Kapolda Metro Jaya: Kalau Membunuh Jangan di Jakarta

Kamis, 29 Desember 2016 | 16:27 WIB
Kapolda Metro Jaya: Kalau Membunuh Jangan di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menjelaskan kronologis penangkapan Adityawarman Thaha dan Kivlan Zein [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Polda Metro Jaya mencatat sejumlah kasus menonjol yang bisa diungkap pelakunya oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada tahun 2016.

Di awal tahun, Direskrimum Polda Metro Jaya menangani kasus peledakan bom di Pospol Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat pada 14 Januari.

Masih ‎di awal tahun, Polisi mengungkap kasus pembunuhan di Tanah Abang, Jakarta Pusat yang mana jenazah korban ditemukan di daerah Jasinga, Bogor setelah beberapa waktu kemudian.

Kemudian, polisi juga mengungkap kasus tindak pidana di bidang kesehatan dan atau praktek aborsi di Jakarta Pusat pada 24 Februari.

Selanjutnya, kasus pembunuhan menggunakan racun sianida terhadap korban Wayan Mirna Salihin dengan tersangka Jesica Kumala Wongso juga sudah diselesaikan petugas. Dalam kasus ini, Jesica sudah divonis bersalah dan dihukum 20 tahun penjara.

"Alhamdulillah dengan cukup panjang kasus ini bisa divonis," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2016 Polda Metro Jaya di Balai Pertemuan Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/12/2016).

Kemudian, kasus pembunuhan Nur Atikah alias Nur yang tewas dibunuh oleh suami sirinya di rumah kontrakan di Wilayah Cikupa, Tangerang, Banten.

Lalu, kasus pembunu‎han Enno Farihah di mana kemaluan korban ditusuk dengan gagang cangkul di mess karyawan di wilayah Kosambi, Kota Tangerang.

Selanjutnya, kasus perampokan disertai penyanderaan di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kepemilikan senjata api ilegal, satwa dilindungi dan kesusilaan dengan tersangka Gatot Brajamusti.

Baca Juga: Pembunuhan di Pulomas Dekat Rumah, Nyctagina Panik

Serta, kasus pembunuhan sekeluarga yang mengakibatkan 6 orang tewas dan 5 orang luka di Pulomas, Jakarta Timur.‎ Kasus ini bahkan terungkap dalam waktu yang cepat, yaitu 19 jam.

"Hampir tidak ada kasus pembunuhan yang tidak terungkap. Makanya saya suka bercanda kalau melakukan pembunuhan jangan di sini (Jakarta), di Kalimantan misalnya. Karena, di sini ahli-ahli," ujarnya.

Iriawan menerangkan, jumlah kasus yang ditangani Direskrimum Polda Metro Jaya pada tahun 2016 mengalami kenaikan dibanding tahun 2015. Dari 3819 kasus pada tahun 2015 menjadi 4005 pada tahun 2016. Artinya ada kenaikan 186 kasus atau 5 persen.

"Namun, tingkat penyelesaian kasus pada tahun 2016 dibandingkan tahun 2015 juga mengalami penurunan. Dari 2746 kasus pada tahun 2016 turun sebanyak 320 kasus atau 12 persen," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI