Siswi yang Ngaku akan Diculik Pernah Lihat Tayangan Anak Dipotong

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 15 September 2017 | 15:25 WIB
Siswi yang Ngaku akan Diculik Pernah Lihat Tayangan Anak Dipotong
Komisioner KPAI Retno Listyarti dan Komisioner Al Maryanti Solihah [suara.com/Maidian Reviani]
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Bidang Pendidikan Retno Listyarti menjelaskan kenapa PI (9), siswi Sekolah Dasar Negeri Tanjung Duren Selatan 01 Pagi, Jakarta Barat, sampai punya imajinasi menjadi korban percobaan penculikan.

"Anak ini memang aktif digital, ternyata dia tahu tentang (tayangan) anak yang diculik dipotong-potong diambil organnya di Youtube dia rupanya melihat. Jadi itu membuat dia membayangkan dirinya mengalami hal itu," ujar Retno usai menyambangi rumah PI di Tanjung Duren, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (15/9/2017).

Kesaksian PI dan dua temannya yang direkam video di sekolahnya ternyata tidak benar. Ketika itu, PI mengaku dibekap dan berhasil lolos setelah menggigit tangan pelaku. Anak-anak itu juga mengaku melihat dua siswa diikat dan dilakban di dalam mobil. Padahal kenyataannya, lelaki yang menyentuh kepalanya adalah tukang parkir di dekat sekolah. Tukang parkir tersebut hendak melayani keluarga pemilik mobil yang hendak turun.

Retno dapat memahami PI dan dua temannya karena masih anak-anak. Setelah berbicara dengan PI dan orangtuanya, Retno menilai PI merupakan anak cerdas.

"Anak ini juga suka bikin vlog. Memang anak yang mempunyai kecerdasan tertentu," kata dia.

Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati mengatakan lantaran melek digital dan tahu tayangan anak korban penculikan, PI punya daya imajinasi yang tinggi.

"Nah dari dua situasi mutakhir inilah yang membuat ketika ada perlakuan yang kurang baik terhadap dia, dia dipegang begini dia tiba-tiba lari, cara seperti itulah yang dianggap di satu sisi memiliki imajinasi dia yang terlalu tinggi," kata Maryati.

"Di sisi lain, adanya kepolosan dia yang dimana dia ketemu orang yang tidak dikenal dan dia kemudian lari bersama teman-temannya karena khawatir diculik itu," Maryati menambahkan.

Maryati menilai PI membuat cerita itu didasari kecemasan di alam bawah sadarnya.

"Sekali lagi saya anggap ada anuril besar besaran yang menganggap dia berbohong. Karena ada situasi kekinian dan kecemasan yang membuat seperti itu. Alam bawah sadar saat dicolek berasa mau diculik, jadi bukan kata berbohong yang punya modus apa-apa. Hanya panik, kepolosan nambah-nambahin, hanya biasa (anak-anak)," kata dia. [Maidian Reviani]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pendamping Hukum Duga Suku Anak Dalam Jadi 'Kambing Hitam' Sindikat Penculikan Bilqis

Pendamping Hukum Duga Suku Anak Dalam Jadi 'Kambing Hitam' Sindikat Penculikan Bilqis

Video | Sabtu, 15 November 2025 | 10:00 WIB

Penculikan Bilqis: Anggota DPR Ungkap Dugaan Sindikat Perdagangan Anak Terorganisir!

Penculikan Bilqis: Anggota DPR Ungkap Dugaan Sindikat Perdagangan Anak Terorganisir!

News | Senin, 10 November 2025 | 11:17 WIB

Heboh Kasus Ibu Culik Anak Kandung karena Rindu, Netizen Ribut: Kangen Berujung Ancaman Penjara 7 Tahun!

Heboh Kasus Ibu Culik Anak Kandung karena Rindu, Netizen Ribut: Kangen Berujung Ancaman Penjara 7 Tahun!

Lifestyle | Senin, 01 Juli 2024 | 15:27 WIB

Terekam Kamera CCTV, Bocah 4 Tahun Diduga Diculik Tetangga Di Johar Baru

Terekam Kamera CCTV, Bocah 4 Tahun Diduga Diculik Tetangga Di Johar Baru

News | Sabtu, 29 Juni 2024 | 13:44 WIB

137 Siswa di Nigeria Diculik, Begini Nasibnya Usai Tentara Turun Tangan

137 Siswa di Nigeria Diculik, Begini Nasibnya Usai Tentara Turun Tangan

News | Selasa, 26 Maret 2024 | 02:30 WIB

Remuk! Begini Perasaan Kakak Malika usai Tahu Adiknya Diculik Residivis Kasus Pencabulan

Remuk! Begini Perasaan Kakak Malika usai Tahu Adiknya Diculik Residivis Kasus Pencabulan

News | Rabu, 04 Januari 2023 | 15:09 WIB

Korban Penculikan Terbaring Lemas di RS Polri, Malika Diduga Dipukuli Selama Diculik Pemulung

Korban Penculikan Terbaring Lemas di RS Polri, Malika Diduga Dipukuli Selama Diculik Pemulung

News | Selasa, 03 Januari 2023 | 18:44 WIB

Kasus Penculikan Anak di Jakarta Pusat: Pelaku Ngaku Jadi Paman Korban

Kasus Penculikan Anak di Jakarta Pusat: Pelaku Ngaku Jadi Paman Korban

Video | Senin, 19 Desember 2022 | 20:30 WIB

Pemulung yang Culik Anak di Jakarta Pusat Sempat Jajan Ayam Goreng, Yudi Ngaku-ngaku Pamannya Malika

Pemulung yang Culik Anak di Jakarta Pusat Sempat Jajan Ayam Goreng, Yudi Ngaku-ngaku Pamannya Malika

News | Senin, 19 Desember 2022 | 19:40 WIB

Pemulung Tumpangi Bajaj saat Culik Bocah 6 Tahun di Jakarta Pusat, Korban Diturunkan di Dekat Stasiun Kota

Pemulung Tumpangi Bajaj saat Culik Bocah 6 Tahun di Jakarta Pusat, Korban Diturunkan di Dekat Stasiun Kota

News | Senin, 19 Desember 2022 | 14:02 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×