Presiden Bashar Al Assad Akhirnya Ungkap soal Senjata Kimia

Reza Gunadha Suara.Com
Jum'at, 14 April 2017 | 12:12 WIB
Presiden Bashar Al Assad Akhirnya Ungkap soal Senjata Kimia
Presiden Suriah Bashar al-Assad. (AFP)

Suara.com - Presiden Suriah Bashar Al Assad akhirnya angkat bicara mengenai tudingan angkatan perangnya memunyai dan menggunakan senjata kimia jenis sarin dalam peperangan melawan gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) maupun kelompok tentara bayaran lainnya.

Tuduhan tersebut, dilancarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beserta negara sukutunya. Bahkan, berdasarkan tuduhan sepihak itu, Trump memerintahkan militernya membordarir basis militer Suriah memakai 60 rudal balistik. Menurut Trump, rudal itu ditembakkan sebagai balasan atas serangan senjata kimia tentara Suriah terhadap warga sipil di negeri tersebut.

Bashar, dalam wawancara khusus kepada Agence France-Presse (AFP), Kamis (13/4/2017) malam, mengakui Suriah pernah memunyai senjata kimia.

“Tapi, sejak tahun 2013, senjata kimia itu tak lagi ada, sudah kami serahkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, sesuai kesepakatan. Karenanya, AS dan negara-negara Eropa pasti sudah tahu kami tak lagi punya senjata semacam itu,” tutur Bashar.

Ia mengatakan, berdasarkan fakta tersebut, AS sebenarnya tak memunyai alasan menuduh tentara Suriah sebagai dalang ledakan gas sarin  di Idlib, pekan lalu, yang menyebabkan puluhan warga tewas.

Bashar menuturkan, senjata kimi yang meledak tersebut justru berasal dari gudang senjata milik pemberontak yang terbakar setelah dibombardir pesawat tempur pemerintah.

“Saya tegaskan, tak ada perintah melakukan serangan senjata kimia. Kami juga tak memunyai senjata seperti itu. Kalaupun kami masih memunyai senjata kimia, kami tak akan menggunakannya, apalagi untuk membunuh rakyat sendiri,” tutur pemimpin Partai Sosialis Arab Bath tersebut.

Bashar juga membantah klaim Menteri Pertahanan AS Jim Mattis, yang mengatakan serangan 60 rudal Tomahawk sudah melumpuhkan seperlima kekuatan pesawat tempur Suriah.

Baca Juga: Libur Panjang, Jalan Protokol Lengang

Ia menuturkan, tentaranya masih bisa berperang melawan gerombolan ISIS maupun pemberontak sokongan dunia Barat pascaserangan rudal tersebut.

”Kekuatan kami lumpuh karena rudal AS? Sama sekali tidak. Kemampuan untuk menyerbu teroris dan perongrong kedaulatan negeri serta rakyat kami yang merdeka, tak turun sedikit pun,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI