Trump Puji Sikap Putin Soal Pengusiran 35 Diplomat Rusia

Tomi Tresnady

Minggu, 01 Januari 2017 | 03:17 WIB
Trump Puji Sikap Putin Soal Pengusiran 35 Diplomat Rusia
Donald Trump. [AFP]

Suara.com - Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, memuji Presiden Rusia Vladimir Putin yang menahan diri untuk tidak membalas konflik soal spionase dan serangan dunia maya.

Putin pada Jumat menyatakan ia tidak akan membalas langkah Presiden AS Barack Obama mengusir 35 diplomat Rusia, yang diduga melakukan aksi mata-mata, setidaknya sampai Trump mulai menjabat sebagai presiden baru AS pada 20 Januari.

"Langkah yang bagus (oleh Putin), saya dari dulu tahu bahwa ia adalah sosok yang cerdas!" tulis Trump di Twitter dari Florida, tempatnya sedang menghabiskan waktu untuk berlibur.

Obama pada Kamis memerintahkan pengusiran para diplomat Rusia itu serta menjatuhkan sanksi terhadap dua badan intelijen Rusia atas keterlibatan mereka dalam peretasan kelompok-kelompok politik pada pemilihan presiden AS 8 November.

"Kita tidak akan mengusir siapa pun," kata Putin dalam pernyataan. Ia menambahkan bahwa Rusia sebenarnya berhak membalas.

"Langkah-langkah selanjutnya menuju pemulihan hubungan Rusia-Amerika akan diambil berdasarkan kebijakan yang akan dijalankan Presiden D.Trump," ujar Putin.

Trump telah beberapa kali melontarkan pujian bagi Putin serta mencalonkan sosok-sosok yang terlihat bersahabat dengan Moskow untuk menduduki berbagai jabatan dalam pemerintahan. Namun, tidak jelas apakah ia akan berupaya menggagalkan tindakan Obama, yang menandai hubungan buruk pasca-Perang Dingin antara AS dan Rusia.

Trump telah menepis tuduhan CIA dan badan-badan intelijen lainnya bahwa Rusia berada di balik serangan dunia maya.

"Sudah saatnya bagi negara kita ini untuk melangkah menuju hal-hal yang lebih besar dan lebih baik," kata Trump, Kamis.

baca juga

Ia mengatakan dirinya akan bertemu dengan para pejabat intelijen pekan depan.

Badan-badan intelijen AS mengatakan Rusia berada di balik peretasan yang dialami organisasi-organisasi Partai Demokrat dan para petugas intelijen sebelum pemilihan presiden berlangsung. Namun, Moskow membantah tuduhan tersebut.

Para pejabat intelijen AS mengatakan serangan dunia maya yang dilancarkan Rusia bertujuan untuk membantu Trump mengalahkan kandidat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Pejabat-pejabat Rusia menggambarkan sanksi yang dikeluarkan AS itu sebagai langkah terakhir Presiden Obama yang akan segera mengakhiri jabatannya. Mereka menyiratkan bahwa Trump bisa menarik kembali sanksi tersebut setelah ia mengambil alih kepemimpinan AS dari Obama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menlu Retno Tegaskan Indonesia Menunggu Kebijakan Donald Trump

Menlu Retno Tegaskan Indonesia Menunggu Kebijakan Donald Trump

News | Sabtu, 31 Desember 2016 | 06:11 WIB

Putin Tak Balas Obama, Begini Trump Ungkap Kegirangannya

Putin Tak Balas Obama, Begini Trump Ungkap Kegirangannya

News | Sabtu, 31 Desember 2016 | 05:01 WIB

Obama Usir 35 Diplomat Rusia, Putin Beri Reaksi Mengejutkan

Obama Usir 35 Diplomat Rusia, Putin Beri Reaksi Mengejutkan

News | Sabtu, 31 Desember 2016 | 04:01 WIB

Jika Obama Kembali Ikut Pemilu, Trump Pede Tetap akan Menang

Jika Obama Kembali Ikut Pemilu, Trump Pede Tetap akan Menang

News | Selasa, 27 Desember 2016 | 07:17 WIB

5 Peristiwa yang "Mengguncang" Dunia Sepanjang 2016

5 Peristiwa yang "Mengguncang" Dunia Sepanjang 2016

News | Senin, 26 Desember 2016 | 08:21 WIB

Obama Punya Cara Antisipasi Trump Larang Muslim Masuk AS

Obama Punya Cara Antisipasi Trump Larang Muslim Masuk AS

News | Jum'at, 23 Desember 2016 | 07:05 WIB

Cina Punya Sikap 'Berbeda' Pada Kepemimpinan Trump

Cina Punya Sikap 'Berbeda' Pada Kepemimpinan Trump

News | Senin, 19 Desember 2016 | 18:22 WIB

Kumpul Korporasi Teknologi, Twitter Tak Diundang Donald Trump

Kumpul Korporasi Teknologi, Twitter Tak Diundang Donald Trump

Tekno | Kamis, 15 Desember 2016 | 19:07 WIB

Disebut Kemenangannya Dibantu Rusia, Trump 'Mengolok' CIA

Disebut Kemenangannya Dibantu Rusia, Trump 'Mengolok' CIA

News | Senin, 12 Desember 2016 | 06:22 WIB

Intelijen AS: Agen Rusia Bantu Trump Kalahkan Clinton

Intelijen AS: Agen Rusia Bantu Trump Kalahkan Clinton

News | Minggu, 11 Desember 2016 | 15:13 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×