Array

Wiranto: Patroli Kapal Bersama Militer Tiga Negara Harus Ada SOP

Kamis, 04 Agustus 2016 | 16:28 WIB
Wiranto: Patroli Kapal Bersama Militer Tiga Negara Harus Ada SOP
Menko Polhukam Wiranto di Jakarta, Kamis (28/7/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - ‎Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan patroli bersama militer tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Filipina, sangat dibutuhkan untuk pengamanan perairan laut dari antisipasi perompakan kapal. Hal ini menyusul maraknya perampokan dan penculikan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

"‎Harus sesuai prosedur, sehingga nanti akan memberikan keuntungan bersama bahwa operasi itu akan menetralisir sumber-sumber yang mencoba mengganggu pelayaran para nelayan di maritim kita. Termasuk juga Malaysia karena ada satu wilayah yang memang tak bertuan," kata Wiranto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Menurut dia dalam patroli bersama juga diperlukan standar operasional supaya tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

"Kalau tak ada SOP nanti bisa salah paham, untuk itu dengan SOP maka akan aman. Dan lihat nanti kalau dilaksanakan," ‎ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi mengatakan tiga menteri pertahanan: Indonesia, Malaysia, dan Filipina telah melakukan Trilateral Meeting di Bali beberapa waktu lalu. Pertemuan itu untuk pengamanan lalu lintas laut di wilayah perbatasan ketiga negara itu menghasilkan enam rekomendasi.

"Menteri pertahanan ketiga negara berkumpul kembali dan menghasilkan enam butir framework agreement. Yaitu patroli bersama, bantuan darurat, sharing inteligence, hotline communications, latihan bersama dan automatic identification system," kata Retno kepada wartawan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/8) kemarin.

Sebelumnya, pada 5 Mei lalu di Yogyakarta juga telah dilakukan pertemuan tiga menteri pertahanan. Dalam pertemuan itu semua pihak menyiapkan framework agreement untuk pengamanan perairan laut Sulu dan sekitarnya dari perompakan.

"Saat pertemuan 5 Mei yang lalu di Yogyakarta Presiden juga sudah memberikan arahan mengenai pentingnya mempererat kerjasama untuk menjaga keamanan di perairan Sulu dan sekitarnya. Jadi framework agreement itu sudah ditangani 14 Juli lalu, isinya ada empat butir," ujar dia.

Diharapkan, hasil Trilateral Meeting tiga menteri pertahanan di Bali dapat segera dilakukan.

"Kita harapkan kesepakatan yang dihasilkan oleh para Menteri Pertahanan itu dapat segera diimplementasikan. Karena sangat penting sekali kerjasama konkret di lapangan dapat segera dilakukan untuk menghindari terjadinya penculikan sandera di masa yang akan datang," tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI