Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan 100 ruang publik terpadu ramah anak yang dibangun melalui APBD Jakarta tahun 2017.
Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan Jakarta saat ini sudah memiliki sebanyak 292 lokasi RPTRA yang tersebar di enam wilayah, 67 diantaranya dibangun melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) atau dibangun pihak swasta.
"Jangan dilihat dari fisiknya, tapi dari isinya. Mari isi RPTRA dengan kegiatan betul-betul beri pembelajaran untuk bertoleransi satu sama lain," ujar Djarot di Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).
Djarot menerangkan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini menjalani masa penjara dua tahun atas vonis penodaan agama, pernah menugaskannya untuk mengawal pembangunan 100 RPTRA agar bisa diresmikan di akhir masa jabatan.
"(Pak Ahok bilang) 'Mas dikawal RPTRA. Agar RPTRA bisa diresmikan saat mas Djarot masih jadi gubernur’,” kenang Djarot.
Djarot mengakui masih ada beberapa RPTRA yang pembangunannya masih belum sempurna. Untuk itu ia meminta pengembang segera menyempurnakannya hingga Desember 2017.
Selain meresmikan RPTRA, Djarot juga mengukuhkan ribuan pasukan pink, atau petugas pengelola RPTRA di Jakarta.
Acara peresmian ini dimeriahkan dengan konser 100 keyboardis Indonesia.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim 100 RPTRA hari ini tangal 10, bulan 10, tahun 2017 saya resmikan. Selamat menikmati RPTRA," kata Djarot.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, Agustino Darmawan menjelaskan pembangunan 100 RPTRA menghabisakan dana sekitar Rp152 miliar.
"Jangka waktu pelaksanaan 152 hari kalender. Dimuali 5 Juli 2017. Namun dengan upaya maksimal pelaksanan kegiatan ini selesai awal Oktober 2017," kata Agustino.
Acara yang digelar lima hari sebelum masa kepemimpinan Djarot sebagai gubernur Jakarta selesai ini juga dihadiri pejabat di lingkungan Pemprov DKI dan ribuan 'pasukan pelangi' yang dimiliki Pemprov Jakarta. Mereka diantaranya pasukan biru, oranye, hijau, kuning, dan pink.