Suara.com - Polda Metro Jaya mengklaim, selama diperiksa intensif, tak ditemukan indikasi gangguan kejiwaan pada dokter Helmi yang menjadi tersangka penembak mati istrinya sendiri, dokter Letty Sultri (46).
Dokter Helmi telah menembak istrinya dokter Letty Sultri (46) di Azzahra Medical Center, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur.
"Dia ( dokter Helmi ) bisa menjawab semua pertanyaan dan bisa memberi keterangan secara baik dan lancar," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu (11/11/2017).
Karenanya, Argo mengatakan sementara ini polisi tak melibatkan tim dokter kejiwaan untuk ikut memeriksa dokter Helmi.
Klaim polisi tersebut, tampak berbeda dengan gejala yang ditunjukkan Helmi saat diwawancarai awak media, Jumat (10/11).
Ketika ditanya alasannya menembak dokter Letty, tersangka hanya menjawab dengan satu kata yang terus diulang.
"Reinkarnasi," kata Dokter Helmi yang mengenakan kemeja berwarna biru.
Selain itu, ia juga menyebut kata lain saat dicecar wartawan.
"Diperintah, diperintah," katanya
Sebelumnya, Letty tewas ditangan suaminya dokter Helmi di Azzahra Medical Center, Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Pada Kamis (11/11/2017).
Letty yang sedang berada di ruang pendaftaran kemudian menemui Helmi. Saat itu, seorang karyawan klinik bernama Nabila melihat korban cekcok mulut dengan pelaku.
Ketika pertengkaran itu terjadi, korban terlihat berlari masuk ke ruangan sambil berteriak meminta pertolongan.
Saksi yang bersama rekannya Abdul Kadir tak berani menolong, lantaran pelaku mengeluarkan senjata api. Tak lama, saksi mendengar suara tembakan sebanyak enam kali. Setelahnya pelaku melarikan diri dari lokasi.