Sebut 4 Partai Dukung Khilafah, Ini Pidato Asli Victor Laiskodat

Reza Gunadha | Suara.com

Selasa, 08 Agustus 2017 | 09:43 WIB
Sebut 4 Partai Dukung Khilafah, Ini Pidato Asli Victor Laiskodat
Konferensi pers Partai Nasdem terkait pidato Ketua Fraksi Partai Nasdem Viktor Laiskodat, di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Senin (7/8/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Pertanyaan pertanyaan tadi itu…itu menjawab semua…jadi saya tidak boleh pidato lagi…air bersih tidak ada…jalan lumpur masuk lumpurmbuka masuk semua…jalan tak salah kalau tidur masuk didalam got mati semua….kali banyak kalau ujan tidak lewat tunggu dulu kalinya surut…yang gini berlaku di daerah lain…tidak ada di kabupaten kupang bagian belaugama, naikliu…jadi kita hari ini putus…dukung yang namanya pak Korinus Masneno dengan Pak Jerry manafe…kita dukung tidak main-main…kita kerja serius betul…tapi kalau mereka berdua bodoh seperti yang kemaren saya ajak kita semua di dalam ten ini…minimal yang didalam ten ini saja…siap…kita tempeleng sama dong…kita siap…nanti kalau be ajak tempeleng bupati barurusan sama nanti…kenapa kita dukung mereka supaya pelan pelan kabupaten kupang itu lihat cahaya kehidupan. 

Saya ini dengan pak johnny bisa kasih turun uang untuk kabupaten kupang saja infrastruktur bisa saja tahun ini kita bisa turunkan 100milyar…bisa…tetapi tidak bisa dipakai…nanti dia pasti kembali…jadi tunggu ko yang bisa pakai baru kasih turun…kasih turun uang ini…katong bakalahi setengah mati di pusat…lalu datang sonde bisa pakai ko dibawa pulang lai..hehkarena itu…harus…kita sudah janji ooo… pak masneno dengan pak manafe…nanti beta ajak senang ke (tidak jelas)….kalo kerja su betul…beta ini bukan janji omong kosong ooo…tapi beta bisa bikin batul na…kerja baik buat kabupaten kupang…berikan yang terbaik…rakyat su capek su muak…main tunggu tunggu tunggu tunggu mati muncul lagi datang dia tunggu tunggu tunggu mati muncul lagi tunggu tunggu tunggu mati…mati teros sonde ada yang muncul….kita tidak mau pemimpin yang hanya naik makan minum tapi setengah rakyatnya mati.

 Ada satu teori kesejahteraan yang katanya begini…untuk membuat orang miskin hilang dan supaya semua tempat itu kaya matikan semua orang miskin…maka sisa tinggal yang kaya saja…maka pertumbuhan ekonomi yang tadi pak Johnny omong itu cepat sekali kita naik…jadi cepat atau tidak bupati tidak usah kerja kumpul orang bunuh yang miskin kasi mati …terus mati…lalu dia pidato sisa yang kaya saja saya berhasil…yang pingin yang itu ko…pikir yang begitu ko…tidak…tidak…menurut saya bupati yang duduk diam kayak setengah orang mati itu dia sama saja seperti analogi ataupun contoh yang tadi beta sebut tadi….dia setengah orang mati…kita tidak bisa hidup seperti itu….

 Jaman dulu kabupaten kupang itu…tempat makanan…dari ampoang sana kalau mau bangun  rumah itu dorang tukar sapi dengan seng…kalau dulu beta masih sd smp jadi beta ingat itu…pi kerja di toko toko kalo datang orang ke ampoang bapak saya mau tukar seng dengan sapi bisa toh…wih hebat berarti ni orang…sapi punya banyak lae…sakarang…ekspor ekspor sampe dia pun anak kici ekspor buang..sangking tidak ada sapi….amarsai itu tempat makanan penuh disana…ada yang namanya pinang kelapa pisang papaya makan (bahasa daerah) kalau datang ka amarasi…sekarang setelah (nama orang tidak jelas) mati sekian lama…tidak ada lagi pemimpin yang ajak tuk bangun ko tanam baek baek lalu mereka makan buang sapi abis semua dong jo su berat semua…jadi beta rasa sekarang so amarasi juga susah pelan pelan…bukan lagi orang yang punya makan yang cukup…beta rasa nanti lama-lama makan sirih pinang pun dorang beli di pasar…su beli di pasar…su beli di pasar…basong mati sa lebih baik…

