SBY: Belum Ada Koalisi dengan Gerindra, Baru Tingkatkan Kerjasama

Ardi Mandiri, Bagus Santosa

Kamis, 27 Juli 2017 | 23:40 WIB
SBY: Belum Ada Koalisi dengan Gerindra, Baru Tingkatkan Kerjasama
Pertemuan SBY dan Prabowo. [suara.com/ Bagus Santosa]

Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan akan bersama-sama Partai Gerindra untuk mengawal pemerintahan. Namun, bentuk pengawalan ini tidak bukan dalam bentuk koalisi.

Hal itu dikatakan SBY ‎usai bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di ruamh SBY, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017) malam.

"Kami juga bersepakat tadi untuk meningkatkan komunikasi dan kerjasama, sah. Meskipun tidak dalam bentuk koalisi. Karena kita kenal Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih pun sudah alami pergeseran dan perubahan. Maka kami memilih tidak perlulah harus membentuk yang dinamakan koalisi. Yang penting kita tingkatkan komunikasi dan kerjasama," kata SBY.‎

Dia menerangkan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari rapat paripurna tentang undang-undang penyelenggaraan pemilu. Di mana, saat itu Demokrat dan Gerindra bersama PAN dan PKS memiliki pandangan yang sama. Yaitu tidak menyetujui undang-undang tersebut.
Bermula dari itu, kedua partai ini kemudian sepakat untuk sama-sama mengawal negara ini ke depan. Tujuannya agar negara benar-benar menjalankan kepentingan rakyat.

SBY menerangkan, pengawalan itu dilakukan dengan cara mendukung kebijakan negara yang benar, tepat dan sesuai kepentingan rakyat, serta mengkoreksi dan mengkritisi kebijakan negara yang melukai dan mencederai rakyat. ‎

"Itu gamblang, tegas‎ dan terang. Itu sikap kami," tuturnya.

Presiden keenam RI ini menambahkan, ada dua bentuk pengawalan yang bisa dilakukan saat ini. Pengawalan wilayah politik, kata SBY, koridornya adalah demokrasi, aturan main, konstitusi, undang-undang dan sistem yang berlaku.

Serta, pengawalan di wilayah gerakan moral. Pengawalan ini  dilakukan lewat amanah yang diberikan kader partai sebagai pejabat negara. Gerakan moral ini, kata SBY, perlu dilakukan apabila perasaan dan kepentingan rakyat dicederai.

"Kalau kami mengetahui, ikut merasakan, rakyat di seluruh tanah air perasaanya kepentingnya aspirasnya tidak lagi didengar oleh penyelengara negara, oleh pemerintah dan oleh pemimpin, wajib hukumnya kita mengingatkan. Kita memebrkan koreksi. Sah. Dan gerakan seperti ini juga secara moral dibenarkan," tuturnya.

Dia menambahkan, ‎apa yang dilakukan Demokrat atau Gerindra dilakukan dalam aktivitas dan gerakan yang beradab dan bertumpu pada nilai demokrasi. Kata SBY, apa yang dilakukan Partainya bukan dalam tataran untuk merusak negara.

"Kalau tidak kami lakukan dengan beradab dan bertumpu, tidak demokrasi, apalagi merusak negara, justru gerakan kami yang secara politik dan moral tidak baik," katanya.
Dia menambahkan, Partai Demokrat ingin memastikan negara menggunakan kekuasaan yang baik. Dia berharap kekuasaan tidak melampaui batas sehingga cross the line dan masuk ke ranah yang disebut abuse of power.

"Saya harus mengatakan bahwa power must not go unheck," ujarnya.‎

"Banyak pelajaran di dunia termasuk di negeri kita manakala kekuasaan melampuai batasnya. Rakyat akan memberikan koreksinya. Sebagai bentuk kesetiaan kami kepada negara, pemerintah, pemipin, kami akan terus ingatkan, gunakan kekuasaan sesusai konstitusi, etika, tidak melampui batas dan tidak keliru menggunakan kekuasaan itu," tambah Mantan Koordinator Politik Hukum dan Keamanan era Presiden Megawati Sukarno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diberi Nasi Goreng, Prabowo: SBY Tahu Kelemahan Saya!

