Demi Citra Jokowi dan Golkar, Airlangga Harus Mundur dari Kabinet

Jum'at, 15 Desember 2017 | 14:29 WIB
Demi Citra Jokowi dan Golkar, Airlangga Harus Mundur dari Kabinet
Politisi partai Golkar Airlangga Hartanto saat menghadiri konferensi pers pernyataan sikap politik dukungan dari organisasi sayap Partai Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan organisasi Majelis Da'wah Islamiyah (MDI) Golkar di Jakarta, Kamis (30/11).

Suara.com - Pengamat Politik dari Populi Center Usep S Ahyar mengatakan Airlangga Hartarto yang sudah dipilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Golkar sebaiknya mundur dari dari posisinya sebagai Menteri Perindustrian. Hal itu untuk membuktikan Airlangga serius dalam membenahi Partai Golkar.

"Fatsun politik menurut saya dia secara gentle mengundurkan diri dan itu juga menunjukkan keseriusan dia untuk menata Golkar agar menjadi lebih baik lagi," katanya saat dihubungi, Jumat (15/12/2017).

Usep mengatakan pengunduran diri Airlangga dari Kabinet Kerja Jokowi-JK tidak hanya menguntungkan Golkar. Dia menilai hal itu juga akan menjaga citra pemerintahan Jokowi yang sejak awal tidak ingin adanya rangkap jabatan.

"Kemudian kan dulu juga kan di kabinet Pak Jokowi menetapkan bahwa tidak boleh merangkap jabatan untuk ketua partai ini. Ini juga kan menurut saya, kalau tidak mundur itu juga akan merusak komitmen itu," kata Usep.

Menurut Usep jika Airlangga mundur, maka Kabinet Jokowi tidak terganggu dengan urusan partai politik.

"Kalau mundur kan berarti memperbaiki. Menurut saya, sebaiknya mundur juga, fokus di Golkar, lalu kemudian kabinet Pak Jokowi juga tidak terganggu dengan agenda-agenda kepartaiannya," kata Usep.

Sebelumnya, setelah Airlangga dipilih menjadi Ketua Umum Golkar menggantikan Novanto, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Golkar Nurdin Halid berharap Airlangga tidak mundur dari Menteri Perindustrian.

"Saya kira, karena waktunya juga sangat singkat, 1,5 tahun. Saya kira tidak perlu Airlangga mengundurkan diri sebagai Menteri, terkecuali diminta oleh Pak Presiden," kata Nurdin di DPP Partai Golkar Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (14/12/2017).

Nurdin mengatakan, Golkar sangat mengharapkan Airlangga tidak mundur dari kabinet kerja. Sebab, jabatan sebagai Ketua Umum Partai Golkar tidak akan menggangu jabatannya sebagai menteri.

Baca Juga: Fadli Zon Menilai Golkar Tepat Pilih Airlangga Gantikan Novanto

"Karena di Golkar itu ada sistem. Pak Airlangga tidak akan terganggu jabatan sebagai menteri dan sebagai Ketua Umum. Itu bisa berjalan sesuai dengan sistem yang ada di Partai Golkar," katanya.

Menurut Nurdin, dalam tubuh Golkar sudah terbangun sistem dan fungsi kepartaian serta fungsi program. Hal itu bisa dinamis tanpa Airlangga harus mundur dari jabatan menteri.

"Tidak ada kewajiban Pak Airlangga harus setiap hari berkantor di DPP Partai Golkar, sehingga tidak mengganggu tugas beliau sebagai seorang menteri," kata Nurdin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI