Peringati Kematian Penerus Hitler, Neo-Nazi Pawai di Jerman

Reza Gunadha | Suara.com

Minggu, 20 Agustus 2017 | 09:34 WIB
Peringati Kematian Penerus Hitler, Neo-Nazi Pawai di Jerman
Kelompok Neo-Nazi Jerman dan Eropa melakukan pawai di Berlin, untuk memperingati 30 tahun kematian Rudolf Hess, Sabtu (19/8/2017). [Tobias SCHWARZ / AFP]

Suara.com - Sedikitnya 500 anggota Neo-Nazi di Jerman berpawai di Kota Berlin, untuk memperingati kematian seorang tokoh Nazi era Adolf Hitller, yakni Rudolf Hess.

Namun, seperti diberitakan The Guardian, Minggu (20/8/2017), aksi kaum rasis tersebut mendapat tantangan dari demonstrasi tandingan kelompok sayap kiri dan warga Berlin yang anti-Nazi.

Aksi kelompok Neo-Nazi pada Sabtu (19/8) itu awalnya ingin berpawai ke sebuah bangunan bekas penjara di distrik Spandau. Sebab Hess, 30 tahun silam, ditahan dan memutuskan gantung diri di dalam penjara tersebut.

Namun, aparat kepolisian mencegah kaum Neo-Nazi ke penjara Spandau, karena mengkhawatirkan terjadi bentrokan dengan aksi anti-Nazi yang memblokade jalan menuju terungku tersebut.

Setelah sempat memanas, kelompok Neo-Nazi dari seluruh penjuru Jerman dan sejumlah negara Eropa itu lantas mengalihkan pawai ke stasiun Spandau.

Tapi, di stasiun tersebut, mereka sudah dihadang oleh ribuan massa aksi anti-Nazi. "Nazi, pulanglah ke rumah!" "Kau sudah kalah dalam perang", "Nazi yang baik adalah Nazi yang mati!" teriak massa aksi yang kontra.

Aparat kepolisian tidak melarang kelompok Neo-Nazi melakukan pawai. Syaratnya, mereka dilarang mengibarkan bendera maupun simbol Nazi-Hitler dalam aksi.

Sebagai solusi, kelompok sayap-kanan tersebut mengibarkan bendera tiga warga, Hitam-Putih-Merah, yang identik dengan bendera Kekaisaran Jerman tahun 1871-1918.

"Para 'tikus-tikus Hitler' itu kekinian semakin berani menunjukkan aktivitasnya. Itu setelah kemenangan Donald Trump di Amerika Serikat. Trump membuat kaum yang tak berakal itu diterima secara sosial," tukas Jossa Berntje, warga Berlin berusia 64 tahun yang ikut berdemonstrasi menolak Neo-Nazi.

Untuk diketahui, Hess adalah salah satu tokoh akhir Nazi-Hitler. Ia juga disebut sebagai sosok yang ditunjuk Hittler sebagai penerus. Hess gantung diri saat ditahan. Namun, kelompok Neo-Nazi meyakini Hess dibunuh dan kematiannya sebagai martir patut dikenang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Salah Pose, Turis Asal Cina Ini Ditahan

Salah Pose, Turis Asal Cina Ini Ditahan

News | Senin, 07 Agustus 2017 | 08:10 WIB

Jerman Minta Belgia Berikan Data Terkait Skandal Insektisida

Jerman Minta Belgia Berikan Data Terkait Skandal Insektisida

Bisnis | Minggu, 06 Agustus 2017 | 04:25 WIB

Studi: Perokok Kurang Mampu Atasi Rasa Takut

Studi: Perokok Kurang Mampu Atasi Rasa Takut

Health | Minggu, 30 Juli 2017 | 13:16 WIB

Gadis Jerman Usia 16 Tahun Anggota ISIS Ditangkap Tentara Irak

Gadis Jerman Usia 16 Tahun Anggota ISIS Ditangkap Tentara Irak

News | Selasa, 18 Juli 2017 | 18:50 WIB

Tamu Pakai Baju Adolf Hitler, Kantor Berita NHK Jepang Minta Maaf

Tamu Pakai Baju Adolf Hitler, Kantor Berita NHK Jepang Minta Maaf

News | Kamis, 13 Juli 2017 | 14:49 WIB

Terkini

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:25 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB