13 Tahun Tsunami Aceh, Cinta Israel dan Yahudi untuk Indonesia

Reza Gunadha

Selasa, 26 Desember 2017 | 14:19 WIB
13 Tahun Tsunami Aceh, Cinta Israel dan Yahudi untuk Indonesia
Kerusakan akibat gempa dan tsunami Aceh pada 2004 (Shutterstock).

Suara.com - Irhami dan sejumlah tokoh masyarakat di Meulaboh, memutuskan membacakan surah Yasin di tepi pantai, sesaat setelah dilanda gempat dahsyat berkekuatan 8,2 SR, 13 tahun silam.

Mereka berharap Tuhan melindungi segenap keluaga dan handai tolan. Namun, selang 15 menit sejak mulai merapal surah tersebut, Irhami tak kepalang kaget melihat air laut di pinggir pantai itu surut ketengah.

Belum sempat ia mengatasi rasa kaget, Irhami dkk kembali dikejutkan dengan fenomena lain: air laut yang surut kembali pasang, membentuk gelombang amat tinggi yang memburu mereka.

Irhami dan warga lain panik. Mereka lari berhamburan ke arah desa. Tak lama kemudian, bencana dahsyat kembali menerpa mereka. Bencana yang kekinian disebut sebagai "Tsunami Aceh tahun 2004".

Mereka berlarian ke Masjid Baitul Atiq, Desa Padang Surahet, Meulaboh. Rumah-rumah, kendaraan, ladang, dan lainnya luluh lantak diserbu tusnami. Masjid itu tetap brdiri, melindungi Irhami dan warga lain.

"Setiap tahun pascatsunami kami adakan kenduri di sini. Sangat banyak nilai sejarah yang membuat kami tidak bisa jauh dari masjid ini, walaupun kondisinya masih seperti baru kemarin kena gelombang tsunami,"kata T Irhami (48) seorang warga di Meulaboh, Selasa (26/12/2017).

Setelah gelombang tsunami surut, pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM)—yang ketika itu masih berseteru—bersepakat bahu-membahu membangun kembali Negeri Serambi Mekah itu dari reruntuhan. Kata damai setelah berpuluh tahun berperang, akhirnya tercapai.

Bantuan pun berdatangan ke Aceh. Tak hanya dari daerah lain, tapi juga masyarakat internasional. Aceh yang dulunya sangat ditutup oleh pemerintah, menjadi sangat terbuka untuk dunia internasional.

baca juga

Militer asing berdatangan membantu evakuasi warga. Bantuan dana, makanan, pakaian, obat-obatan, dan lainnya, juga membanjir di Aceh dari berbagai negara.

Bahkan, Israel yang tak memunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia karena menjajah Palestina juga ikut membantu memberikan bantuan ke Aceh.

From Israel With Love

"Israel satu dari sedikit negara yang kali pertama memberikan bantuan kepada korban tsunami Aceh," tutur Steve Stein, pebisnis medis sekaligus penggalang dana kemanusiaan Israel yang menjadi promotor bantuan Israel untuk Aceh ketika diwawancarai Jerusalem Post, tahun 2010.

Stein menuturkan, warga Israel ketika itu memutuskan membantu Aceh karena menjadi daerah yang mendapat dampak paling mematikan dari gelombang tsunami di Asia tahun 2004.

Korban tsunami di Aceh sendiri ketika itu tercatat paling tertinggi kalau dibandingkan dengan Srilanka maupun Thailand. Korban di Aceh diestimasi mencapai 170.000 orang.

"Dua pekan setelah tsunami melanda Aceh, kami berhasil mengirimkan 75 ton bantuan kemanusiaan ke Indonesia," tuturnya.

Stein mengakui, ia dan kaum Yahudi Israel saat itu sempat ragu mengirimkan bantuan. Sebab, mereka mengkhawatirkan bantuan tersebut tak sampai ke Indonesia yang tak mau mengakui kedaulatan Israel.

"Indonesia adalah negara dengan masyarakat Muslim terbesar. Mereka juga tak memunyai hubungan diplomatik dengan kami. Tapi, kami tak memedulikan hal itu. Kami ikhlas membantu saudara-saudara kami. Kami menolong atas nama cinta," terangnya.

Tak hanya Yahudi Israel, kaum Yahudi di Amerika Serikat yang tergabung dalam American Jewish World Service (AJWS), juga menggalang bantuan kemanusiaan untuk ACeh.

AJWS bahkan lebih cepat melakukan penggalangan bantuan. Dalam laporan "Tsunami Accountability Report 2006" yang dibuat USAID dan InterAction, AJWS sudah mengorganisasikan bantuan untuk Aceh sejak 36 jam setelah daerah itu diterpa tsunami.

AJWS juga dilaporkan memberikan asistensi dan memberikan program bantuan pembangunan infrastruktur baru di sejumlah daerah di Aceh pascatsunami.

Belajar ke Tel Aviv

Steve Stein menuturkan, beberapa tahun setelah tsunami Aceh, sejumlah dokter Indonesia belajar cara menangani korban dalam jumlah besar ke Israel.

"Berkaca dari pengalaman tsunami Aceh, Indonesia memerlukan pelatihan tenaga medis yang mampu beroperasi menangani pasien dalam jumlah besar. Israel memunyai kemampuan medis seperti itu," terangnya.

Tahun 2006, tokoh Indonesian Disaster Medical Relief Committe sekaligus presiden asosiasi ahli bedah, Profesor Aryono D Pusponegoro diundang Magen David Adom ke Israel.

Magen David Adom "Bintang Daud Merah" (MDA) adalah palang merah khas Israel—seperti "Bulan Sabit Merah".

"Selama kunjungannya, Pusponegoro menghadiri latihan nasional yang menyimulasikan serangan teror besar dengan korban jiwa, yang melibatkan partisipasi polisi, petugas pemadam kebakaran, militer, angkatan udara dan layanan ambulan darurat MDA," kata Stein.

"Itu sukses besar," tambahnya. "Dan kami memutuskan untuk mulai mempromosikan usaha serupa juga."

Pada tahun 2008, 23 dokter dari seluruh Indonesia tiba di Tel Aviv untuk loka karya selama dua minggu bersama  personel MDA tentang "pengelolaan insiden multi-Korban."

Selama loka karya, para dokter mengetahui tentang layanan medis Israel, serta metode baru untuk memberikan perawatan medis lebih baik dan lebih cepat kepada pasien .

Dari sana, MDA mulai meningkatkan kerja sama dengan layanan medis di Indonesia. Pada tahun yang sama, kedua pihak menandatangani sebuah kesepakatan di Tel Aviv dengan perwakilan medis Indonesia yang akan meningkatkan keterlibatan MDA dalam melatih paramedis Indonesia-baik di Israel maupun di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Israel Tak Mau Bebaskan Gadis Palestina yang Tampar Militernya

Israel Tak Mau Bebaskan Gadis Palestina yang Tampar Militernya

News | Selasa, 26 Desember 2017 | 13:26 WIB

Palestina Geram Guatemala Relokasi Kedubes di Israel ke Yerusalem

Palestina Geram Guatemala Relokasi Kedubes di Israel ke Yerusalem

News | Selasa, 26 Desember 2017 | 08:16 WIB

Dalam 48 Jam, Jet Tempur Koalisi Arab Tewaskan 71 Warga Yaman

Dalam 48 Jam, Jet Tempur Koalisi Arab Tewaskan 71 Warga Yaman

News | Selasa, 26 Desember 2017 | 07:34 WIB

Terkini

Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme

Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 07:54 WIB

Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK

Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 07:51 WIB

5 Pilihan HP Murah 5G Mulai Rp 2 Jutaan, Performa Stabil Fitur Melimpah

5 Pilihan HP Murah 5G Mulai Rp 2 Jutaan, Performa Stabil Fitur Melimpah

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 07:38 WIB

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 07:37 WIB

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

4 Shio Beruntung Dapat Bayaran Tambahan Minggu Ini, Ada Rezeki Tak Terduga?

4 Shio Beruntung Dapat Bayaran Tambahan Minggu Ini, Ada Rezeki Tak Terduga?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal

Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

PSSI Kerja Sama dengan Ajax Amsterdam Kembangkan Sepak Bola RI

PSSI Kerja Sama dengan Ajax Amsterdam Kembangkan Sepak Bola RI

Video | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

69 Korban Selamat Kapal Virgo Tiba di Banjarmasin, Langsung Jalani Pemeriksaan Medis

69 Korban Selamat Kapal Virgo Tiba di Banjarmasin, Langsung Jalani Pemeriksaan Medis

News | Senin, 14 September 2026 | 07:08 WIB

BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga

BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 07:07 WIB

×