Perempuan Jilbab Dilarang Masuk, Restoran McDonald Minta Maaf

Reza Gunadha | Suara.com

Senin, 04 Desember 2017 | 11:20 WIB
Perempuan Jilbab Dilarang Masuk, Restoran McDonald Minta Maaf
Ilustrasi: McDonald's. (Shutterstock)

Suara.com - Restoran cepat saji McDonald meminta maaf setelah sebuah video muncul di Twitter, berisi  rekaman seorang siswi Muslim berusia 19 tahun dilarang masuk karena mengenakan jilbab.

Video unggahan seorang teman siswi itu yang tidak mau identitasnya diungkap, menunjukkan seorang petugas keamanan meminta pelajar tersebut untuk melepas hijabnya.

Siswi itu menolak dan menggunakan telepon genggamnya untuk merekam insiden tersebut. Insiden itu belakangan diketahui terjadi di cabang restoran London, persisnya di daerah Seven Sisters Road, Holloway.

Rekaman singkat tersebut menunjukkan seorang penjaga keamanan berkali-kali meminta siswi untuk melepas hijabnya, setelah menghalanginya masuk ke restoran.

Siswi itu lalu bertanya kepada penjaga keamanan, mengapa ia tidak boleh masuk. Penjaga keamanan tersebut mengatakan "Yang penting lepas hijabnya."

Video menunjukkan respons siswi tersebut.

"Ini bukan masalah harus melepas hijab. Saya mengenakan ini karena alasan keagamaan, dan saya tidak malu mengenakannya, dan saya akan tetap mengantre membeli makanan yang saya mau, karena ini perbuatan yang tidak menyenangkan," kata siswi itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (4/12/2017).

"Insiden ini terjadi juga pada saya, seperti yang sudah-sudah pada wanita lain yang juga mengenakan hijab," kata siswi itu kepada koran Guardian.

"Rasanya sulit dipercaya karena saya telah melihat banyak video seperti ini, dan akhirnya hal ini terjadi pada saya di kehidupan nyata. Saya sangat tidak percaya.

"Teman saya ikut terkejut dan takut dan ia berkata bahwa situasi itu sangat berisiko. Ketika sudah selesai, saya barulah menyadari betapa situasi itu bisa menjadi berbahaya. Ini bukan hal yang terjadi sekali," kata siswi itu.

"Saya tidak akan pernah ke McDonald lagi."

Sementara juru bicara McDonald mengatakan, perusahaannya tidak memunyai aturan diskriminatif seperti itu.

"Kami tidak menerapkan kebijakan yang melarang atau mencegah orang mengenakan hijab, atau baju keagamaan lainnya, untuk memasuki restoran," kata juru bicara restoran.

"Kami menerima semua konsumen dari semua agama dan kami mau meminta maaf kepada konsumen tersebut, sebab situasi itu seharusnya tidak pernah terjadi," terangnya.

"Kami menanggapi situasi ini dengan sangat serius dan akan menghubungi orang-orang yang terlibat dalam situasi itu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

McDonald di London Minta Muslimah Buka Jilbab saat Mau Beli

McDonald di London Minta Muslimah Buka Jilbab saat Mau Beli

News | Minggu, 03 Desember 2017 | 06:15 WIB

Pil Pelangsing Dijual Online Berbahaya, Inggris Rilis Larangan

Pil Pelangsing Dijual Online Berbahaya, Inggris Rilis Larangan

Health | Jum'at, 01 Desember 2017 | 21:16 WIB

Riwayat Berita Hoaks, dari Tiongkok Kuno hingga Era Internet

Riwayat Berita Hoaks, dari Tiongkok Kuno hingga Era Internet

News | Jum'at, 01 Desember 2017 | 13:07 WIB

Cekcok Mulut soal Anti Muslim, Trump Batal Kunker Bareng PM May

Cekcok Mulut soal Anti Muslim, Trump Batal Kunker Bareng PM May

News | Jum'at, 01 Desember 2017 | 11:14 WIB

Trump Ikut Sebarkan Video Anti-Islam, Inggris Marah

Trump Ikut Sebarkan Video Anti-Islam, Inggris Marah

News | Jum'at, 01 Desember 2017 | 03:31 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB