Mahfud MD Sebut Indonesia Masih Butuh Haluan Negara

Adhitya Himawan

Sabtu, 08 Oktober 2016 | 23:06 WIB
Mahfud MD Sebut Indonesia Masih Butuh Haluan Negara
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. [suara.com/Welly Hidayat]

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan Indonesia masih memerlukan adanya haluan negara karena akhir-akhir ini banyak yang menilai bahwa jalannya pemerintahan Indonesia salah arah, sudah tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Kita masih butuh haluan negara, namun haluan negara saat ini belum tentu bernama GBHN seperti pada zaman orde baru," kata Mahfud dalam seminar nasional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu sore (8/10/2016).

Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember bersama Fraksi PDI Perjuangan MPR RI menggelar seminar nasional bertema "Haluan Negara dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia" dengan menghadirkan sejumlah pakar konstitusi.

Menurut Mahfud, pada zaman pemerintahan Presiden Soekarno, peta jalan haluan negara Indonesia bukan bernama GBHN, melainkan bernama Manifesto Politik (Manipol) yang dituangkan di dalam Ketetapan MPRS No. II/ MPRS/1960 tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahap Pertama 1961-1969 (GBPPNSB).

"Jadi meskipun dasarnya sama-sama Pasal 3 UUD 1945, namun pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru memberi nama dan masa keberlakuan yang berbeda atas haluan negara tersebut," tuturnya.

Pada era reformasi. lanjut dia, Indonesia juga mempunyai haluan negara sebagai turunan dari UUD 1945 yang sudah diamendemen yakni UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

"Jangkauan pembangunan Indonesia menurut UU SPPN dan UU RPJPN adalah 20 tahunan untuk jangka panjang, lima tahun untuk jangka menengah, dan tahunan untuk jangka pendek," ucap Guru Besar Hukum Tata Negara itu.

Ia mengatakan GBHN bukanlah nama dan bentuk resmi yang diharuskan ada oleh UUD 1945 karena GBHN hanya pilihan nama dan bentuk yang dikenalkan pada zaman orde baru, sehingga sebelum maupun sesudah orde baru, Indonesia mempunyai haluan negara dengan nama bentuk lain , tetapi substansinya sama.

"Haluan negara kita di bawah UUD pada era reformasi ini memang tidak diberi baju hukum Tap MPR karena berdasar sistem ketatanegaraan sekarang MPR tidak lagi mengeluarkan Tap yang bersifat mengatur (regeling)," kata Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara itu.

Selain Mahfud MD, seminar nasional yang membahas pro dan kontra menghidupkan GBHN tersebut juga menghadirkan Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Prof.Dr.Widodo Ekatjahjana, Guru besar HTN Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR Ahmad Basarah, dan anggota DPR/Anggota Badan Pengkajian MPR RI Arief Wibowo. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usul Capres Cawapres Asli Indonesia, PPP: Itu Aspirasi Masyarakat

Usul Capres Cawapres Asli Indonesia, PPP: Itu Aspirasi Masyarakat

News | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 18:48 WIB

Bahas Amandemen, DPD Kunjungi Kantor PKS

Bahas Amandemen, DPD Kunjungi Kantor PKS

News | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 14:02 WIB

MPR akan Tata Ulang Sistem Ketatanegaraan di 2016

MPR akan Tata Ulang Sistem Ketatanegaraan di 2016

News | Minggu, 31 Januari 2016 | 22:00 WIB

Dukung Megawati, Pimpinan DPD Setuju Gagasan GBHN Aktif Kembali

Dukung Megawati, Pimpinan DPD Setuju Gagasan GBHN Aktif Kembali

News | Selasa, 12 Januari 2016 | 20:02 WIB

Megawati Bantah Amandemen UUD 1945 Untuk Kepentingan PDIP

Megawati Bantah Amandemen UUD 1945 Untuk Kepentingan PDIP

News | Selasa, 12 Januari 2016 | 17:15 WIB

PDIP Rekomendasikan Munculkan GBHN Lewat Amandemen UUD 1945

PDIP Rekomendasikan Munculkan GBHN Lewat Amandemen UUD 1945

News | Selasa, 12 Januari 2016 | 15:22 WIB

Bentuk GBHN, PDIP Akan Ajukan Amandemen Terbatas UUD 1945

Bentuk GBHN, PDIP Akan Ajukan Amandemen Terbatas UUD 1945

News | Selasa, 12 Januari 2016 | 12:54 WIB

Terkini

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:23 WIB

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:21 WIB

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:20 WIB

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:18 WIB

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 19:16 WIB

Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist

Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:15 WIB

Impor Melonjak 4 Kali Lebih Cepat dari Ekspor: Siapa Sebenarnya Penikmat Surplus RI?

Impor Melonjak 4 Kali Lebih Cepat dari Ekspor: Siapa Sebenarnya Penikmat Surplus RI?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:13 WIB

Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November

Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:12 WIB

Dibunuh Era Orba, Wartawan Udin Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Dibunuh Era Orba, Wartawan Udin Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:12 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:11 WIB

×