Singgung Tersangka Novanto, Mic Politisi Ini Mendadak Mati

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Kamis, 20 Juli 2017 | 14:00 WIB
Singgung Tersangka Novanto, Mic Politisi Ini Mendadak Mati
Anggota Fraksi Demokrat DPR Benny K Harman (tengah). [Antara/Rosa Panggabean]

Suara.com - Pelantang suara atau mic di meja politisi Demokrat Benny Kabur Harman tiba-tiba mati saat rapat paripurna, Kamis (20/7/2017). Mic mati setelah Benny bicara menyindir status tersangka Ketua DPR Setya Novanto.

Ini kejadian kedua kali di sidang paripurna hari ini. Sebelumnya, mic di meja Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Muhammad Syafi'i juga mendadak mati.

Pelantang dalam rapat paripurna ini menggunakan sistem elektronik. Setiap anggota yang ingin interupsi diwajibkan mendaftar sebelumnya. Untuk rapat kali ini, disepakati setiap anggota berbicara selama lima menit.

"Saya senang sekali menyaksikan pimpinan Dewan lengkap duduk di depan kita semua. Tentu sebagai sahabat, sesama anggota dewan, saya menyampaikan keprihatinan yang begitu mendalam atas musibah hukum yang menimpa Ketua DPR kita. Kita doakan pak ketua kuat dan tegar dalam menjalani cobaan ini," kata Benny.

Sontak kalimatnya membuat tepuk tangan dari peserta dan pemantau rapat kali ini.

"Kedua, saya mengusulkan supaya agenda rapat kita fokus dan jelas setelah dibacakan ketua pansus ada lima isu yang belum disepakati di tingkat pansus untuk diputusakn di tingkat," kalimat Benny tidak tuntas karena pelantangnya mati.

Pimpinan rapat, Wakil Ketua DPR Fadli Zon memberikan penjelasan. Dia menganggap Benny salah memencet tombol sehingga pelantangnya mati.

"Maaf itu tadi dimatikan, kita jadi sulit. Jangan dipencet lagi, itu jadi mematikan, Pak Benny. Mohon maaf kita sulit kembali lagi. Mungkin bisa mendaftar lagi. Silakan pak Taufiqulhadi (Nasdem)," kata Fadli.

Kamis (20/7/2017) ini, rapat paripurna mengagendakan pengambilan keputusan tingkat II tentang rancangan undang-undang ‎(RUU) Penyelenggaraan Pemilu.

Lima pimpinan DPR hadir dan duduk bersamaan di meja pimpinan. Bahkan, Setya Novanto juga duduk di meja pimpinan. Meski pun Novanto merupakan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan proyek Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Pengambilan keputusan RUU Pemilu ini dilakukan di dalam rapat paripurna karena di tingkat Panitia Khusus (Pansus) RUU Penyelenggaraan Pemilu tidak mendapatkan kesepakatan. Ada lima isu krusial yang belum disepakati. Yaitu, Presidential Threshold, Parlementary Threshold, Sistem Pemilu, Alokasi Kursi, dan Metode Konversi Suara.

DPR kemudian menawarkan lima paket dari lima isu krusial itu. Lima paket ini yang nantinya akan dijadikan bahan voting bila musyawarah mufakat tidak bisa berjalan dalam rapat kali ini.

‎Berikut lima paket yang disediakan DPR jika voting akan diberlakukan:

  • Paket A: Presidential treshold (20-25 persen,) parliamentary treshold (4 persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-10 kursi), metode konversi suara (Saint lague Murni).
  • Paket B: Presidential treshold (0 persen,) parliamentary treshold (4 persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-10 kursi), metode konversi suara (Kuota Hare).
  • Paket C: Presidential treshold (10-15 persen,) parliamentary treshold (4 persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-10 kursi), metode konversi suara (Kuota Hare).
  • Paket D: Presidential treshold (10-15 persen) parliamentary treshold (5 persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-8 kursi), metode konversi suara (Saint lague Murni).
  • Paket E: Presidential treshold (20-25 persen) parliamentary treshold (3,5 persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-10 kursi), metode konversi suara (Kuota Hare).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Walau Jadi Tersangka, Novanto Ikut Pimpin Paripurna RUU Pemilu

Walau Jadi Tersangka, Novanto Ikut Pimpin Paripurna RUU Pemilu

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 11:37 WIB

KPK Akan Periksa Saksi untuk Tersangka Setya Novanto

KPK Akan Periksa Saksi untuk Tersangka Setya Novanto

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 11:19 WIB

Pengamat: Setya Novanto Sebaiknya Mundur!

Pengamat: Setya Novanto Sebaiknya Mundur!

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 07:48 WIB

Inilah Dalih Golkar Soal Novanto Tetap Jadi Ketua Umum

Inilah Dalih Golkar Soal Novanto Tetap Jadi Ketua Umum

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 23:45 WIB

Setya Novanto Tersangka, Politikus Senior Golkar Temui JK

Setya Novanto Tersangka, Politikus Senior Golkar Temui JK

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 20:45 WIB

Golkar ke Partai Lain: Jika Saudara Kena Musibah, Beri Empati

Golkar ke Partai Lain: Jika Saudara Kena Musibah, Beri Empati

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 19:32 WIB

Apakah Novanto Bakal Lawan KPK di Pengadilan, Sedang Dikaji

Apakah Novanto Bakal Lawan KPK di Pengadilan, Sedang Dikaji

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 19:23 WIB

Markus Nari Kini Menyandang Status Tersangka Dua Kali!

Markus Nari Kini Menyandang Status Tersangka Dua Kali!

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 18:38 WIB

Golkar Kian Termehek-mehek, Usai Setnov, Kini Markus Nari TSK

Golkar Kian Termehek-mehek, Usai Setnov, Kini Markus Nari TSK

News | Rabu, 19 Juli 2017 | 18:25 WIB

Terkini

Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap

Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:18 WIB

Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun

Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:11 WIB

Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering

Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:06 WIB

Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:53 WIB

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:49 WIB

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:34 WIB

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:31 WIB

Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara

Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:27 WIB

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:20 WIB

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:55 WIB