Keji, Anggota Dewan Israel Cegat Bus dan Hina Ibu-Ibu Palestina

Reza Gunadha

Rabu, 27 Desember 2017 | 16:48 WIB
Keji, Anggota Dewan Israel Cegat Bus dan Hina Ibu-Ibu Palestina
Oren Hazan, anggota parlemen Israel, saat sedang menghina ibu dan keluarga Palestina di dalam bus. [Al Jazeera]

Suara.com - Anggota parlemen Israel bernama Oren Hazan menjadi sasaran kecaman dunia, setelah kedapatan menghina keluarga Palestina yang hendak membesuk saudaranya di penjara negeri zionis tersebut.

Hazan, seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (26/12/2017), terekam video menghina keluarga yang tengah menumpangi bus dari Jalur Gaza ke daerah Palestina tersebut.

Ia menghina anak keluarga itu yang dipenjara di Israel dengan sebutan "anjing" dan "teroris".

Peristiwa itu terjadi dalam bus yang membawa keluarga Palestina serta Hazan memasuki kawasan Penjara Nafha, selatan Israel, Senin (25/12).

Hazan juga mengatakan kepada seorang ibu Palestina lainnya dalam bus itu, "Aku tak akan pergi kemana-mana. Aku adalah anggota Knesset (parlemen Israel)."

Ibu yang dihardik itu tampak hendak membalas perkatan Hazan. Namun, Hazan langsung mencegahnya.

"Sssttt, diamlah!" kata Hazan menghardik.

"Aku akan memastikan kalian tak lagi diizinkan mengunjungi daerah ini. Kami akan melakukan hal apa pun agar kalian tak ke sini. Kalian tak diinginkan di sini. Kalian mengajarkan anak-anak kalian menjadi pembunuh," tukasnya.

baca juga

Sebelum kejadian tersebut, Hazan yang tinggal di pemukiman ilegal Ariel, Tepi Barat—daerah Palestina yang diduduki—memasang foto dirinya di akun Twitter tengah memegang bendera Israel. Ia membubuhkan kalimat "sedang di bus yang membawa keluarga binatang" pada unggahan tersebut.

Berdasarkan hukum humaniter internasional, tahanan dari wilayah pendudukan harus ditahan di wilayah yang diduduki (Gaza), bukan di wilayah kekuasaan pendudukan.

Meskipun kebanyakan tahanan politik Palestina berasal dari wilayah yang diduduki Israel, mereka ditempatkan di penjara di Israel, yang bertentangan langsung dengan hukum internasional.

Oleh karena itu, keluarga tahanan Palestina harus mengajukan izin untuk memasuki Israel dan mengunjungi mereka. Biasanya mereka pergi menumpangi bus milik Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

ICRC mengatakan bahwa mereka "sangat prihatin dengan kejadian serius ini".

"Keluarga seharusnya tidak diserang atau dihina. Mereka harus bisa mengunjungi dengan cara yang bermartabat," kata juru bicara media ICRC Alyona Synenko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dewan Islam-Kristen Yerusalem Desak Bikin Tentara Palestina

Dewan Islam-Kristen Yerusalem Desak Bikin Tentara Palestina

News | Rabu, 27 Desember 2017 | 13:47 WIB

Dubes AS: Jangan Sebut Tepi Barat 'Wilayah Pendudukan' Israel

Dubes AS: Jangan Sebut Tepi Barat 'Wilayah Pendudukan' Israel

News | Rabu, 27 Desember 2017 | 12:59 WIB

Arab Saudi Tak Beri Visa Pecatur Israel Ikuti Turnamen di Riyadh

Arab Saudi Tak Beri Visa Pecatur Israel Ikuti Turnamen di Riyadh

News | Rabu, 27 Desember 2017 | 07:49 WIB

Ahmadiyah Indonesia: Yerusalem Harus Jadi Ibu Kota Setiap Agama

Ahmadiyah Indonesia: Yerusalem Harus Jadi Ibu Kota Setiap Agama

News | Selasa, 26 Desember 2017 | 18:59 WIB

Israel Bikin Undang-Undang agar Bisa Hukum Mati Warga Palestina

Israel Bikin Undang-Undang agar Bisa Hukum Mati Warga Palestina

News | Selasa, 26 Desember 2017 | 16:44 WIB

Terkini

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:02 WIB

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:00 WIB

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

×