Ini Alasan LP3i Tolak Ide Full Day Scholl

Adhitya Himawan

Minggu, 21 Agustus 2016 | 10:29 WIB
Ini Alasan LP3i Tolak Ide Full Day Scholl
Pendiri LP3i (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia), Syahrial Yusuf (kiri) bersama Menkominfo Rudiantara (kanan). [Dok LP3i]

Pendiri LP3i (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia), Syahrial Yusuf menyatakan kurang sependapat dengan wacana full day scholl. Meski dilakukan setelah jam pelajaran dan dijamin tak ada pelajaran dengan alasan mempersempit jeda waktu siswa sekolah dengan orang tua dinilainya kurang rasional, ide ini dinilai terlalu dipaksakan, dan rentan kontraproduktif. 
 
“Wacana full day school itu tak perlu dilempar ke publik bila konsep dan teknisnya tampak belum siap dan masih kurang jelas seperti itu. Ini seolah kelihatan cenderung terlalu dipaksakan dan rentan kontraproduktif. Ingat bahwa Negara Indonesia ini sangat luas dan heterogen, maka harus ada standardisasi tertentu yang relevan” jelas Syahrial di Jakarta melalui keterangan tertulis, Minggu (21/8/2016).
 
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang mendasar yang mengakibatkan kondisi demikian. Geografis dan infrastrukturnya di daerah berbeda-beda dan masih banyak juga ditemukan ketimpangan fasilitas pendidikan dimana-dimana, tentu tak bisa disamakan begitu saja dengan daerah yang memenuhi ketersediaanya. Belum lagi pengimlementasiannya nanti dibebankan kemana persoalan biayanya.

“Kalau infrastruktur merata sih mungkin tak terlalu masalah ya, tapi dilihat dari realitas infrastruktur fasilitas pendidikan saja masih banyak temuan yang memprihatinkan lhoh. Belum lagi biaya yang dikeluarkan untuk implementasinya nanti baik dari sisi sekolah atau pemerintah dan wali murid. Anggaran pos pendidikan saja sampai ikut dipangkas dalam APBNP kita karena imbas seret fiskal,” ujar Tokoh Pendidikan dan Pemberantas Pengangguran itu.

Lanjutnya, dari segi siswa juga sama akan sepintas akan tampak keletihan setiap hari bisa berimbas pada kurang maksimalnya mereka dalam konsentrasi belajarnya. Meski ada kegiatan ekstrakurikeler pilihan disekolah yang ditawarkan pada wacana tersebut, beberapa dari mereka juga akan terhambat haknya untuk mengikuti pengembangan diri diluar sekolah yang dikehendaki siswa dan orang tua.
 
“Coba pikir, kita yang orang dewasa saja bisa keletihan dengan standar kerja 8 jam, apalagi anak-anak psikologinya nyaman tidak? Apakah pemerintah bisa menjaminnya nanti? Sementara konsep dan teknisnya belum jelas,” selorohnya.
 
Dari segi tenaga pengar, ia juga meragukan apakah jumlah guru memenuhi mengingat kelihatan dipaksa bekerja melebih dari standarnya. Menurutnya selain mengajar, guru juga ada pekerjaan administratif juga disekolah seperti monitoring hasil belajar siswanya dan hal lainnya.
 
“Guru juga bisa terbebani, diluar konteks jam mengajar kan juga mereka administratif. Hak orang tua  juga demikian. Bisa-bisa ini juga berimbas pada ancaman nyata di sektor bisnis lain juga seperti bimbingan belajar, kursus ketrampilan lain juga," tuturnya.
 
Meski menjadi salah satu orang yang berpengaruh di dunia pendidikan Indonesia, Ia mengatakan bahwa pencapaian akademik bukanlah segalanya. Kurikulum pendidikan bahkan sering berganti hingga sekitar enam kali. Oleh sebab itu, ia menyarankan sebaiknya pemerintah fokus pada kebijakan skala prioritas, termasuk yang sifatnya roand map jangka panjang dan mendorong pendidikan vokasional yang sejalan dengan keinginan presiden Jokowi dalam program prioritas tahun 2017 dalam pidatonya lalu di Gedung DPR MPR, Jakarta, Selasa (16/8). Bilamana tetap dipaksakan sah-sah saja asalkan jelas konsep dan teknisnya serta tersegmentasi dengan bobot ukuran tertentu.
 
 “Mending sifatnya opsional ditambahi kegiatan yang mengasah kreatifitas atau bakat siswa, terlebih SD. Gimana kalau diwarkan full day play saja dalam hari tertentu, jangan-jangan mereka malah lebih suka seperti itu? kan ada unsur playing tuh ya,” tutup Syahrial dengan nada agak sedikit bercanda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mensos: Sudah Lama Pensantren Terapkan "Full Day School"

Mensos: Sudah Lama Pensantren Terapkan "Full Day School"

News | Sabtu, 20 Agustus 2016 | 22:45 WIB

Membludaknya Populasi Pengangguran Terdidik Kian Mencengangkan

Membludaknya Populasi Pengangguran Terdidik Kian Mencengangkan

Press Release | Senin, 15 Agustus 2016 | 13:40 WIB

"Full Day School" Akan Kurangi Kreativitas Anak

"Full Day School" Akan Kurangi Kreativitas Anak

News | Minggu, 14 Agustus 2016 | 19:15 WIB

Daripada Full Day School, Mendikbud Mending Larang Bawa Kendaraan

Daripada Full Day School, Mendikbud Mending Larang Bawa Kendaraan

DPR | Minggu, 14 Agustus 2016 | 16:00 WIB

PBNU Minta Mendikbud Baru Tak Buru-buru Keluarkan Kebijakan

PBNU Minta Mendikbud Baru Tak Buru-buru Keluarkan Kebijakan

News | Sabtu, 13 Agustus 2016 | 16:45 WIB

Jangan Paksa Anak Belajar di Sekolah Seharian

Jangan Paksa Anak Belajar di Sekolah Seharian

Lifestyle | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 09:24 WIB

Pemprov NTT Tolak Pemberlakuan "Full Day School"

Pemprov NTT Tolak Pemberlakuan "Full Day School"

News | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 08:54 WIB

Kota Singkawang Tolak "Full Day School" Mendikbud Muhadjir

Kota Singkawang Tolak "Full Day School" Mendikbud Muhadjir

News | Kamis, 11 Agustus 2016 | 23:01 WIB

Fadli Zon: Full Day School Jangan-jangan Ide Jokowi

Fadli Zon: Full Day School Jangan-jangan Ide Jokowi

News | Kamis, 11 Agustus 2016 | 12:37 WIB

Ide Full Day School, Pimpinan DPR: Siswa Bukan Kelinci Percobaan

Ide Full Day School, Pimpinan DPR: Siswa Bukan Kelinci Percobaan

News | Kamis, 11 Agustus 2016 | 12:05 WIB

Terkini

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB