Patung Tani Mau Dirobohkan? Ini Kata Mantan Panglima TNI

Reza Gunadha, Erick Tanjung

Rabu, 04 Oktober 2017 | 17:43 WIB
Patung Tani Mau Dirobohkan? Ini Kata Mantan Panglima TNI
Patung Pahlawan yang lebih beken disebut Patung Tani di Jakarta Pusat. [Wikipedia]

Suara.com - Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Moeldoko menyesalkan banyaknya kabar hoaks bahwa Patung Pahlawan—atau lebih beken disebut Patung Tani—di Jakarta Pusat merupakan simbol Partai Komunis Indonesia (PKI).

Bahkan, terdapat kelompok tertentu yang berkampanye di media sosial untuk merobohkan patung tersebut. Moeldoko menegaskan, setiap orang tak boleh membelokkan sejarah.

"Jangan ada upaya mengubah sejarah. Patung Tani itu adalah Patung Pahlawan sebenarnya. Jadi jangan dimaknai lain-lain," kata Moeldoko dalam sebuah kuliah umum bertajuk 'Membaca Indonesia; TNI dan Politik Negata' di kantor Para Syndicate, Jalan Wijaya Timur III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2017).

Dia menjelaskan, Patung Tani itu merupakan simbol pahlawan perjuangan membebaskan Irian Barat (Papua) dari Belanda pada era Presiden Soekarno.

Maka dari itu, kata dia, masyarakat harus tahu sejarah dan jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang mengaburkan.

"Jangan lupa sejarah," tegasnya.

Moeldoko menceritakan, dulu saat dirinya menjabat Pangdam Tanjung Pura,  juga pernah ada kejadian yang sama.

Ketika itu., ada sekelompok organisasi radikal yang memprovokasi masyarakat untuk merobohkan tugu berupa Patung Naga di Singkawang.

baca juga

Patung itu hendak dirobohkan, karena dianggap sebagai patung berhala dan simbol pemujaan orang kafir. Padahal, tugu tersebut merupakan warisan budaya yang sejak lama terbangun.

"Jadi di sana arsitekturnya China dibangun tugu ular yang terletak di perempatan, lalu ada kelompok tertentu yang ingin menghancurkan patung itu. Ketika itu saya sampaikan tidak boleh, karena Singkawang itu punya spesifikasi bangunan seperti itu jauh sebelum kita lahir. Itu simbol budaya, seni, kenapa diusik," tuturnya.

Karenanya, jenderal purnawirawan bintang empat ini mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang ditakdirkan beragam secara keyakinan, agama, suku dan lainnya. Hal itu tidak boleh diubah.

"Semuanya ditakdirkan hidup plural di Indonesia. Plural secara fisik, plural secara keyakinan, tapi tidak boleh plural secara ideologi. Kita telah sepakati hanya ada satu ideologi negara, Pancasila," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kontroversi Jenderal Gatot, Ini Kata Mantan Panglima TNI

Kontroversi Jenderal Gatot, Ini Kata Mantan Panglima TNI

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 14:13 WIB

Moeldoko Kritik Kebijakan Pemerintah Soal Distribusi Beras

Moeldoko Kritik Kebijakan Pemerintah Soal Distribusi Beras

Bisnis | Sabtu, 29 Juli 2017 | 19:18 WIB

HKTI Minta Pemerintah Perjelas Regulasi Peredaran Beras

HKTI Minta Pemerintah Perjelas Regulasi Peredaran Beras

Bisnis | Sabtu, 29 Juli 2017 | 18:56 WIB

Moeldoko Bersaing dengan Pangkostrad di Pemilihan Ketua PSSI

Moeldoko Bersaing dengan Pangkostrad di Pemilihan Ketua PSSI

Bola | Senin, 05 September 2016 | 18:51 WIB

Moeldoko dan Marciano Kandidat Pengganti Tedjo?

Moeldoko dan Marciano Kandidat Pengganti Tedjo?

News | Rabu, 05 Agustus 2015 | 22:12 WIB

Bekas Anggota TNI Disinyalir Pro-ISIS, Moeldoko Bantah Kecolongan

Bekas Anggota TNI Disinyalir Pro-ISIS, Moeldoko Bantah Kecolongan

News | Jum'at, 10 Juli 2015 | 02:06 WIB

Panglima TNI: RI, Malaysia Tak Akan Turunkan Pasukan di Ambalat

Panglima TNI: RI, Malaysia Tak Akan Turunkan Pasukan di Ambalat

News | Rabu, 17 Juni 2015 | 01:12 WIB

Menkopolhukam: KSAD Ditunjuk Jadi Panglima TNI Tak Bikin Gesekan

Menkopolhukam: KSAD Ditunjuk Jadi Panglima TNI Tak Bikin Gesekan

News | Rabu, 10 Juni 2015 | 12:23 WIB

Pilih Panglima TNI, Ikuti Cara SBY atau Tidak, Terserah Jokowi

Pilih Panglima TNI, Ikuti Cara SBY atau Tidak, Terserah Jokowi

News | Selasa, 09 Juni 2015 | 14:35 WIB

Sebelum Pilih Panglima TNI Baru, Jokowi Diberi Masukan Moeldoko

Sebelum Pilih Panglima TNI Baru, Jokowi Diberi Masukan Moeldoko

News | Selasa, 09 Juni 2015 | 13:09 WIB

Terkini

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:00 WIB

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:45 WIB

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:40 WIB

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:58 WIB

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:10 WIB

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB