Saracen Jilid II Bakal Muncul untuk Serang Jokowi

Siswanto

Rabu, 03 Januari 2018 | 06:30 WIB
Saracen Jilid II Bakal Muncul untuk Serang Jokowi
Presiden Joko Widodo di Nabire. (Biro Kepresidenan)
Jelang pemilihan presiden 2019, politik hoaks dan hate speech kian merajalela. Contoh penyebaran berita pidato Presiden Joko Widodo di Senayan, baru-baru ini.

Menurut analisis politik Indonesian Public Institute Jerry Massie hal ini bagian konspirasi dan propaganda politik dengan intrik hate speech.

"Mereka sengaja menggiring public opinion (opini publik) dengan brain wash mencuci otak kelompok marjinal, terutama pemilih tradisional, pemilih skeptis dan apatis," kata Jerry kepada Suara.com, Rabu (3/1/2017).

Peneliti politik dari Amerika Serikat itu menambahkan  selain simbol agama, isu SARA akan dimainkan.  Semua dilakukan hanya untuk menurunkan elektabilitas Presiden Jokowi.

Dalam dunia politik hal ini disebut algoritma serangan lewat media sosial. Hal ini terjadi juga pada president election di AS pada 2016 lalu, saat Wikileaks membongkar 33 ribu email capres Hillary Clinton dan pembunuhan di kedutaan AS di Libya.

"Saracen jilid II bakal muncul, setelah kemarin mereka memainkan perannya di pilkada DKI Jakarta. Ini adalah character assisanation (pembunuhan katakter) bagi lawan politik mereka. Ini berbahaya sekali."

"Saya bisa menyebut Presiden Jokowi dengan julukan, Bapak Infrastruktur, kalau dulu Presiden ke-2 Soeharto dijuluki Bapak Pembangunan. Kan bukti nyata pembangunan kita sudah saksikan bersama, baru saja presiden meresmikan Bandara Soekarno Hatta yang cukup megah."

Jerry menyebut ada aktor intelektual di belakang yang bermain. Tugas mereka tak lain membuat gaduh dan gamang. Paling tidak isu-isu hoaks, ujaran kebencian, SARA bakal dimainkan di pilkada Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selasan, dan daerah lainnya. Menurut Jerry ini merupakan the political bridge (jembatan politik) ke arah pilpres.

Jerry menyarankan agar lembaga-lembaga pemilu dan sebagainya harus aktif turun ke bawah mensosialisasikan terhadap masyarakat.
 
Menurut Jerry kendati Presiden kerap diserang, namanya akan tetap populer, bahkan meroket di hadapan rakyat Indonesia. Pasalnya, kata Jerry, Jokowi dikenal sebagai sosok bersahaja, low profile, humble, ramah, dan murah senyum menjadi daya pikat serta strong leadership begitu kuat, mulai dari keputusan yang diambil kerap berpihak pada rakyat, khususnya kelompok marjinal.

"Sosok Jokowi memiliki brand image and market brand, bukan hanya itu saja, kepemimpinannya terus menjadi buah bibir masyarakat," kata Jerry.

Menurut Jerry magnet Jokowi dengan "simple life" mampu menarik simpati para voters. Soalnya ini pernah dilakukannya pada pilpres lalu, dari 497 kabupaten dan kota di 33 provinsi, Jokowi berhasil meraih dukungan sebanyak 53,15 persen atau 70.633.576 suara.

Kendati kerap dicibir, difitnah, dan dihina, kata peneliti politik di Amerika Serikat, tak membuat Jokowi bergeming.

"Survey Poltracking November lalu, Jokowi unggul 53 persen sedangkan Prabowo meraup 33 persen. Selain itu survei tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi, yakni 68 persen dan Wapres Jusuf Kalla 64 persen dan survei terhadap mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jelang Pemilu 2009, angkanya mencapai 60 hingga 70 persen. Hal ini tentu menjadi keuntungan beliau jelang pilpres," tutur dia.

Begitu pula survei SMRC pada Desember 2017, Jokowi meraih 64,1 persen dan Prabowo Subianto 17,1 persen.

Oleh sebab itu, sejumlah isu SARA bakal dimainkan oleh para seteru Jokowi untuk menyalip dia. Jerry menyebut kemenangan lewat isu SARA pernah terjadi di Jakarta saat Gubernur Basuki Tjahaja purnama ditumbangkan lawan politik dengan pola gim politik.

Serangan SARA, kata Jerry, nantinya berlabuh pada momentum pilpres 2019. Pola dan strategi inilah yang akan dimainkan lawan politik Jokowi. Tapi isu nasional, NKRI, Pancasila, dan kebhinekaan ala Jokowi mampu menghadang counter attack saingannya.

Meski begitu, kata aktivis yang getol mengkritisi pelaku kasus korupsi, sasaran utama sang Presiden yakni grand design dan master plan pembangunan yang dikerjakannya itu baik, short term goal (sasaran jangka panjang) mid term goal (sasaran jangka menengah and long term goal (sasaran jangka panjang) Presiden untuk Indonesia layak diapresiasi.
 
Pesan berantai pidato Jokowi, hoax
 
Menanggapi beredarnya sebuah pesan berantai di sosial media yang berisikan pidato Jokowi tentang adanya ancaman terhadap kondisi keamanan di Tanah Air dari sejumlah kelompok masyarakat terkait hasil pilkada Jakarta tahun 2017, Istana Kepresidenan memastikan bahwa pesan tersebut berita bohong.

Dalam pesan tersebut, dikatakan Presiden menyampaikan pidato di Stadion Utama Senayan di depan seratus ribu hadirin sebagai tanggapan atas maraknya aksi demonstrasi pasca pilkada Jakarta.

Istana menegaskan Presiden Joko Widodo tidak pernah menghadiri acara dimaksud apalagi menyampaikan pidato yang ada dalam pesan tersebut. Dapat dipastikan pula bahwa penyebaran pesan berantai tersebut merupakan ulah pihak yang tidak bertanggungjawab.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Jokowi selalu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghentikan maraknya penyebaran berita bohong atau hasutan yang mengandung fitnah dan kebencian.

“Marilah bersama-sama kita hentikan penyebaran berita bohong atau hasutan, yang mengandung fitnah dan kebencian di media sosial. Mari kita tunjukkan nilai-nilai kesantunan dan nilai-nilai kesopanan sebagai budaya Indonesia,” kata Presiden di Istana Merdeka, 8 Juni 2017.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Hadiri Sidang Bawa Wayang Petruk dan Gajah, Roy Suryo Sindir Hubungan Jokowi-PSI?

Hadiri Sidang Bawa Wayang Petruk dan Gajah, Roy Suryo Sindir Hubungan Jokowi-PSI?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap

Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Prabowo Mulai Preteli PLN, Bos Lama yang Dekat dengan Jokowi Harus Angkat Kaki

Prabowo Mulai Preteli PLN, Bos Lama yang Dekat dengan Jokowi Harus Angkat Kaki

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Jokowi Kasih Bukti Gibran Punya Ijazah SMA, Singgung Program Pathway

Jokowi Kasih Bukti Gibran Punya Ijazah SMA, Singgung Program Pathway

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Desakan Pemakzulan Gibran, Jokowi: Silahkan...

Desakan Pemakzulan Gibran, Jokowi: Silahkan...

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Isu Geng Solo Dipreteli Prabowo Lewat Pergantian Kapolri Dan Reshuffle, Istana Buka Suara

Isu Geng Solo Dipreteli Prabowo Lewat Pergantian Kapolri Dan Reshuffle, Istana Buka Suara

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Saat MK Bacakan Putusan Terkait Gugatan Ijazah Gibran

Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Saat MK Bacakan Putusan Terkait Gugatan Ijazah Gibran

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:49 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Akademisi: Harusnya Tahu Diri dan Mundur

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Akademisi: Harusnya Tahu Diri dan Mundur

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Terkini

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

×