Suara.com - Nama dua dari tiga teroris yang melakukan serangan di Jembatan London (London Bridge) telah dirilis polisi, yakni Khuram Shazad Butt (27) dan Rachid Redouane (30).
Dua tersangka yang telah ditembak mati itu berasal dari London Timur. Khuram berkewarganegaraan Inggris yang lahir di Pakistan selama ini tinggal bersama istri dan anak-anaknya di Barking.
Begitu juga Rachid tinggal di Barking, berasal dari Maroko dan Libya.
Polisi mengatakan bahwa mereka berusaha mengkonfirmasi identitas kaki tangan kedua tersangka.
Asisten Komisaris Mark Rowley mengatakan bahwa Khuram telah terdeteksi oleh petugas keamanan, namun tak ada bukti dia akan merencanakan serangan.
Ken Chigbo (26) tetangga salah satu tersangka menggambarkan bahwa Khuram berperilaku ramah dan tinggal bersama keluarga mudanya.
Bahkan Ken, yang tinggal di gedung yang sama, sempat mengundangnya ke sebuah pesta barbekyu pada pekan lalu.
Tetangga lain mengatakan kepada wartawan,"Sudah pasti dia (Khuram). Saya tidak mengerti mengapa dia sampai melakukan hal ini. Dia memiliki balita dan bayi, ini gila."
Salah satu tersangka sempat dilaporkan ke polisi karena melakukan radikalisasi kepada kaum muda.
Jibril Palomba mengatakan bahwa ia dan istrinya khawatir lelaki yang ia kenal sebagai Abu Mohammed memberi anak-anak mereka permen dan agresif dalam berkhotbah tentang Islam.
Erica Gasparri juga mengatakan dirinya melihat tersangka dan dua lelaki lainnya melakukan dakwah di luar sebuah sekolah.
Serangan di Jembatan London terjadi pada Sabtu, 3 Juli 2017 pukul 22:00 waktu setempat dan mengakibatkan tujuh orang tewas dan 48 lainnya terluka setelah tiga orang menyerang para menusuk sembarang orang di pub dan bar pakai pisau belati.
Sebelum penusukan, para tersangka memacu mobil van mereka dan menabrak para pejalan kaki.
ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang merenggut tujuh nyawa itu.