Pilkada, Tamasya Al Maidah, dan Akal Sehat Warga yang Diremehkan

Reza Gunadha

Selasa, 18 April 2017 | 19:48 WIB
Pilkada, Tamasya Al Maidah,  dan Akal Sehat Warga yang Diremehkan
Hasil cetakan surat suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta di PT Gramedia Printing, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (23/3).

Suara.com - Hari yang ditunggu-tunggu banyak orang akhirnya datang juga, yakni “putaran final” Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, Rabu (19/4/2017). Namun, setelah melewati rentetan peristiwa sebelumnya, 19 April bukan lagi sekadar hari pencoblosan bagi warga ibu kota, tapi juga sebagai pembuktian akal sehat mereka yang sudah diremehkan.

Benar, akal sehat warga ibu kota yang menjadi calon pemilih dalam pilkada kali ini sudah diremehkan. Pasalnya, terdapat sekelompok pihak yang tak memercayai orang-orang Jakarta mampu mengikuti pilkada secara baik.

Orang-orang Jakarta juga dianggap tak mampu menjaga keamanan dan melawan intimidasi saat akan memberikan hak suara. Karenanya, perlu  mobilisasi massa dari luar daerah untuk menjaga pilkada orang-orang metropolitan.

Saking tak percayanya, sejumlah kelompok merencanakan aksi bertajuk “Tamasya Al Maidah”, yakni memobilisasi massa dari daerah-daerah dekat Jakarta untuk mendatangi tempat-tempat pemungutan suara (TPS) pada “hari H” pilkada.

"Kok, kalau orang dari daerah lain masuk ke Jakarta saat hari pencoblosan pilkada, kan sepertinya tidak percaya orang Jakarta," tutur Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, saat mengomentari rencana Tamasya Al Maidah, Selasa (18/4).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, juga meminta kepada warga luar daerah tidak ke ibu kota dan ikut-ikutan mengawasi pilkada.

"Saya meminta kepada saudara-saudaraku yang dari luar ibu kota, serahkan sepenuhnya pengamanan pilkada kepada warga Jakarta sendiri, serta kepada aparat yang bertugas. Jakarta sudah aman, " ujar Djarot di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Selasa.

Bahkan, ia menyindir rencana mobilisasi massa luar daerah tersebut. Djarot meminta warga luar Jakarta tidak membuang-buang energi untuk datang ke Jakarta. Kalaupun ingin bertamasya, ia mengatakan banyak lokasi wisata di ibu kota yang menarik ketimbang TPS.

"Jadi tidak usah capek-capek datang ke Jakarta. Kalau mau tamasya, yang baik itu tamasya di tempat-tempat menyenangkan. Tidak usah tamasya ke TPS, karena di TPS tidak ada pertunjukkan. Tidak ada pemandangan seperti di pantai atau gunung," tegasnya.

baca juga

Skandal Demokrasi

Dalam bahasa yang “legit” dan paling moderat, mobilisasi massa tersebut direncanakan karena tak lagi memercayai Pilkada DKI merupakan instrumen demokrasi liberal yang bisa menjamin keadilan. Sistem demokratis itu dianggap telah dikuasai oleh para pemodal yang secara mudah bisa membeli banyak suara warga untuk keuntungan "jagonya".

Selain itu, pilkada sebagai instrumen demokrasi liberal dituduh memberikan porsi terlalu besar terhadap kedaulatan individu. Alhasil, mereka mencurigai kalau kandidat lawan menang, maka kaum mayoritas justru berada dalam bahaya.

Karenanya, menambah jumlah massa untuk mengontrol proses politik elektoral tersebut menjadi satu-satunya cara untuk menjamin demokrasi tak "dibajak". Dengan kata lain, kelompok-kelompok yang memobilisasi massa itulah yang menjadi barisan terdepan pembela demokrasi.

Sebenarnya, persoalan ketidakpercayaan terhadap sistem pemilihan demokratis liberal seperti pilkada ini tak khas Indonesia. Prancis, yang bisa dikatakan menjadi negara demokrasi paling liberal pun memunyai persoalan yang sama. Di negeri tersebut, banyak kelompok yang mencaci sistem pemilihan karena dianggap tak demokratis.

Namun, seorang filsuf politik Prancis, Jasques Ranciere, justru memunyai pemikiran sebaliknya. Dalam karya babonnya berjudul "La Haine de la démocratie" (Paris: éditions La Fabrique, 2005), ia hendak menunjukkan bahwa orang-orang yang tak memercayai prosedur demokrasi tersebut justru tak menyukai demokrasi itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok: Saya Paling Tak Suka Bagi-bagi Sembako

Ahok: Saya Paling Tak Suka Bagi-bagi Sembako

News | Selasa, 18 April 2017 | 19:12 WIB

Pesan Penting Megawati Buat Pendukung Ahok - Djarot Jelang Hari H

Pesan Penting Megawati Buat Pendukung Ahok - Djarot Jelang Hari H

News | Selasa, 18 April 2017 | 19:05 WIB

Djarot Ingin Flyover di Atas Lintasan Kereta Maut Segera Selesai

Djarot Ingin Flyover di Atas Lintasan Kereta Maut Segera Selesai

News | Selasa, 18 April 2017 | 18:20 WIB

Pernah Didatangi Panitia Tamasya Al Maidah, Sumarno Dikecam

Pernah Didatangi Panitia Tamasya Al Maidah, Sumarno Dikecam

News | Selasa, 18 April 2017 | 17:54 WIB

PDIP Tegaskan Ahok Siap Kalah

PDIP Tegaskan Ahok Siap Kalah

News | Selasa, 18 April 2017 | 16:48 WIB

Ditanya Doa Khusus Apa Sebelum Nyoblos, Jawaban Ahok Bikin Ngakak

Ditanya Doa Khusus Apa Sebelum Nyoblos, Jawaban Ahok Bikin Ngakak

News | Selasa, 18 April 2017 | 16:43 WIB

Soal 'Tamasya Al Maidah', Djarot: Tak Ada Pertunjukan di TPS

Soal 'Tamasya Al Maidah', Djarot: Tak Ada Pertunjukan di TPS

News | Selasa, 18 April 2017 | 16:30 WIB

Ahok Ikut Rapat di Istana Presiden, Sore Ini

Ahok Ikut Rapat di Istana Presiden, Sore Ini

News | Selasa, 18 April 2017 | 16:14 WIB

Ahok-Djarot Tak Ingin Urus Isu Sembako

Ahok-Djarot Tak Ingin Urus Isu Sembako

News | Selasa, 18 April 2017 | 16:12 WIB

Jelang Pilkada, Polisi Usir Massa dari Daerah di Jakarta Utara

Jelang Pilkada, Polisi Usir Massa dari Daerah di Jakarta Utara

News | Selasa, 18 April 2017 | 15:57 WIB

Terkini

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×