 Ini berarti bupati dengan wakil bupati harus kerja berat…saya titip begini kalau tuhan perkenankan dan rakyat kabupaten kupang berkenan…bapak badua jangan bakalahi  proyek…jan bakalahi duduk kapala dinas…cari yang terbaik…yang bisa kerja…jangan bilang su duduk begini bupati…memang bupati tu cadangan…wakil bupati maaf wakil bupati tu cadangan…wakil bupati jan kepengan menjadi bupati pada saat dia jadi wakil…saya kasih nasehat sebelum katong rang jadi…kenapa wakil bupati tu cadangan…karena penting sekali wakil kepemimpinan…jadi kalo ada apa-apa terjadi bupati…tidak bisa kita pilih lagi su ada memang pemimpin ganti…jadi itu wakil bupati mengikuti seluruh cara berpikir dan gerak dari pada pemimpin…diah hanya mengantisipasi kekeliruan kekeliruan yang terjadi..

 Sangking pentingnya kepemimpinan di kabupaten kupang sehingga bupati harus di dampingi oleh seseorang kalau tiba-tiba dia ada apa…mana tau hidup ini kita mana tau…jalan jalan ta kuju lai jantung mati…motor tabrak mati baru lewat begini (tidak jelas)…bupatinya mati tidak bingung…wakil bupati sudah paham…dia mengerti cara berpikir bupatinya dan cara bertindak bupatinya sehingga dia tau langsung diambil langsung jalan…jadi menjadi serep itu bukan ban serep…serep itu maksudnya dia siap-siap…jaga jaga jangan sampai ada kondisi terburuk…bukan dia bikin kondisi terburuk buat bupati…itu yang tidak boleh…sekarang saya ni heran…orang mau cari wakil cari wakil yang lemah lemah dong supaya jangan lawan denga katong…cari yang kuat supaya dia jagabeta begitu baek.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Tuduhan Laiskodat ke 4 Partai, Ini Komentar Sekjen DPP PDIP

Soal Tuduhan Laiskodat ke 4 Partai, Ini Komentar Sekjen DPP PDIP

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 17:42 WIB

Politisi Gerindra Minta Maaf Sebut PDIP Seperti PKI, Kelar?

Politisi Gerindra Minta Maaf Sebut PDIP Seperti PKI, Kelar?

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 17:02 WIB

Waketum Gerindra Sebut Kasus Victor Laiskodat Mirip Kasus Ahok

Waketum Gerindra Sebut Kasus Victor Laiskodat Mirip Kasus Ahok

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 15:30 WIB

Jika Laiskodat Minta Maaf, Gerindra Pertimbangkan Cabut Laporan

Jika Laiskodat Minta Maaf, Gerindra Pertimbangkan Cabut Laporan

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 15:17 WIB

Fadli Zon Peringatkan Victor Jangan Sampai Jadi Ahok Kedua

Fadli Zon Peringatkan Victor Jangan Sampai Jadi Ahok Kedua

News | Sabtu, 05 Agustus 2017 | 01:00 WIB

Mendagri: Jangan Jauh-jauh Hari Sudah Tebar Fitnah

Mendagri: Jangan Jauh-jauh Hari Sudah Tebar Fitnah

News | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 20:51 WIB

Viktor Berturut-turut Dipolisikan, Usai Gerindra, Barisan PAN

Viktor Berturut-turut Dipolisikan, Usai Gerindra, Barisan PAN

News | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 18:59 WIB

PKS: Pernyataan Politisi Nasdem Barbar dan Premanisme

PKS: Pernyataan Politisi Nasdem Barbar dan Premanisme

News | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 17:42 WIB

Gerindra Laporkan Victor Laiskodat dengan UU ITE

Gerindra Laporkan Victor Laiskodat dengan UU ITE

News | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 17:18 WIB

Dituding Pro Khilafah, PKS: Pantas Jika Surya Paloh Pecat Victor

Dituding Pro Khilafah, PKS: Pantas Jika Surya Paloh Pecat Victor

News | Jum'at, 04 Agustus 2017 | 15:10 WIB

Terkini

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB

Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:19 WIB

Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri

Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:15 WIB

Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati

Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:14 WIB

KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi

KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:07 WIB

Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis

Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:07 WIB

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:28 WIB

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:13 WIB

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:09 WIB