Putri Kecilnya Ditangkap Israel, Ini Surat Mengharukan Ayah Ahed

Reza Gunadha

Jum'at, 29 Desember 2017 | 20:28 WIB
Putri Kecilnya Ditangkap Israel, Ini Surat Mengharukan Ayah Ahed
Warga Lebanon dan Palestina menggelar aksi protes bersama di Beirut, untuk pembebasan Ahed Tamimi, gadis berusia 16 tahun yang ditangkap Israel karena melakukan aksi perlawanan, 26 Desember 2017. [Anwar Amro/AFP]

Suara.com - Represifitas militer Israel ternyata tak membuat takut warga sipil Palestina. Sebaliknya, justru menyemai bibit-bibit perlawanan. seperti Ahed Tamimi, gadis berusia 16 tahun yang menjadi ikon baru perlawanan Palestina.

Bocah yang mendapat penghargaan "Gadis Pemberani Palestina" dari pemerintah Turki untuk aksinya tahun 2015 silam, ditangkap militer Israel di rumahnya, desa Nabi Saleh, Tepi Barat, pada Selasa (19/12/2017).

Bak teroris, militer Israel menggerebek rumah keluarga dan menyeret Ahed kecil ke mobil tentara. Sejak saat itu ia ditahan di Israel.

Ia ditangkap bersama sepupunya laki-lakinya yang masih berusia 14 tahun, Nour Tamimi. Sementara sang ibu, Nariman, juga ditangkap saat ke kantor polisi untuk mencari Ahed dan Nour.

Kekinian, sang ayah, Bassem Tamimi, tinggal sendirian di rumah. Ia bertekat meneruskan perjuangan istri, putri, dan keluarga besarnya.

Bassem menceritakan perasaannya saat keluarganya ditangkapi, dan tekatnya untuk terus berjuang dalam sebuah tulisan yang dimuat dalam kolom opini media massa Israel, Haaretz, Jumat (29/12/2017).

Ahed Tamimi, gadis Palestina berusia 16 tahun saat digiring oleh polisi Israel ke ruang persidangan, Kamis (28/12/2017). Ahed Tamimi menjadi ikon perlawanan Palestina terhadap penjajahan Israel. [Ahmad Gharabli/AFP]

Berikut tulisan sang ayah:

baca juga

Malam ini, seperti semua malam sejak puluhan tentara Israel menyerbu rumah kami di tengah malam buta. Istri saya Nariman, putriku yang berusia 16 tahun Ahed, dan sepupunya Nour, akan menghabiskan waktu di balik jeruji besi.

Meskipun ini adalah penangkapan pertama Ahed, dia tidak asing dengan penjara Anda (Israel). Putriku telah menghabiskan seluruh hidupnya di bawah bayang-bayang penjara Israel. Mulai dari penahananku saat ia masih kecil. Penangkapan berulang-ulang terhadap ibunya, saudara laki-lakinya, dan juga teman-temannya.

Putriku juga sudah tak lagi asing terhadap ancaman tersembunyi yang tersirat oleh kehadiran tentara Anda yang terus berlanjut di kehidupan kami, warga Palestina. Jadi penangkapannya sendiri hanya masalah waktu saja. Tragedi yang tak terelakkan menunggu terjadi.

Putriku sudah siap dengan semua risiko itu.

Beberapa bulan yang lalu, dalam perjalanan ke Afrika Selatan, kami membuat video dokumentasi mengenai perjuangan rakyat desa kami, Nabi Saleh, melawan penjajahan Israel. Video itu kami tayangkan kepada audiens di sana.

Saat lampu ruangan diskusi itu menyala kembali, Ahed berdiri untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang atas dukungan mereka. Ketika dia melihat bahwa beberapa anggota audiens meneteskan air mata, dia berkata kepada mereka:

"Kami mungkin menjadi korban rezim Israel. Tapi kami memunyai kebanggaan atas pilihan kami. Kebanggaan atas perjuangan kami. Meski kami harus membayar semua itu dengan nyawa."

Putriku juga berkata kepada mereka, "Kami tahu di mana jalan ini akan membawa kami. Tapi identitas kami sebagai manusia dan individu, ditanam dalam perjuangan, dan menarik inspirasi dari sana. Di balik tekanan dan penindasan yang setiap hari diterima oleh kami yang ditahan Israel, mereka yang terluka dan terbunuh, kita juga tahu ada kekuatan luar biasa dari gerakan perlawanan ini: dedikasi, cinta, momen sublimasi dari keputusan untuk mendobrak dinding penjajahan."

Ahed juga menuturkan kepada mereka, "Saya tidak ingin dianggap sebagai korban, dan saya tidak akan memberikan Israel kuasa untuk menentukan siapa saya dan akan menjadi apa saya nanti.  Saya memilih untuk memutuskan sendiri bagaimana Anda akan melihat saya. Kami tidak ingin Anda mendukung kami karena beberapa air mata fotogenik. Tapi aku ingin kalian mendukung kami karena perjuangan kami untuk keadilan. Inilah satu-satunya cara agar kita bisa berhenti menangis suatu hari nanti."

Beberapa bulan setelah kejadian di Afrika Selatan, Ahed-ku menantang tentara Israel yang bersenjata dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dia sangat marah, karena sebelumnya, Israel menembak saudaranya, Mohammed Tamimi yang baru berusia 15 tahun.

Jadi, siapakah yang dianggap provokator? Ahed kecilku? ataukah militer Israel yang jelas-jelas tak diinginkan di Palestina.

Tidak, Ahed-ku tidak marah seperti anak kecil lalu menampar tentara itu. Dia berdiri di depan mereka karena inilah jalannya dan jalan kami. Karena kebebasan tidak diberikan sebagai amal, dan karena meski harganya mahal, kami siap membayarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panas! Makanan Khas Palestina Diklaim Milik Israel

Panas! Makanan Khas Palestina Diklaim Milik Israel

News | Jum'at, 29 Desember 2017 | 18:48 WIB

5 Tahun Dilanda Kekeringan, Ribuan Yahudi Israel Doa Minta Hujan

5 Tahun Dilanda Kekeringan, Ribuan Yahudi Israel Doa Minta Hujan

News | Jum'at, 29 Desember 2017 | 15:25 WIB

Twitter Hapus Akun Gadis Palestina yang Tampar Militer Israel

Twitter Hapus Akun Gadis Palestina yang Tampar Militer Israel

News | Jum'at, 29 Desember 2017 | 14:13 WIB

Tolak Gabung Militer, Pelajar Israel: Kami Tak Mau Ikut Menjajah!

Tolak Gabung Militer, Pelajar Israel: Kami Tak Mau Ikut Menjajah!

News | Jum'at, 29 Desember 2017 | 12:25 WIB

Israel Bikin Stasiun Bernama Trump di Yerusalem

Israel Bikin Stasiun Bernama Trump di Yerusalem

News | Jum'at, 29 Desember 2017 | 00:45 WIB

Terkini

Persija vs Persib Kembali ke SUGBK Setelah 7 Tahun, Pramono: Tunjukkan Jakarta Tuan Rumah yang Baik

Persija vs Persib Kembali ke SUGBK Setelah 7 Tahun, Pramono: Tunjukkan Jakarta Tuan Rumah yang Baik

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:03 WIB

Di Hadapan Bencana, Negara Harus Bicara tentang Mitigasi dan Tanggung Jawab

Di Hadapan Bencana, Negara Harus Bicara tentang Mitigasi dan Tanggung Jawab

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 20:00 WIB

PFI, PWI dan IJTI Bogor Bersatu, Kirim Doa bagi 5 Jurnalis dan Crew Kapal di Selat Sunda

PFI, PWI dan IJTI Bogor Bersatu, Kirim Doa bagi 5 Jurnalis dan Crew Kapal di Selat Sunda

Jabar | Jum'at, 11 September 2026 | 19:59 WIB

Kaki Sering Bengkak dan Terasa Berat? Waspadai Insufisiensi Vena Kronis

Kaki Sering Bengkak dan Terasa Berat? Waspadai Insufisiensi Vena Kronis

Jabar | Jum'at, 11 September 2026 | 19:50 WIB

IDAI: Keamanan Pangan MBG Tak Cukup dengan Guru Mencicipi Makanan

IDAI: Keamanan Pangan MBG Tak Cukup dengan Guru Mencicipi Makanan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 19:47 WIB

Kualitas Sektor Putra Meningkat, Persaingan Audisi Umum PB Djarum 2026 Memanas

Kualitas Sektor Putra Meningkat, Persaingan Audisi Umum PB Djarum 2026 Memanas

Sport | Jum'at, 11 September 2026 | 19:45 WIB

Kapolri Hadiri Konsolidasi Buruh Metal, Analis Bedah Pendekatan Community Policing

Kapolri Hadiri Konsolidasi Buruh Metal, Analis Bedah Pendekatan Community Policing

News | Jum'at, 11 September 2026 | 19:35 WIB

Segel KPK di Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang, Eks Penyidik: Pelaku Harus Jadi Tersangka

Segel KPK di Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang, Eks Penyidik: Pelaku Harus Jadi Tersangka

News | Jum'at, 11 September 2026 | 19:35 WIB

TNI AL Kembali Temukan Pelampung Orange di Dekat Gunung Anak Krakatau

TNI AL Kembali Temukan Pelampung Orange di Dekat Gunung Anak Krakatau

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 19:34 WIB

Munafik: Melawan Iblis, Kisah Ustaz Menghadapi Teror Gaib

Munafik: Melawan Iblis, Kisah Ustaz Menghadapi Teror Gaib

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 19:30 WIB

×