Array

Indonesia Lahan Subur untuk Kelompok Radikal

Jum'at, 16 September 2016 | 16:11 WIB
Indonesia Lahan Subur untuk Kelompok Radikal
Ilustrasi terorisme. [Shutterstock]

Suara.com - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Usman Ismail menyatakan Indonesia merupakan lahan subur bagi tumbuhnya radikalisme.

Menurut Asep dibutuhkan peran aktif seluruh komponen masyarakat untuk membendung penyebaran benih radikalisme tersebut. Kini radikalisme juga mulai merasuki dunia pendidikan.

"Keluarga dan ulama adalah basis penting untuk memperkuat antiradikalisme di dunia pendidikan. Itu harus sinergi," katanya di Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Menurutnya, pemahaman antiradikalisme harus dimulai dari keluarga sehingga anak tidak gampang terpengaruh ajaran-ajaran radikal yang diterimanya dari luar.

Para ulama harus memberikan pengayaan tentang ajaran agama yang benar kepada keluarga-keluarga ini melalui majelis taklim, remaja masjid, pengajian, khotbah, dan berbagai komunikasi sosial lainnya.

"Ulama harus bisa memberikan pengayaan dalam kapasitasnya sebagai obor masyarakat," kata dosen tetap Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah ini.

Untuk itu, kata dia, para mubaligh-mubalighah dan ustadz-ustandzah juga harus diberi pegangan antiradikalisme. Misal melalui bacaan yang praktis dan mudah dicerna. Mengingat mereka pun memliki tingkat pendidikan berbeda.

"Kalau ustadz dan ustadzahnya kurang bacaan, bagaimana dia menyampaikan ajaran yang benar kepada umat? Dia adalah juru bicara untuk ajaran-ajaran Islam yang benar dan harus disampaikan kepada umat," katanya.

Menurut dia, majelis taklim merupakan forum yang strategis karena berada di ruang publik dan berhadapan langsung dengan masyarakat yang rentan terhadap pengaruh berbagai paham, termasuk radikalisme.

"Jika wilayah jantung itu dibiarkan kosong maka benteng pertahanannya akan jebol. Karena itu, menurut hemat saya, kita semua harus bersinergi, negara masuk, ormas Islam masuk. Jika tidak, maka ruang kosong itu akan diambil alih oleh kelompok-kelompok radikal karena mereka sangat cepat dan jeli melihat peluang," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI