Pemerintah SBY Lebih Baik Menjaga KPK

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Minggu, 07 Mei 2017 | 19:46 WIB
Pemerintah SBY Lebih Baik Menjaga KPK
Presiden Joko Widodo membuka Mukernas dan Holaqah Ekonomi Nasional HPN di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta, Jumat (5/5).

Suara.com - Pakar Hukum Tata Neara Bivitri Susanti menilai pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih baik dalam menangani masalah yang mendera Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) ketimbang pemerintahan Joko Widodo. Saat jaman SBY, KPK berhadapan dengan Polri. Saat masa Jokowi, KPK berhadapan dengan DPR.

"Harusnya (Presiden Jokowi) jadi penengah. Karena banyak orang yang kecewa juga (dengan DPR). Menurut kami ini bedanya pemerintah sekarang dalam konteks KPK dengan pemerintahan yang lalu. Yang sekarang ini menurut saya pak Jokowi masih kurang untuk bergerak," kata Bivitri usai diskusi Jaringan Masyarakat Anti Korupsi (JaMAK) bertajuk Hak Angket DPR dan Komitmen Pemberantasan Korupsi di Hotel Puri Denpasar, Jalan Raya Denpasar, Jakarta Selatan, Minggu (7/5/2017).

‎Kata dia, ‎Presiden Jokowi hanya mengeluarkan pernyataan yang dianggap bukan sebagai langkah kongkrit. Harusnya, tambah Bivitri, Jokowi bisa lebih menggunakan kekuatannya dalam hal ini.

"Menurut saya dia cuman bikin pernyataan 'saya ada di belakang KPK', tapi masih pernyataan. Sementara, langkah konkritnya, misalnya dia rapat konsultasi sama DPR itu ditunjukan dong. Sehingga parpol bisa liat presiden megang kontrol di negara ini," tuturnya.

Dia menganalisis, tindakan Presiden yang kurang tegas ini dikarenakan ‎kasus korupsi e-KTP ini menyangkut orang-orang yang besar. Bahkan, Bivitri menduga, ada orang dekat Presiden yang terlibat dalam kasus yang merugikan Rp2,3 triliun ini.

"Menurut saya kalau kita baca, kita analisis jaringan-jaringannya, kelihatannya karena kasus e-KTP banyak menyangkut orang-orang yang punya relasi dengan presiden," katanya.

Bivitri menilai, Presiden Jokowi lebih menggunakan negosiasi politiknya dalam menyikapi perkara yang bernilai Rp5,9 triliun itu.

"Kelihatannya dia sangat hati-hati mengambil keputusan. Dalam konteks hukum dia kurang mengedepankan hukum ya. Dia masih yang negosiasi politik seperti apa, jangan buat kegaduhan. Dia Pengennya selesai secara smooth, padahal klo dibiarkan terus ini bisa membunuh KPK lama-lama," ujar Bivitri.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Bawa 7 Ontel dari Istana ke Kalimantan, untuk Apa?

Jokowi Bawa 7 Ontel dari Istana ke Kalimantan, untuk Apa?

News | Minggu, 07 Mei 2017 | 19:23 WIB

Melihat Afghanistan, Jokowi Ingatkan Warga Indonesia Rukun

Melihat Afghanistan, Jokowi Ingatkan Warga Indonesia Rukun

News | Minggu, 07 Mei 2017 | 16:35 WIB

Kunjungi Mataram, SBY Curhat Lagi, Soal Apa Yah?

Kunjungi Mataram, SBY Curhat Lagi, Soal Apa Yah?

News | Minggu, 07 Mei 2017 | 19:37 WIB

SBY: Ada yang Geruduk Ruang Saya

SBY: Ada yang Geruduk Ruang Saya

News | Minggu, 07 Mei 2017 | 16:07 WIB

Jokowi: Kekayaan Indonesia Ada di Laut

Jokowi: Kekayaan Indonesia Ada di Laut

News | Minggu, 07 Mei 2017 | 15:54 WIB

Peneliti ICW: Hak Angket KPK yang Diajukan DPR, Bentuk Premanisme

Peneliti ICW: Hak Angket KPK yang Diajukan DPR, Bentuk Premanisme

News | Sabtu, 06 Mei 2017 | 12:20 WIB

Presiden Awali Kunker Lintas Nusantara di Aceh Selama Lima Hari

Presiden Awali Kunker Lintas Nusantara di Aceh Selama Lima Hari

News | Sabtu, 06 Mei 2017 | 10:22 WIB

Berinisiatif Temui Jokowi, Ini Alasan Pimpinan KPK

Berinisiatif Temui Jokowi, Ini Alasan Pimpinan KPK

News | Jum'at, 05 Mei 2017 | 20:57 WIB

Jokowi: Kita Dukung KPK Buat Negara Bersih dari Korupsi

Jokowi: Kita Dukung KPK Buat Negara Bersih dari Korupsi

News | Jum'at, 05 Mei 2017 | 19:47 WIB

Jokowi Buka Mukernas dan Holaqah Ekonomi Nasional

Jokowi Buka Mukernas dan Holaqah Ekonomi Nasional

Foto | Jum'at, 05 Mei 2017 | 18:23 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×