AS dan Cina Sepakat Korut Diberikan Sanksi Baru

Yazir Farouk

Kamis, 24 November 2016 | 06:44 WIB
AS dan Cina Sepakat Korut Diberikan Sanksi Baru
Foto aktivitas uji coba nuklir di Korea Utara. (Reuters)

Suara.com - Amerika Serikat dan Cina sepakat mengenai sanksi-sanksi baru PBB yang akan diberikan kepada Korea Utara. Sanksi ini baru terkait uji coba nuklir yang dilakukan negara itu pada September.

Namun seorang diplomat senior Dewan Keamanan PBB, mengungkap Rusia belum sikap atas rancangan resolusi menyangkut sanksi baru tersebut.

Diplomat yang tidak ingin diungkapkan jati dirinya itu meyakini, Cina bisa membujuk Rusia untuk menyetujui sanksi-sanksi baru itu. Sehingga, Dewan Keamanan sudah bisa melakukan pemungutan suara paling cepat minggu depan.

Sejak Korut melakukan uji coba nuklir kelima kalinya, dan terbesar, pada 9 September, AS dan Cina telah merundingkan rancangan resolusi baru Dewan Keamanan untuk menghukum Korut.

Rancangan sudah disebarkan ke tiga anggota permanen Dewan Keamanan lainnya yang memiliki hak veto, yaitu Inggris, Prancis dan Rusia.

"(Lima anggota permanen) sudah semakin dekat untuk menyetujui rancangan resolusi," kata diplomat itu.

"Kuncinya adalah bahwa Cina dan AS, yang memimpin (langkah) ini, harus sepakat. Jadi, masalahnya sekarang ada pada Rusia.

"Rusia berusaha mengulurnya tapi Cina merasa nyaman dengan isi (rancangan resolusi)," kata sang diplomat.

Dua diplomat lainnya membenarkan bahwa Cina telah setuju soal sanksi baru tapi Rusia masih keberatan.

Diplomat senior mengatakan rancangan resolusi tersebut menutup celah sanksi-sanksi yang diterapkan terhadap Korut oleh Dewan Keamanan pada Maret setelah Pyongyang untuk keempat kalinya menguji coba nuklir pada Januari.

Sanksi itu diterapkan pada ekspor batu bara Korut sementara sejumlah nama baru dikenai sanksi bepergian serta pembekuan aset, kata diplomat itu.

Pada Maret, Dewan Keamanan mengeluarkan larangan bagi 193 negara anggota PBB mengimpor batu bara, besi dan bijih besi dari Korea Utara kecuali impor dilakukan untuk "tujuan kehidupan" dan tidak akan menghasilkan pendapatan bagi program nuklir dan peluru kendali Pyongyang.

Batu bara merupakan komoditi penting bagi perekonomian Korea Utara karena merupakan satu-satunya sumber daya untuk meningkatkan pendapatan serta ekspor terbesar negara itu.

Batu baru juga ditukar untuk barang-barang penting, seperti minyak, makanan dan mesin. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aktivitas Uji Coba Nuklir di Korea Utara dari Foto Satelit

Aktivitas Uji Coba Nuklir di Korea Utara dari Foto Satelit

News | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 05:32 WIB

Korea Utara Banjir, 133 Orang Tewas dan 107 Ribu Mengungsi

Korea Utara Banjir, 133 Orang Tewas dan 107 Ribu Mengungsi

News | Senin, 12 September 2016 | 17:40 WIB

DK PBB Siap Jatuhkan Sanksi, Korut Ancam Lakukan Tes Nuklir Lagi

DK PBB Siap Jatuhkan Sanksi, Korut Ancam Lakukan Tes Nuklir Lagi

News | Minggu, 11 September 2016 | 16:40 WIB

DPR Dikunjungi Dubes Korsel Bahas Ancaman Nuklir Korut

DPR Dikunjungi Dubes Korsel Bahas Ancaman Nuklir Korut

DPR | Selasa, 30 Agustus 2016 | 14:14 WIB

Korut Luncurkan Rudal Kapal Selam ke Arah Jepang

Korut Luncurkan Rudal Kapal Selam ke Arah Jepang

News | Rabu, 24 Agustus 2016 | 11:29 WIB

Kecam Peluncuran Rudal Korut, RI Minta Asia Jangan Terprovokasi

Kecam Peluncuran Rudal Korut, RI Minta Asia Jangan Terprovokasi

News | Kamis, 04 Agustus 2016 | 16:23 WIB

Terkini

Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment

Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:52 WIB

Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable

Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable

Jogja | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:51 WIB

Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu

Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:51 WIB

Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus

Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:49 WIB

Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0

Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:47 WIB

Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa

Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa

Riau | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:45 WIB

Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris

Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:42 WIB

Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi

Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:35 WIB

Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner

Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:33 WIB

Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:31 WIB

×