Array

Lebu Raya Serahkan Sapi Kurban Presiden untuk Umat Muslim Kupang

Liberty Jemadu Suara.Com
Minggu, 11 September 2016 | 10:19 WIB
Lebu Raya Serahkan Sapi Kurban Presiden untuk Umat Muslim Kupang
Penjualan hewan kurban di wilayah Depok, Jawa Barat, menjelang Idul Adha, Rabu (17/9/2014) [suara.com/Rengga Satria].

Suara.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya menyerahkan sapi kurban dari Presiden Joko Widodo untuk masyarakat Muslim Kota Kupang untuk selanjutnya disembelih pada Senin (12/9/2016) di Masjid Raya Nurulssaadah.

"Selain sapi bantuan Presiden, akan diserahkan pula sapi bantuan gubernur Frans Lebu Raya untuk masyarakat muslim Kota Kupang," kata Kabag Agama pada Biro Kesra Setda NTT, H Mochammad Gaus di Kupang, Minggu (11/9/2016).

Selain sapi kurban dari Presiden dan Gubernur, panitia hari raya besar Agama Islam (PHBI) setempat tengah mendata hewan kurban sumbangan dari pihak perorangan maupun lembaga terkait setempat yang akan dikurban dalam perayaan ini.

Ia menyebutkan penyembelihan sapi kurban dari presiden di Masjid Raya Nurulssaadah tersebut merupakan yang pertama kalinya, sementara sapi kurban gubernur Lebu Raya merupakan yang kesekian kalinya.

"Ini bukti Kota Kupang di NTT menjadi salah satu daerah yang menjadi perhatian Presiden. Kami mensyukuri hal ini," katanya.

Daging sapi kurban dari Presiden dan Gubernur NTT itu, menurutnya akan dibagikan kepada masyarakat miskin di sekitar Masjid Raya Nurulssaadah dan panti asuhan yang ada di Kota Kupang.

Selain memberikan sapi kurban untuk disembelih di Masjid Raya Nurulssaadah, Wakil Gubernur NTT Alex Litelnoni diagendakan juga memberikan bantuan sapi kurban di Masjid Baburahman Nusa Bunga Kupang pada puncak perayaan Idul Adha tanggal 12 September 2016.

Sementara itu, terkait hewan kurban, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTT kembali mengingatkan panitia kurban agar benar-benar selektif dalam memilih.

"Jangan asal pilih, karena hewan yang berpenyakit atau membawa virus bisa membahayakan bagi kesehatan masyarakat," ujarnya.

Agar aman, ia mengimbau panitia agar meminta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari pedagang hewan kurban sebelum membelinya.

"Dari SKKH bisa dilihat hewan itu sehat atau tidak," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI