Veto Obama Ditolak DPR AS, Korban 11 September Bisa Gugat Saudi

Liberty Jemadu

Kamis, 29 September 2016 | 06:32 WIB
Veto Obama Ditolak DPR AS, Korban 11 September Bisa Gugat Saudi
Presiden AS, Barack Obama (kiri) berbicara dengan Raja Salman dari Arab Saudi di Istana Erga, Riyadh, pada April 2016 (AFP/Jim Watson].

Suara.com - Dewan perwakilan rakyat Amerika Serikat pada Rabu (28/9/2016) menolak veto Presiden Barack Obama terhadap rancangan undang-undang yang bisa memberikan hak bagi keluarga korban serangan 11 September 2001 untuk menggugat pemerintah Arab Saudi.

Sebanyak 348 anggota Konggres AS menolak veto Obama dan hanya 76 yang menyetujuinya dalam pemungutan suara pada Rabu. Beberapa jam sebelumnya 99 anggota Senat AS juga menolak veto Obama dan hanya satu anggota yang menyetujuinya.

Dengan hasil pemungutan suara itu maka rancangan undang-undang "Justice Against Sponsors of Terorism Act" akan disahkan menjadi undang-undang di AS. Ini merupakan pukulan besar bagi Obama dan Arab Saudi, salah satu sekutu utama AS di Timur Tengah.

Obama sebelumnya telah 11 kali memveto RUU yang diajukan parlemen AS dan semuanya berhasil. Ini pertama kalinya veto Obama ditolak, bahkan oleh para pendukung utamanya dari Partai Demokrat.

"Membatalkan sebuah veto kepresidenan bukan perkara mudah, tetapi yang penting dalam kasus ini adalah keluarga korban 9/11 diizinkan mengejar keadilan, bahkan jika upaya mereka menyebabkan ketidaknyamanan diplomatik," kata Senator Charles Schumer, salah satu politikus Demokrat paling berpengaruh di senat AS.

Schumer adalah senat dari wilayah New York, tempat serangan yang memakan korban tewas hingga 3.000 orang terjadi pada 11 September 2001. Ia bersama Senator John Coryn dari Republik, menggalang kekuatan legislasi di senat untuk menolak veto Obama tersebut.

Adapun Obama, dalam keputusannya untuk memveto RUU itu, mengatakan bahwa kepentingan perusahaan, pasukan militer, dan pemerintah AS akan terancam oleh gugatan hukum korban 11 September. Ia juga beralasan bahwa RUU itu mengancam hubungan dengan Saudi, salah satu sekutu utama AS, justru ketika dunia sedang dalam kondisi rentan.

Gedung Putih sendiri mengecam keputusan senat tersebut.

"Ini adalah hal paling memalukan yang pernah dilakukan Senat Amerika Serikat sejak 1983," kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest kepada media.

Menteri Pertahanan AS, Ash Carter, juga mendesak dewan perwakilan rakyat AS untuk menerima veto Obama. Direktur badan intelijen AS, CIA, John Brennan bahkan mengeluarkan pernyataan bahwa RUU tersebut mempunyai implikasi mengerikan terhadap keamanan nasional AS.

Tak hanya pemerintah, beberapa perusahaan besar AS, seperti General Electric Co dan Dow Chemical Co, juga menolak RUU itu. Uni Eropa dan beberapa sekutu AS juga menentang RUU tersebut.

Pemerintah Arab Saudi sendiri telah membiayai lobi-lobi tingkat tinggi untuk membatalkan RUU tersebut. Tapi upaya itu tampaknya tak membuahkan hasil.

April lalu, setelah RUU itu selesai dibahas oleh komisi yudisial senal AS, Menteri Luar Negeri Arab Saudi mengancam akan menjual seluruh asetnya di AS yang bernilai hingga Rp9.900 triliun jika rancangan itu diundangkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertama Dalam 75 Tahun, Arab Saudi Bakal Gelap karena Gerhana Matahari Total

Pertama Dalam 75 Tahun, Arab Saudi Bakal Gelap karena Gerhana Matahari Total

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Arab Saudi Galang 14 Negara Lindungi Jalur Minyak dari Ancaman Houthi Yaman

Arab Saudi Galang 14 Negara Lindungi Jalur Minyak dari Ancaman Houthi Yaman

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:43 WIB

Arab Saudi Akan Melawan Jika Infrastruktur Energinya Diserang Rudal Milisi Pro Iran

Arab Saudi Akan Melawan Jika Infrastruktur Energinya Diserang Rudal Milisi Pro Iran

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 15:52 WIB

Kenapa Arab Saudi Akhirnya Terlibat Perang di Timur Tengah?

Kenapa Arab Saudi Akhirnya Terlibat Perang di Timur Tengah?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:26 WIB

Analisa: Kenapa Iran Rugi Besar karena Arab Saudi Diserang PMF Irak dan Houthi Yaman?

Analisa: Kenapa Iran Rugi Besar karena Arab Saudi Diserang PMF Irak dan Houthi Yaman?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:30 WIB

Arab Saudi - Amerika Bersatu Serang Irak, 8 Milisi Pendukung Iran Tewas Dirudal

Arab Saudi - Amerika Bersatu Serang Irak, 8 Milisi Pendukung Iran Tewas Dirudal

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:34 WIB

Arab Saudi di Pusaran Perang Timur Tengah, Apa Dampaknya untuk Minyak Dunia?

Arab Saudi di Pusaran Perang Timur Tengah, Apa Dampaknya untuk Minyak Dunia?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:19 WIB

Statistik Tak Elok Pelatih Baru Italia Roberto Mancini: Dibuat Malu Timnas Indonesia

Statistik Tak Elok Pelatih Baru Italia Roberto Mancini: Dibuat Malu Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:33 WIB

Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?

Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:34 WIB

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:36 WIB

Terkini

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

×