Geert Wilders yang Anti Islam Jalani Sidang Terkait Hasutan Rasis

Arsito Hidayatullah

Selasa, 01 November 2016 | 02:15 WIB
Geert Wilders yang Anti Islam Jalani Sidang Terkait Hasutan Rasis
Politisi Belanda, Geert Wilders. [Jim Watson/AFP]

Suara.com - Pemimpin oposisi Belanda yang anti Islam, Geert Wilders, menjalani sidang, Senin, atas aksi penghasutan yang menyebabkan kebencian dan diskriminasi 18 bulan lalu. Sidang itu merujuk pada aksi Wilders memimpin "nyanyian" yang ditujukan pada minoritas etnis Maroko di negaranya dan memanggil mereka dengan sebutan sampah selama berkampanye untuk pemilu lokal.

Menurut jadwal, putusan atas persidangan tersebut akan jatuh pada Desember, atau beberapa bulan sebelum pemilihan parlemen pada 15 Maret mendatang di mana Partai Kebebasan-nya Wilders akan bersaing dengan patai konservatif Perdana Menteri Mark Rutte, VVD yang berkoalisi dengan partai Buruh.

Sebuah jajak pendapat pada 27 Oktober, menunjukkan Wilders tertinggal oleh Rutte dengan jarak dua kursi dari 150 tempat legislatif. Wilders sendiri siap untuk menggandakan jumlah kursinya di majelis rendah.

Wilders, yang pada Jumat (28/10) mengatakan tidak akan menghadiri sidang tetapi hanya diwakili oleh pengacaranya, terancam denda sampai 7.400 euro dan satu tahun penjara karena pernyataan rasialnya pada awal 2014.

Wilders menyebut sidang itu, tuntutan pertama mengenai diskriminasi dan yang kedua mengenai hasutan kebencian pada etnis Maroko, sebagai upaya untuk melucuti dia dari hak kebebasan berbicara-nya dan bermotif politik.

Meski tidak ada pembelaan formal dalam hukum Belanda, namun Wilders membantah tuduhan itu dan berpendapat bahwa ia hanya mengatakan apa yang jutaan orang Belanda pikirkan.

Meskipun Wilders tidak pernah memerintah, sikap garis kerasnya pada isu imigrasi dan Islam telah membuat perdebatan politik di Belanda selama satu dasawarsa.

Etnis Maroko sendiri diperkirakan mencapai dua persen dari 17 juta jiwa warga Belanda.

Wilders mengatakan etnis Maroko membuat bagian yang tidak proporsional dari penerima kesejahteraan dan kriminal setelah tidak terintegrasi dengan baik setelah datang ke Belanda sebagai buruh di tahun 1960-an dan 1970-an.

Etnis Maroko yang berjumlah sekitar 400 ribu, merupakan kelompok mayoritas dari komunitas Muslim, di Belanda yang membuatnya menjadi kelompok etnis terbesar keenam di negara tersebut.

Wilders dibebaskan dari tuntutan penghasutan kebencian rasial pada tahun 2011 yang dilakukannya dengan menyerukan pelarangan Quran dan pendeportasian "kriminal" Maroko.

Dalam persidangan yang berlangsung selama tiga minggu dalam ruang sidang dengan keamanan tinggi di sekitar bandara Schipol Amsterdam, jaksa dan pengacara Geert-Jan Knoops sebagai pembela akan menggelar kasus mereka dan memanggil para saksi potensial ke hadapan majelis hakim. [Antara/Reuters]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Alasan SARA, Perempuan Keguguran Ditendang Lelaki Botak

Alasan SARA, Perempuan Keguguran Ditendang Lelaki Botak

News | Minggu, 25 September 2016 | 09:37 WIB

13.000 Orang Protes Kejahatan Rasis ke Tionghoa di Prancis

13.000 Orang Protes Kejahatan Rasis ke Tionghoa di Prancis

News | Senin, 05 September 2016 | 03:04 WIB

500 Orang Demo karena Polisi Brutal Membunuh Lelaki Kulit Hitam

500 Orang Demo karena Polisi Brutal Membunuh Lelaki Kulit Hitam

News | Minggu, 31 Juli 2016 | 06:17 WIB

Buntut Aksi Koboi Berbau Rasis di AS, Demonstran Turun ke Jalan

Buntut Aksi Koboi Berbau Rasis di AS, Demonstran Turun ke Jalan

News | Jum'at, 08 Juli 2016 | 09:36 WIB

Terkini

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

×