Menhan Duga Panglima TNI Salah Info soal 5.000 Senjata Ilegal

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Selasa, 26 September 2017 | 16:53 WIB
Menhan Duga Panglima TNI Salah Info soal 5.000 Senjata Ilegal
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan keterangan pers mengenai pengadaan peralatan pertahanan keamanan, di Jakarta, Selasa (22/8).

Suara.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa kemungkinan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tak mendapatkan laporan yang valid dari asistennya mengenai pengadaan ‎senjata institusi lain. Hal ini ia sampaikan menanggapi polemik pernyataan Panglima TNI beberapa waktu lalu yang menyebutkan ada sebuah lembaga pengadaan 5.000 senjata dengan mencatut nama Presiden‎.

Dia menjelaskan, tak ada pengadaan senjata ‎sebanyak 5.000, namun cuma 500 senjata dari Badan Intelijen Negara yang telah melalui persetujuan Kementerian Pertahanan.

"Ini kan sudah ada, mungkin tidak dilaporkan saja sama asisten Panglima. Ini kan dari BIN, bukan 5.000, tapi 521 pucuk dan pelurunya 720.750 butir," kata Ryamizard di kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Terkait Polri yang pernah ke Cina untuk melihat senjata dengan kaliber besar ia tak menanggapi. Namun, kata dia, jika Polri membeli senjata dari luar pasti melalui persetujuan Menteri Pertahanan karena ketentuan hukumnya begitu.

"Membeli, menjual (senjata) harus izin Menhan. Pasti dia akan izin, itu kan Undang-undang. Pasti Tito (Kapolri) kalau dia mau beli senjata pasti ngasih tahu," ujar dia.

Menurutnya pernyataan Panglima TNI soal pengadaan 5.000 senjata yang jadi polemik itu karena miskomunikasi antar lembaga. Dalam waktu dekat dia juga akan melakukan pertemuan dengan Panglima TNI untuk evaluasi.

"Pasti, dengan adanya ini (polemik) kami selesaikan. Saya ini orang netral, nggak ada blok-blok. Tidak ada saya benci dengan TNI, juga tak ada saya benci dengan Polisi. Kalau saya benci Polisi, saya benci Tentara berarti saya bukan Menhan," ujar dia.

Dia menilai, kekeliruan Panglima TNI merupakan hal yang wajar dan dimaklumi. Namun ia juga meminta agar Panglima TNI maupun pimpinan lembaga lain juga siap untuk dikoreksi.

"Semua manusia siapa yang tak pernah keliru, kita makluumi saja asal ke depan tidak ada lagi. Saya juga pernah keliru, sama perwira-perwira saya juga dikoreksi. ‎Bapak harusnya begini, oh iya, saya siap dikoreksi sama staf saya. Saya tahu mereka saya saya, tidak mejelek-jelek kan saya," kata dia.

baca juga

Dia menambahkan, polemik tersebut disebabkan karena kurang lengkapnya laporan yang diterima Panglima TNI dari stafnya.

"Bukan keliru, mungkin dari stafnya (Panglima TNI) kurang masukkan atau apa begitu. Karena seperti saya sangat tergantung pada asisten saya. Makanya staf saya ada empat orang yang saya rekrut hanya untuk baca surat setiap hari, itu betul apa nggak. Jangan sampai salah, saya gantung kamu. Saya tidak mau salah. Jadi dulu juga pernah menteri ada kesalahan karena bawahnya salah, menterinya nggak ngecek lagi‎," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menhan Malas Tanggapi Pengadaan 5.000 Senjata oleh Non Militer

Menhan Malas Tanggapi Pengadaan 5.000 Senjata oleh Non Militer

News | Selasa, 26 September 2017 | 14:45 WIB

Menhan AS: Saya Rasa Abu Bakr Al-Baghdadi Masih Hidup

Menhan AS: Saya Rasa Abu Bakr Al-Baghdadi Masih Hidup

News | Sabtu, 22 Juli 2017 | 07:10 WIB

Menhan Ryamizard: HTI Silakan Angkat Kaki dari Republik Ini!

Menhan Ryamizard: HTI Silakan Angkat Kaki dari Republik Ini!

News | Rabu, 24 Mei 2017 | 10:51 WIB

Kunjungi Syafii Maarif, Ini yang Dibahas Menhan

Kunjungi Syafii Maarif, Ini yang Dibahas Menhan

News | Minggu, 05 Maret 2017 | 21:49 WIB

Menhan Anggap Wajar Panglima TNI Tegas ke Australia

Menhan Anggap Wajar Panglima TNI Tegas ke Australia

News | Kamis, 12 Januari 2017 | 16:20 WIB

DPR Nilai Menhan Berhak Hentikan Kerja Sama Militer dengan Asing

DPR Nilai Menhan Berhak Hentikan Kerja Sama Militer dengan Asing

News | Sabtu, 07 Januari 2017 | 22:37 WIB

Presiden Belum Terima Pengajuan Bentuk Kantor Pertahanan Daerah

Presiden Belum Terima Pengajuan Bentuk Kantor Pertahanan Daerah

News | Kamis, 26 Mei 2016 | 12:13 WIB

Ke Rusia, Jokowi Kerjasama Penanganan Terorisme dan Pertahanan

Ke Rusia, Jokowi Kerjasama Penanganan Terorisme dan Pertahanan

News | Jum'at, 13 Mei 2016 | 15:07 WIB

Terkini

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

×