Kisah Lolos dari Penculik, Diawasi dari Mobil Saat Beli Cilok

Kamis, 14 September 2017 | 12:46 WIB
Kisah Lolos dari Penculik, Diawasi dari Mobil Saat Beli Cilok
Sekolah Dasar Negeri Tanjung Duren Selatan 01 Pagi, Jakarta Barat [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Pelajaran di Sekolah Dasar Negeri Tanjung Duren Selatan 01 Pagi, Jakarta Barat, pada Senin (11/9/2017), siang itu, usai. PI dan dua temannya kemudian bersama-sama ke luar dari ruang kelas.

Sepulang sekolah, rencananya mereka hendak mengikuti bimbingan belajar.

Sesampai di depan sekolah, PI melihat pedagang cilok dan dia tak dapat menahan keinginan untuk segera membelinya.

Tanpa disadari PI dan kawan-kawannya, ada lelaki yang mengamati gerak-gerik mereka dari dalam mobil warna hitam. Mobil tersebut parkir di dekat sekolah, tak jauh dari lokasi pedagang cilok.

"Setelah dia jajan di tempat cilok, mau ke tempat bimbel ke Gang Manggis 10," kata Kepala SD Negeri 01 Mulyadi, Kamis (14/9/2017).
 


Sambil menikmati cilok, PI dan dua rekannya melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba, seorang lelaki membekap PI.

"Di perjalanan dari 30 meter dari tempat cilok, anak ini dibekap. Dua orang temannya tidak bereaksi," kata Mulyadi.

Sekuat tenaga PI dia melawan. Dia dipaksa masuk ke dalam mobil. Refleks, PI menggigit tangan penculik sekuat tenaga.

"Sampai korban menggigit gigi tangan pelaku sehingga dia bisa lolos dari lari ke tempat bimbel," ujar Mulyadi.

Lolos dari cengkeraman penculik, PI lari sekencang-kencangnya ke tempat bimbingan belajar. Melihat PI datang dengan terengah-engah, gurunya menjadi penasaran.

"Gurunya nanya kenapa lari-lari, saya habis mau diculik, kata gurunya makanya hati-hati," kata Mulyadi.

Segera setelah itu, kasus tersebut dilaporkan ke pimpinan sekolah. Baru keesokan harinya, Selasa (12/9/2017), pimpinan sekolah resmi melaporkan kasus PI ke Polsek Tanjung Duren.

"Kita dapat laporan sore, karena kegiatan sekolah sudah selesai, baru pagi-pagi kita infokan ke Binmas dan Polsek untuk follow up laporan. Setelah itu polisi langsung ke TKP dan ke rumah orangtua untuk mencari info lebih dalam," kata Mulyadi.

Mulyadi mengatakan polisi datang ke sekolah untuk menindaklanjuti laporan pada Rabu (13/9/2016).

"Dari Polres dan Polsek untuk melihat seperti apa kejadian. Saya serahkan ke polisi," kata Mulyadi.

Saat ini, kasus tersebut sedang diusut. [Maidian Reviani]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI