Mau ke Jerman, Aktivis Papua Sempat Ditahan di Bandara Soetta

Reza Gunadha

Rabu, 03 Januari 2018 | 14:46 WIB
Mau ke Jerman, Aktivis Papua Sempat Ditahan di Bandara Soetta
Filep Jacob Semuel Karma, aktivis Papua sekaligus eks tahanan politik, sempat dibekuk aparat kepolisian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kota Tangerang, Banten, Selasa (2/1/2018) malam.

Suara.com - Filep Jacob Semuel Karma, aktivis Papua sekaligus eks tahanan politik, sempat dibekuk aparat kepolisian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kota Tangerang, Banten, Selasa (2/1/2018) malam.

"Tadi malam kami dari Reserse terima orang yang diamankan atas ama Filep Karma, yang bersangkutan diamankan setelah diperiksa," kata Kapolres Bandara Soeta Komisaris Besar Akhmad Yusep Gunawan di Polda Metro Jaya, Rabu (3/1/2018).

Menurutnya, penangkapan itu dilakukan berdasarkan informasi bahwa Filep Karma menggunakan atribut berupa pin berlambang Bintang Kejora.

Lambang itu diidentifikasi polisi sebagai logo Organisasi Papua Merdeka (OPM). Aktivis HAM itu ditangkap ketika baru tiba di Bandara Soetta.

"Terkait adanya atribut dari kertas diduga ada lambang Bintang Kejora," kata Yusep.

Saat itu, kata dia, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap Filep. Kepada polisi, Filep sudah menegaskan tidak memunyai motif politik di balik pemakaian pin Bintang Kejora.

Filep, kata Yusep, mengungkapkan dirinya memang senang menggunakan pin bergambar Bintang Kejora.

"Hasil keterangan yang bersangkutan (Filep) motivasinya bilang hanya senang dengan lambang itu tidak ada niat apa-apa," tuturnya.

Karenanya, polisi tidak menahan Filep karena tak menemukan unsur pelanggaran pidana. Ia dilepas setelah diperiksa.

"Kami sempat memanggil keluarga dan pengacaranya. Sekarang sudah kami serahkan ke pengacara," jelasnya.

Dia menambahkan, kedatangannya Filep ke Bandara Internasional Soetta hanya untuk melanjutkan penerbangannya ke luar negeri.

Filep hendak menghadiri acara konferensi soal HAM di Jerman.

Untuk diketahui, Filep pernah dijebloskan ke penjara oleh Indonesia setelah memimpin demonstrasi massa di Kota Jayapura, Papua, tahun 2004.

Penangkapan itu dilakukan, karena saat demonstrasi Filep mengibarkan bendera Bintang Kejora sambil berteriak merdeka. Aksinya itu dianggap sebagai bentuk pemberontakan terhadap pemerintah Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tahanan Lapas Timika Papua Ngamuk dan Melempari Batu

Tahanan Lapas Timika Papua Ngamuk dan Melempari Batu

News | Minggu, 24 Desember 2017 | 06:44 WIB

Palestina di Seberang Terlihat, Papua di Pelupuk Tak Tampak

Palestina di Seberang Terlihat, Papua di Pelupuk Tak Tampak

News | Sabtu, 23 Desember 2017 | 10:47 WIB

Jokowi: Perempuan Berperan Majukan Indonesia

Jokowi: Perempuan Berperan Majukan Indonesia

News | Jum'at, 22 Desember 2017 | 17:03 WIB

Jokowi Tawar Menawar Harga dengan Mama-Mama Papua

Jokowi Tawar Menawar Harga dengan Mama-Mama Papua

News | Jum'at, 22 Desember 2017 | 13:21 WIB

PLN Akan Tambah 200MW untuk Terangi Seluruh Papua

PLN Akan Tambah 200MW untuk Terangi Seluruh Papua

News | Kamis, 21 Desember 2017 | 04:03 WIB

Terkini

Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan

Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan

Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup

Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat

Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat

Health | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%

BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda

Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:02 WIB

BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif

BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan

Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:01 WIB

×