Ancaman Terorisme, Indonesia Perkuat Kerjasama Keamanan Maritim

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 25 Agustus 2017 | 02:06 WIB
Ancaman Terorisme, Indonesia Perkuat Kerjasama Keamanan Maritim
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan kompleksitas masalah laut yang muncul seiring perkembangan waktu, membuat Indonesia perlu memperkuat kerja sama di bidang keamanan maritim.

"Saat ini, dunia berada di tengah meningkatnya kompleksitas dalam bidang keamanan maritim," ujar Wiranto dalam Simposium Keamanan Maritim Internasional 2017 di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/8/2017).

Beberapa perkembangan kegiatan di laut yang perlu mendapatkan perhatian, di antaranya perdagangan yang telah meningkat secara drastis, penemuan ladang minyak dan gas baru, eskalasi sengketa teritorial, kejahatan transnasional maritim, kerusakan lingkungan maritim, terorisme maritim serta perompakan.

"Situasi ini menuntut kita untuk menjalin kerja sama yang lebih kuat antarnegara bagian dan angkatan laut, untuk menjaga ketertiban dan keamanan di laut," ungkapnya.

Mantan Panglima TNI ini menuturkan meskipun serangan perompakan di Somalia mulai mereda, masih ada ancaman nyata yang perlu diwaspadai dunia maupun Indonesia, yakni insiden di Laut Sulu yang menjadi perbatasan antara Indonesia dan Filipina.

"Perompakan hanya dapat ditangani dengan pendekatan berlapis yang komprehensif dengan menggunakan langkah-langkah politis, kemampuan teknologi dan kerja sama intelijen. Ini juga membutuhkan kerja sama multinasional," tambah Wiranto.

Sementara itu, terkait ancaman terorisme yang dapat menyebar melalui laut, menurut dia hal itu juga hanya bisa dicegah saat laut diawasi secara efektif.

"Untuk itu dibutuhkan satu struktur yang membahas pengembangan kapasitas keamanan maritim dengan melibatkan negara-negara, baik regional maupun internasional, sehingga konektivitas kelautan merupakan agenda penting untuk Indonesia," jelas Menko Polhukam.

Menurut dia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki enam juta kilometer persegi yurisdiksi maritim. Terlebih lagi, Indonesia memiliki batas laut sejauh hampir tiga belas ribu kilometer di Samudera Hindia.

baca juga

"Konfigurasi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan kerja sama regional dan internasional demi kesejahteraan rakyat dan keamanan maritim," kata Wiranto.

Menko Polhukam menambahkan dalam kebijakan administrasi saat ini, Indonesia akan memprioritaskan pembangunan konektivitas infrastruktur dan maritim dengan membangun pelabuhan laut sambil memperbaiki industri perkapalan, logistik dan pariwisata bahari. Selain itu, Indonesia juga berupaya untuk mengakhiri sumber konflik di laut, termasuk "Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing", pelanggaran kedaulatan, sengketa teritorial, perompakan dan polusi melalui diplomasi maritim.

"Kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kawasan kita tetap stabil dan damai. Kami ingin agar Samudera Hindia dan Pasifik tetap damai dan aman untuk perdagangan dunia, dari pada menjadi medan perang untuk sumber daya alam, konflik teritorial dan supremasi maritim," ungkap dia.

Kegiatan International Maritime Security Symposium (IMSS) ini merupakan simposium berskala internasional yang diprakarsai oleh TNI Angkatan Laut setiap dua tahun sekali sejak 2013. Kegiatan yang diselenggarakan ketiga kalinya ini, digelar dalam rangka membangun kerja sama di dalam penanggulangan keamanan maritim tingkat regional dan internasional.

Selain Menko Polhukam Wiranto, acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Laut Republik Islam Iran Laksamana Habibollah Sayyari, Kasal Bangladesh Laksamana Muda M. Hasan Ali Khan, 43 delegasi dari luar negeri, serta para pengusaha di bidang kemaritiman. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tangkal Radikalisme dari Keluarga

Tangkal Radikalisme dari Keluarga

News | Kamis, 24 Agustus 2017 | 05:05 WIB

Karlina Supelli Usulkan Tiga Cara Tanggulangi Radikalisasi

Karlina Supelli Usulkan Tiga Cara Tanggulangi Radikalisasi

News | Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:00 WIB

Al Chaidar: Teroris Orang yang Tak Sabar Masuk Surga

Al Chaidar: Teroris Orang yang Tak Sabar Masuk Surga

News | Rabu, 23 Agustus 2017 | 12:46 WIB

Nyawa Anak di Sini Murah, Sering Jadi 'Pengantin' Bom Bunuh Diri

Nyawa Anak di Sini Murah, Sering Jadi 'Pengantin' Bom Bunuh Diri

News | Rabu, 23 Agustus 2017 | 07:01 WIB

Turki Darurat, Erdogan Akan Bubarkan Ormas Radikal

Turki Darurat, Erdogan Akan Bubarkan Ormas Radikal

News | Rabu, 23 Agustus 2017 | 06:32 WIB

Kepala BNPT: Kini Sasaran Teroris Generasi Muda

Kepala BNPT: Kini Sasaran Teroris Generasi Muda

News | Rabu, 23 Agustus 2017 | 00:01 WIB

Mahfud: Banyak Anak Muda Idolanya Kaum Radikalis

Mahfud: Banyak Anak Muda Idolanya Kaum Radikalis

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 16:51 WIB

Indonesia Kecam Aksi Teror di Barcelona yang Tewaskan 13 Orang

Indonesia Kecam Aksi Teror di Barcelona yang Tewaskan 13 Orang

News | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 09:44 WIB

Teror di Jantung Kota Barcelona, Messi: Kami Tidak Takut

Teror di Jantung Kota Barcelona, Messi: Kami Tidak Takut

Bola | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 08:37 WIB

Terkini

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

×