Benarkah Medali Emas Olimpiade Benar-benar Terbuat dari Emas?

Ruben Setiawan

Selasa, 16 Agustus 2016 | 07:15 WIB
Benarkah Medali Emas Olimpiade Benar-benar Terbuat dari Emas?
Para atlet Olimpiade menggigit medali emas yang mereka peroleh. (Reuters)

Suara.com - Memenangkan sebuah medali emas Olimpiade adalah sesuatu yang amat membanggakan bagi para atlet. Pasalnya, selain membuktikan diri sebagai yang terbaik di antara atlet dari negara-negara lain, medali emas yang diraih juga turut mengharumkan nama bangsa si atlet.

Namun, mungkin belum banyak yang tahu bahwa sebenarnya ada rahasia dari medali emas berkilauan tersebut. Sebagian besar orang, termasuk Anda, mungkin mengira bahwa medali tersebut sepenuhnya terbuat dari emas.



Jangan kaget, karena asal tahu saja, medali itu bukan emas sepenuhnya!

Seperti dilansir dari Metro, medali emas Olimpiade sebenarnya terbuat dari perak yang disalut dengan emas dengan komposisi 92,5% perak dan sisanya emas. Untuk lebih persisnya, medali tersebut dibuat dari 494 gram perak dan 6 gram emas.

Siapa yang membuatnya? Ada sebuah tim beranggotakan 100 pemahat dan operator mesin yang mengerjakan lebih dari 5.000 medali untuk Olimpiade Rio 2016.



Medali tersebut dibuat dengan cetakan khusus di pabrik pencetakan uang Brasil. Gambar pada medali sebenarnya bisa dibuat dengan komputer, namun, untuk medali di Rio de Janeiro, seniman pahat Nelson Neto Carneiro membuatnya sendiri dengan tangan dalam waktu lebih dari dua minggu agar lebih presisi.

Setelah jadi, cetakan tersebut dipindai dengan komputer. Kemudian, sebuah mesin potong digunakan untuk membuatnya menjadi cetakan logam. Lalu, sebuah mesin pres menekan cetakan tersebut hingga terbentuklah medali. Pada proses akhir, medali tersebut disepuh dengan emas.



Secara esensial, medali emas tak ternilai harganya. Namun, dari segi intrinsik, dari nilai logam pembuatnya, medali tersebut bernilai sekitar 450 Poundsterling atau sekitar Rp7,5 juta.

Lalu, apa maksudnya para juara menggigit medali emas yang mereka dapat?

Menggigit medali emas sudah dilakukan sejak Olimpiade maupun kejuaraan olah raga di masa lalu. Tujuannya, untuk memastikan emas yang mereka terima asli, yakni dengan membuat bekas gigitan di medali. Emas asli cukup lunak sehingga bisa meninggalkan bekas gigitan.

Jadi, karena medali emas yang dibuat sekarang sudah bukan sepenuhnya dari emas, tentu tindakan itu akan sia-sia saja. Namun, karena hal itu sudah menjadi tradisi, para juru foto biasanya meminta para atlet untuk berpose sambil menggigit medali untuk mendapatkan frame foto yang menarik.

Bagaimana dengan medali perak? Medali perak terdiri atas 500 gram perak yang nilai intrinsiknya mencapai 236 Poundsterling atau setara Rp3,9 juta.

Medali perunggu, yang biasa diberikan kepada juara tiga dari setiap pertandingan, jauh lebih murah lagi nilai intrinsiknya. Seperti dikutip dari Metro, medali perunggu, yang terdiri atas 475 gram tembaga dan 25 gram seng, hanya bernilai sekitar 2 sampai 3 Poundsterling atau sekitar Rp33 ribu.

Proses pembuatan medali perunggu juga terbilang cukup ramah lingkungan. Medali-medali ini dibuat dari bahan baku daur ulang. Sebesar 30 persennya dibuat dari material daur ulang, yakni dari limbah pencetakan uang logam Brasil. Sementara itu, pita penggantung medali dibuat dari botol plastik yang didaur ulang pula.

Penggunaan perak berlapis emas sebenarnya baru dilakukan sejak Olimpiade Musim Panas tahun 1912 di Stockholm, Swedia. Sebelumnya, semua medali emas benar-benar terbuat dari emas murni.(Metro)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Lepas 430 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026

Prabowo Lepas 430 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 09:00 WIB

Indonesia Kirim 430 Atlet ke Asian Games 2026, 4 Emas Jadi Target

Indonesia Kirim 430 Atlet ke Asian Games 2026, 4 Emas Jadi Target

Foto | Rabu, 09 September 2026 | 18:04 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Makassar Borong Medali di Tiga Ajang Bergengsi

Siswa Sekolah Rakyat Makassar Borong Medali di Tiga Ajang Bergengsi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Refleksi Hari Kartini: Susy Susanti dan Greysia Polii Bicara Keberanian untuk Bermimpi

Refleksi Hari Kartini: Susy Susanti dan Greysia Polii Bicara Keberanian untuk Bermimpi

Sport | Selasa, 21 April 2026 | 15:08 WIB

Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up

Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up

Sport | Senin, 26 Januari 2026 | 15:18 WIB

Tiga Kunci Keberhasilan Para Judo Indonesia Sikat Semua Emas di ASEAN Para Games 2025

Tiga Kunci Keberhasilan Para Judo Indonesia Sikat Semua Emas di ASEAN Para Games 2025

Sport | Senin, 26 Januari 2026 | 15:13 WIB

ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga

ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga

Sport | Senin, 26 Januari 2026 | 15:08 WIB

ASEAN Para Games 2025: Indonesia Sudah Dapatkan 102 Emas, Masih Akan Bertambah Lagi

ASEAN Para Games 2025: Indonesia Sudah Dapatkan 102 Emas, Masih Akan Bertambah Lagi

Sport | Minggu, 25 Januari 2026 | 10:17 WIB

Target 5 Emas Terpenuhi, Indonesia Bidik Juara Umum Para Bulu Tangkis di ASEAN Para Games 2025

Target 5 Emas Terpenuhi, Indonesia Bidik Juara Umum Para Bulu Tangkis di ASEAN Para Games 2025

Sport | Sabtu, 24 Januari 2026 | 20:52 WIB

Kisah Inspiratif Eliana: Dari Buruh Cuci Kini Raih Emas ASEAN Para Games 2025

Kisah Inspiratif Eliana: Dari Buruh Cuci Kini Raih Emas ASEAN Para Games 2025

Sport | Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:47 WIB

Terkini

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:00 WIB

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:53 WIB

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

×