Diberi Nasi Goreng, Prabowo: SBY Tahu Kelemahan Saya!

News | Kamis, 27 Juli 2017 | 23:09 WIB

Diplomasi Nasi Goreng Gerobakan ala SBY ke Prabowo

Diplomasi Nasi Goreng Gerobakan ala SBY ke Prabowo

News | Kamis, 27 Juli 2017 | 22:56 WIB

Sampai di Rumah SBY, Prabowo: Wah, Kayak Pasar Malam, Nih

Sampai di Rumah SBY, Prabowo: Wah, Kayak Pasar Malam, Nih

News | Kamis, 27 Juli 2017 | 21:15 WIB

Prabowo Subianto King Maker, Koalisi Demiz - Syaikhu Belum Pasti

Prabowo Subianto King Maker, Koalisi Demiz - Syaikhu Belum Pasti

News | Kamis, 27 Juli 2017 | 20:30 WIB

SBY Ketemu Prabowo, Bagaimana dengan Megawati?

SBY Ketemu Prabowo, Bagaimana dengan Megawati?

News | Kamis, 27 Juli 2017 | 20:23 WIB

SBY dan Prabowo Belum Datang, Elite Demokrat Sudah Kumpul

SBY dan Prabowo Belum Datang, Elite Demokrat Sudah Kumpul

News | Kamis, 27 Juli 2017 | 19:49 WIB

Selain ke SBY, Prabowo Akan Bertemu Tokoh Lain, Siapa?

Selain ke SBY, Prabowo Akan Bertemu Tokoh Lain, Siapa?

News | Kamis, 27 Juli 2017 | 16:07 WIB

Habis Didatangi Prabowo, SBY Disarankan Temui Megawati

Habis Didatangi Prabowo, SBY Disarankan Temui Megawati

News | Kamis, 27 Juli 2017 | 15:43 WIB

Pertemuan SBY-Prabowo, Eko Sulistyo: Itu Peristiwa Biasa

Pertemuan SBY-Prabowo, Eko Sulistyo: Itu Peristiwa Biasa

News | Kamis, 27 Juli 2017 | 13:59 WIB

Terkini

Maulid Nabi 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Liburnya

Maulid Nabi 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Liburnya

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Impact Investing Indonesia Tembus 1,5 Miliar Dolar AS, Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Dampak

Impact Investing Indonesia Tembus 1,5 Miliar Dolar AS, Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Dampak

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas di Pegadaian Naik! Cek Rincian Logam Mulia Galeri24 dan UBS Hari Ini

Harga Emas di Pegadaian Naik! Cek Rincian Logam Mulia Galeri24 dan UBS Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Mengapa Sepatu Putih Berubah Kuning setelah Dicuci? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Mengapa Sepatu Putih Berubah Kuning setelah Dicuci? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Kumpul Jelang HUT RI, Sekjen Koalisi Prabowo Bahas Penguatan Kabinet dan Masalah Puluhan Tahun

Kumpul Jelang HUT RI, Sekjen Koalisi Prabowo Bahas Penguatan Kabinet dan Masalah Puluhan Tahun

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Jembatan Putus Way Pengubuan Belum Juga Diperbaiki

Jembatan Putus Way Pengubuan Belum Juga Diperbaiki

Lampung | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:02 WIB

Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari

Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Saham BUMN Ada yang Berpotensi Delisting, Danantara Mau Fokus Ini

Saham BUMN Ada yang Berpotensi Delisting, Danantara Mau Fokus Ini

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Kinerja Bank Besar Melaju Pada Kuartal II, BFIN dan BBCA Jadi Saham Kejutan

Kinerja Bank Besar Melaju Pada Kuartal II, BFIN dan BBCA Jadi Saham Kejutan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Lockbox Terasa Seperti Dua Film yang Dipaksa Menjadi Satu

Lockbox Terasa Seperti Dua Film yang Dipaksa Menjadi Satu

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:50 WIB

×