5 Tahun Diculik, Pasangan Ini Akhiri Mimpi Buruk di Afghanistan

Syaiful Rachman

Minggu, 15 Oktober 2017 | 05:03 WIB
5 Tahun Diculik, Pasangan Ini Akhiri Mimpi Buruk di Afghanistan
Warga Kanada Joshua Boyle dan istrinya yang berkewarganegaraan AS, Caitlan Coleman [AFP]

Suara.com - Pasangan warga Kanada-Amerika Serikat, yang dibebaskan di Pakistan pekan ini hampir lima tahun setelah diculik di Afghanistan, berkumpul kembali dengan keluarga pihak suami pada Sabtu, menurut laporan Associated Press.

Warga Kanada Joshua Boyle dan istrinya yang berkewarganegaraan AS, Caitlan Coleman, berserta ketiga anak mereka tiba pada Jumat larut malam di Toronto.


Di Toronto, Boyle menungkapkan bahwa salah satu anaknya dibunuh dan istrinya diperkosa dalam masa penyekapan penculik.

Dengan mengutip surat elektronik dari Boyle, AP melaporkan bahwa keluarga itu sudah "sampai di 'rumah' pertama sesungguhnya setelah anak-anak mereka sepanjang Jumat bertanya apakah setiap bandara berikutnya merupakan rumah baru mereka." Boyle dan Caitlan diculik oleh kelompok Haqqani pada 2012 di Afghanistan ketika mereka melakukan perjalanan dengan hanya bertas punggung.

Pasangan tersebut mendapatkan tiga anak selama masa penyekapan.

Pasukan Pakistan adalah pihak yang menyelamatkan keluarga itu pekan ini di wilayah barat laut, di dekat perbatasan dengan Afghanistan.

Amerika Serikat telah sekian lama mengkritik Pakistan karena dianggapnya gagal memerangi Haqqani, yang merupakan jaringan Taliban.

Boyle pada Jumat berbicara kepada media dengan mengatakan ia terlambat karena ada masalah medis darurat yang dialami salah satu anaknya.

Dengan mengutip surat elektronik Boyle, AP melaporkan bahwa putri pasangan itu menjalani pemeriksaan medis secara sepintas dan staf rumah sakit "dengan penuh semangat meyakinkan bahwa peluang (putrinya) sangat besar berdasarkan hasil pemeriksaan fisik." Boyle memberikan pernyataan singkat di Bandar Udara Internasional Pearson Toronto pada Jumat larut malam. Pada kesempatan itu, ia meminta Taliban untuk memberikan keadilan yang menjadi hak keluarganya.
Semasa penyekapan, keluarga Boyle selama lima tahun terus berjuang agar kasus mereka mendapat perhatian media di Kanada. Mereka mengeluarkan beberapa video yang memperlihatkan bukti bahwa mereka masih hidup serta surat-surat yang mereka terima selama bertahun-tahun.

Sebuah video yang dikeluarkan jaringan Taliban Afghanistan pada 2016, yang kemudian dipasang di YouTube, untuk pertama kalinya memperlihatkan dua putra Boyle dan Caitlan.

Dalam video itu, Caitlan memohon agar mimpi buruk Kafkaesque mereka berakhir. Ia juga mengkritik pemerintah Amerika dan Kanada serta para penculik mereka, kelompok Haqqani. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Seorang Perempuan Swiss Diculik di Sudan

Seorang Perempuan Swiss Diculik di Sudan

News | Selasa, 10 Oktober 2017 | 01:11 WIB

Afghanistan Negara Tersehat di Dunia, Paling Buruk Tak Disangka

Afghanistan Negara Tersehat di Dunia, Paling Buruk Tak Disangka

Health | Selasa, 26 September 2017 | 09:05 WIB

Siswi yang Ngaku akan Diculik Pernah Lihat Tayangan Anak Dipotong

Siswi yang Ngaku akan Diculik Pernah Lihat Tayangan Anak Dipotong

News | Jum'at, 15 September 2017 | 15:25 WIB

Siswi Ngaku Akan Diculik, Begini Kejadian Sesungguhnya

Siswi Ngaku Akan Diculik, Begini Kejadian Sesungguhnya

News | Jum'at, 15 September 2017 | 06:10 WIB

Terkini

Mengenal Buku Selasa Bersama Morrie, Obrolan tentang Arti Kehidupan

Mengenal Buku Selasa Bersama Morrie, Obrolan tentang Arti Kehidupan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 16:00 WIB

Fenomena 'No Viral, No Justice' dalam Kasus Rumah Ibadah: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

Fenomena 'No Viral, No Justice' dalam Kasus Rumah Ibadah: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:58 WIB

Usai Rumah Jabatan dan Kantornya Digeledah, Bupati Gowa Diperiksa Kortas Tipidkor

Usai Rumah Jabatan dan Kantornya Digeledah, Bupati Gowa Diperiksa Kortas Tipidkor

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:57 WIB

5 Perbedaan Tirtir Red Cushion vs Skintific Cover All, Cek Finish hingga Kandungan

5 Perbedaan Tirtir Red Cushion vs Skintific Cover All, Cek Finish hingga Kandungan

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 15:54 WIB

11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah

11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 15:51 WIB

Eks Pj Bupati hingga Ketua DPRD Bekasi Diperiksa KPK, Kasus Suap Rp11,4 Miliar Memanas

Eks Pj Bupati hingga Ketua DPRD Bekasi Diperiksa KPK, Kasus Suap Rp11,4 Miliar Memanas

Bekaci | Selasa, 22 September 2026 | 15:51 WIB

Sustainable Lifestyle dan Budaya Konsumtif: Peduli atau Cuma Ikut-ikutan?

Sustainable Lifestyle dan Budaya Konsumtif: Peduli atau Cuma Ikut-ikutan?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:50 WIB

8 Gejala Influenza Tipe A yang Harus Diwaspadai, Super Flu Sering Dianggap Flu Biasa

8 Gejala Influenza Tipe A yang Harus Diwaspadai, Super Flu Sering Dianggap Flu Biasa

Health | Selasa, 22 September 2026 | 15:50 WIB

bank bjb dan UPI Bersinergi Kembangkan Pendidikan, Penelitian hingga Layanan Perbankan

bank bjb dan UPI Bersinergi Kembangkan Pendidikan, Penelitian hingga Layanan Perbankan

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 15:49 WIB

Wacana Capres Wajib Didukung Minimal 2 Parpol Bergulir, Begini Respons Puan Maharani

Wacana Capres Wajib Didukung Minimal 2 Parpol Bergulir, Begini Respons Puan Maharani

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:47 WIB

×