak Kudeta Militer

Erdogan Desak Warga Turki Berdemonstrasi Menolak Kudeta Militer

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 05:03 WIB

Turki Berlakukan Darurat Militer

Turki Berlakukan Darurat Militer

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 04:51 WIB

Militer Turki Lancarkan Kudeta, Erdogan Selamat

Militer Turki Lancarkan Kudeta, Erdogan Selamat

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 04:36 WIB

Militer Turki Gulingkan Presiden Erdogan

Militer Turki Gulingkan Presiden Erdogan

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 04:18 WIB

Presiden Erdogan Bujuk Orang yang Hendak Bunuh Diri

Presiden Erdogan Bujuk Orang yang Hendak Bunuh Diri

News | Sabtu, 26 Desember 2015 | 10:28 WIB

Kunjungi Indonesia, Recep Tayyip Erdogan Akan Berikan Kuliah Umum

Kunjungi Indonesia, Recep Tayyip Erdogan Akan Berikan Kuliah Umum

News | Kamis, 30 Juli 2015 | 14:43 WIB

Terkini

Padati Gereja Katedral, 2.500 Umat dan Tokoh Nasional Khidmat Ikuti Misa Pontifikal Paskah

Padati Gereja Katedral, 2.500 Umat dan Tokoh Nasional Khidmat Ikuti Misa Pontifikal Paskah

News | Minggu, 05 April 2026 | 12:08 WIB

Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

News | Minggu, 05 April 2026 | 11:25 WIB

Dukung Langkah BGN Setop Sementara SPPG, Legislator DPR: Perlu Penindakan dan Pembinaan

Dukung Langkah BGN Setop Sementara SPPG, Legislator DPR: Perlu Penindakan dan Pembinaan

News | Minggu, 05 April 2026 | 11:18 WIB

Panglima TNI Pimpin Pemakaman Mayor Zulmi, Pahlawan Perdamaian yang Gugur di Misi UNIFIL Lebanon

Panglima TNI Pimpin Pemakaman Mayor Zulmi, Pahlawan Perdamaian yang Gugur di Misi UNIFIL Lebanon

News | Minggu, 05 April 2026 | 11:09 WIB

Selain Kajari Karo, Kejagung Amankan Kasi Pidsus dan Jaksa Kasus Amsal Sitepu, Terancam Sanksi Berat

Selain Kajari Karo, Kejagung Amankan Kasi Pidsus dan Jaksa Kasus Amsal Sitepu, Terancam Sanksi Berat

News | Minggu, 05 April 2026 | 11:02 WIB

Buntut Kasus Amsal Sitepu, Intel Kejagung Amankan Kajari Karo!

Buntut Kasus Amsal Sitepu, Intel Kejagung Amankan Kajari Karo!

News | Minggu, 05 April 2026 | 10:27 WIB

Suasana Haru Pemakaman Kopda Anumerta Farizal di TMP Giripeni, Isak Tangis Keluarga Pecah

Suasana Haru Pemakaman Kopda Anumerta Farizal di TMP Giripeni, Isak Tangis Keluarga Pecah

News | Minggu, 05 April 2026 | 10:15 WIB

Pemakaman Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon Digelar Pagi Ini di TMP Giripeni

Pemakaman Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon Digelar Pagi Ini di TMP Giripeni

News | Minggu, 05 April 2026 | 10:09 WIB

Kondisi Makin Tak Aman, Panglima Instruksikan Prajurit TNI di Lebanon Masuk Bunker

Kondisi Makin Tak Aman, Panglima Instruksikan Prajurit TNI di Lebanon Masuk Bunker

News | Minggu, 05 April 2026 | 10:05 WIB

3 Prajurit TNI Kembali Jadi Korban di Lebanon, Menlu Sugiono Beri Pernyataan Keras ke PBB

3 Prajurit TNI Kembali Jadi Korban di Lebanon, Menlu Sugiono Beri Pernyataan Keras ke PBB

News | Minggu, 05 April 2026 | 10:00 WIB