Pemijat Bunuh Arsitek karena Kelainan Seks, Polisi Libatkan Ahli

Reza Gunadha, Agung Sandy Lesmana

Selasa, 09 Januari 2018 | 16:10 WIB
Pemijat Bunuh Arsitek karena Kelainan Seks, Polisi Libatkan Ahli
Ilustrasi mayat/ kamar mayat/ jenazah. (Shutterstock)

Suara.com - Polisi akan meminta keterangan ahli kesehatan dan ahli kejiwaan untuk mendalami dugaan penyimpangan seksual tukang pijat berinisial AM (20), yang menjadi tersangka kasus pembunuhan seorang arsitek bernama Feri Firman Hadi (50).

"Harus dibuktikan saksi ahli. Tak bisa dari penglihatan luar saja. Jadi saksi ahli yang akan menilai, apakah tersangka memiliki penyimpangan atau tidak," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta di Polda Metro Jaya, Selasa (9/1/2018).

Selain itu, Nico menyampaikan penyidik juga akan melibatkan ahli kriminologi guna memastikan apakah AM memilik motif lain dalam kasus  pembunuhan tersebut.

"Kami juga berkoordinasi dengan saksi ahli dari ahli kriminologi, kalau seseorang punya keinginan membunuh itu harus marah sekali. Seperti akibat harga diri, masalah terancam nyawanya kemudian putus asa. Putus asa ini ada jenisnya, terancam ada jenisnya dan harga diri ada jenisnya. Ini masih kami dalami,” jelasnya.

Nico menambahkan, polisi sejauh ini tak menemukan adanya catatan kriminal yang pernah dilakukan AM.

Untuk diketahui, jasad Feri ditemukan sudah membusuk di kediamannya di Perumahan Poin Mas, blok A2, nomor 5  RT 1, RW 11, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok pada Rabu (3/1/2018).

Ciri-ciri yang membuat polisi menyimpulkan Feri menjadi korban pembunuhan, antara lain luka pada leher, gunting, dan bercak darah di sofa.

Setelah mendapatkan petunjuk berdasarkan hasil olah TKP, polisi kemudian menangkap AM di Kampung Bojong Desa Sukamulih, Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/1/2018).

baca juga

Atas perbuatanya itu, AM dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan terancam pidana maksimal 15 tahun penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perutnya Diinjak-Injak Suami, Bayi Lina Tewas dalam Kandungan

Perutnya Diinjak-Injak Suami, Bayi Lina Tewas dalam Kandungan

News | Selasa, 09 Januari 2018 | 14:27 WIB

Polisi Tak Setuju Larangan Sepeda Motor Dicabut, Ini Alasannya

Polisi Tak Setuju Larangan Sepeda Motor Dicabut, Ini Alasannya

News | Selasa, 09 Januari 2018 | 12:56 WIB

Pembunuh Berencana Anak Pejabat di Aceh Divonis Hukuman Mati

Pembunuh Berencana Anak Pejabat di Aceh Divonis Hukuman Mati

News | Selasa, 09 Januari 2018 | 02:31 WIB

Karyawati BRI Bunuh Diri Diduga Depresi Akibat Pekerjaan

Karyawati BRI Bunuh Diri Diduga Depresi Akibat Pekerjaan

News | Senin, 08 Januari 2018 | 13:06 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Penyimpangan Seksual Tukang Pijat

Polisi Selidiki Dugaan Penyimpangan Seksual Tukang Pijat

News | Senin, 08 Januari 2018 | 12:02 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×