PDIP: KPK Panggil Choel Tak Berhubungan dengan Kondisi Politik

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Jum'at, 25 November 2016 | 14:57 WIB
PDIP: KPK Panggil Choel Tak Berhubungan dengan Kondisi Politik
Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng memenuhi panggilan KPK, Selasa (17/6). [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - KPK memanggil Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel, untuk diperiksa dalam kasus proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga (P3SON) Hambalang 2010-2012. Choel dipanggil setelah sekian lama dijadikan tersangka pada 21 Desember 2015.

Anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan KPK harusnya bisa memprioritaskan kasus yang sedang ditangani. Hal itu ditujukan supaya ada kepastian hukum dalam setiap penanganan kasus.

"Jadi harusnya KPK bisa memprioritaskan kasus yang ditangani. Sehingga‎ kepastian hukum itu ada. Jadi nggak boleh diambangkan status hukum seorang tanpa proses yang cepat," kata Masinton dihubungi, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Masinton mengakui, kasus proyek di Hambalang ini ‎berkaitan dengan kelompok tertentu di masa lalu. Namun, dia menegaskan, penegakan hukum Choel, tidak ada hubungannya dengan kondisi politik hari ini.

‎"Nggak ada kaitannya lah. Penegakan hukum berjalan dengan mekanisme dan prosedurnya sendiri. Jadi nggak ada keterkaitanya dengan kondisi yang sekarang. Memang penanganan kasusnya kan sudah divonis beberapa orang, hambalang ini. Sebagian sudah berporses di KPK kan," papar Masinton.

Dia pun berharap, kasus Hambalang tidak terjadi di masa depan. ‎

‎"Hambalang ini kan indikasinya jelas jd bancakan salah satu kelompok yang berkuasa pada saat itu. Nah hal-hal seperti ini nggak boleh terulang pada pada masa kekuasaan berikut‎. Menjadikan proyek yang dibiayai negara menjadi bancakan, nggak boleh," tuturnya.

Selain Choel, Masinton mengakui banyak kasus yang belum ditangani KPK dengan baik. Dia berharap KPK bisa menuntaskan kasus-kasus yang progressnya belum terekspos dengan baik.

"Beberapa kasus besar yang belum, yang penangananya sangat lambat di KPK, contoh kasus Choel ini, kemudian Dirut Pelindo II RJ Lino sampai sekarang belum ada progres penangan kasusnya, publik belum tahu penanganan kasusnya," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Skandal Hambalang Dikulik Lagi, Dipanggil KPK, Choel Tak Datang

Skandal Hambalang Dikulik Lagi, Dipanggil KPK, Choel Tak Datang

News | Kamis, 24 November 2016 | 17:53 WIB

KPK Tetapkan Choel Mallarangeng jadi Tersangka Kasus Hambalang

KPK Tetapkan Choel Mallarangeng jadi Tersangka Kasus Hambalang

News | Senin, 21 Desember 2015 | 11:57 WIB

Choel Mallarangeng Penuhi Panggilan KPK Terkait Hambalang

Choel Mallarangeng Penuhi Panggilan KPK Terkait Hambalang

News | Selasa, 17 Juni 2014 | 10:59 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB